Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
64


__ADS_3

"suster.....suster....suster....!" teriak istri dokter rangga.


"ada apa bu" seorang suster berlari ke arah suara yang memanggilnya.


"Dimana Kayla?? di mana mereka?"


"Diruangan rawat bu,mereka disini" jawab suster tersebut tanpa melihat ke dalam ruangan itu.


"Mereka gak ada sus!cari mereka!!"


perintah istri dokter rangga yang bernama Vita.


rasa cemas seketika menyelimuti hatinya,kemana mereka pergi? itulah pemikiran Vita saat ini.


seluruh suster mencari keberadaan Naina dan Kayla.namun mereka tak menemukan juga keberadaan mereka dimana.


"Ada apa ma?kenapa panik sekali?"


"Kayla pa.... Kayla dibawa pergi Naina!"


"Apa?? bukankah mereka belum sembuh betul"


"pa...gimana pa....??"


"ayo pa kita cari mereka pa...ayoo" ajak Vita pada suaminya dan terlihat panik,dia merasa gagal untuk memiliki Kayla, padahal dia sudah sangat menyayangi kayla.


"Ma. . tenang dulu barangkali saja mereka di jemput keluarganya"


"papa ini gimana sih! bukannya dari sekian banyak korban hanya mereka yang tak punya identitas pa! siapa yang akan menjemput mereka!!"


"benar juga, baiklah ayo kita cari"


"Maaf dok,tadi ada yang melihat kalo mereka berdua keluar dari klinik" ucap seorang suster yang sedang ngos-ngosan karena lari dari luar klinik.


"tuh kan pa!"


"padahal saya tadi masih liat lho dok, Naina dari ruangan dokter" ucap si suster lagi.


"kapan?"

__ADS_1


"tadi dok sekitar 1 jam-an..saya pikir dia menemui dokter"


"pa apa jangan-jangan dia dengerin percakapan kita tadi pa?" tanya Vita yang membuat dokter Rangga kaget.


"Ya Tuhan sayang.... harusnya kita memang tak merencanakan semuanya" ucap dokter Rangga dengan muka cemasnya.


'Kalo aku tak ada rencana misahin mereka, mungkin ini gak akan terjadi!ya Tuhan nai...kamu dimana?' batin dokter Rangga merasa bersalah.


suster hanya memandang binggung karena tidak paham akan arah perbincangan mereka.


"permisi....." tiba-tiba ada yang menyela diantara mereka


"ya.....ada yang bisa dibantu?" jawab dokter Rangga.


"kami sedang mencari korban banjir,bisa beritahu kami data-data korban yang selamat ataupun yang meninggal?"


"ya mari silahkan,sus ambilkan data-datanya...mari ikut saya pak..."


setelah melihat beberapa nama yang tertera disana ternyata tidak ada nama yang mereka cari..


"begini dok,apa dokter punya pasien tanpa identitas?karena anak saya buka warga asli sini" tanya orang itu yang tak lain adalah Kenan.


"Baik pak...ini dok" Jay menyodorkan foto yang ada ditangannya.


"Naina!" ucap dokter Rangga spontan.


"Anda pernah melihat anak saya?" tanya Kenan seketika menegakkan duduknya.


"Jadi ini anak anda pak?"


"iya itu anak saya,apa dia bersama dengan adiknya,balita seumur an 3 tahun?" Kenan bener-bener tegak dan tak sabar ingin memastikan keadaan anak-anaknya.


"iya dia bersama Kayla"


"hiks...hiks...hiks.... terimakasih dok" tiba-tiba saja Kenan menangis,tangis bahagia karena kepastian anak-anak masih hidup sudah didapatkan nya.


"Tapi pak....."


"Tapi apa dok?" kali ini Jay yang bertanya.

__ADS_1


"Satu jam yang lalu mereka pergi dari klinik"


"Apa!!!" Kenan dan Jay serempak berteriak.


"kok bisa?" tanya Kenan binggung.


"kali ini saya yang salah pak" Vita yang daritadi diam kini angkat bicara.


"maksud anda?" tanya Kenan heran.


"sepertinya Naina mendengar percakapan antara saya dan suami saya,kami berniat mengadopsi Kayla dan ehmm...menaruh Naina di panti asuhan" ucap Vita sedikit takut.


Braaakk......


"Keterlaluan kalian!!!" kemarahan Kenan tersulut dengan ucapan Vita.


"Bisa-bisanya kalian mengambil keputusan sepihak seperti itu!! bukankah korban tanpa identitas bisa kalian laporkan ke polisi!"


"Kami kesulitan untuk memeriksa desa ini karena jembatan terputus!!! lalu..tidak bisakah kalian menunggu pihak yang melakukan pendataan korban banjir sampai ke sini dulu!! hah??!"


kemarahan Kenan sudah benar-benar diujung tombak! Kenan yang memang dikenal pribadi yang kalem dan lembut sudah tak bisa menahan diri lagi ketika tahu anaknya sudah pergi dari klinik itu,jika saja ide gila mereka tidak muncul sudah bisa dipastikan sekarang dia bisa bertemu dengan kedua putrinya.


Tiba-tiba saja dalam diri Kenan seakan muncul kepribadian Kenzo kakak kembarnya, beringas,tegas dengan tatapan tajam menghujam!Vita langsung berdiri dan berlindung dibalik tubuh suaminya karena takut.


"maafkan kami pak....maafkan kami, kami bener-bener tidak berniat jahat pada mereka"


"mungkin cara kami yang salah pak...maafkan kami" dokter Rangga memohon maaf pada Kenan dengan segala kebodohannya yang mengiyakan keinginan istrinya.


"Jika saja terjadi apa-apa pada anak-anakku!! sampai kapanpun jangan harap kalian selamat!ingat!!....namaku Kenan revandra Hardiansyah...akan membuat perhitungan dengan kalian kalo sampai anak-anakku menderita diluar sana!!"


"Jay...ayo kita pergi"...


Braaak suara pintu di banting keras.


Kenan pergi berlalu dari ruangan itu, menyisakan suasana mencekam di dalamnya.


Seekor kucing yang manis bahkan bisa menjadi Singa liar saat anaknya di usik!


begitulah gambaran seorang Kenan saat ini.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2