Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
manja versi naina


__ADS_3

Kehamilan bener2 memberikan dampak yang positif di keluarga Hardiansyah.


setiap pagi nyonya ratna sibuk menyuruh bi Lastri menanyakan apa2 aja yang ingin di makan menantunya itu,dia ingin calon cucu nya tumbuh dengan sehat.


Begitu juga dengan erlita dan Aryo....mereka sangat bahagia.


Naina merasa bahagia semua orang berubah menjadi lebih perhatian padanya.tante dinda adik dari nyonya ratna yang biasanya cuek kini ikut perhatian...ya tante dinda tak pernah menikah lagi setelah suaminya selingkuh dan menikahi karyawan nya dikantor karna hamil duluan... pernikahan dengan tante dinda yang tak kunjung mendapatkan anak membuat sang suami nekat berselingkuh.


"Bi lastriii......biii..."panggil naina sambil menuju dapur.


" ya non..."


"bi....nanti aku tidur dikamar bi lastri lagi ya...??"


"Tapi non....nanti non gak nyaman...bibi tidak enak,kasur bibi kan gak seenak punya non..."


"Tapi aku ingin tidur di peluk lagi seperti kemarin biii,yaa...bi....ya"pinta naina memohon.


Ya semenjak kehamilan nya aryo tak lagi pernah datang untuk tidur dengan naina..dia hanya sekedar menyapa dimeja makan atau menghabiskan waktu weekend untuk sekedar berbicara dengan naina di ruang keluarga.


Semenjak hamil naina jadi begitu manja,rasanya dia tak bisa tidur kalo tidak ada yang memeluk nya saat mau tidur.


"biiii.....boleh yaaa?"sambil memelas.


"Non....kenapa gak minta tuan aryo aja menemani non naina?"usul bi lastri.


"Gak bi.....aku gak berani...lagian aku gak ingin menganggu kak er dan mas aryo"..ucap naina sambil tertunduk...tapi seketika dia mengangkat kepalanya dan tersenyum...


"Cukup manja sama bi Lastri aja...aku sudah sangat bahagia bi..."


"Setelah anak ini lahir,, mungkin kita tak akan bisa bertemu lagi bi..." ucap naina sambil memeluk bi lastri dan jangan lupakan senyum manisnya yang tak pernah hilang dari wajahnya.

__ADS_1


Seketika bi Lastri meneteskan air matanya namun sebelum naina menyadari nya dia sudah menghapus dengan ibu jarinya.


'Terbuat dari apa hatimu non.... entah apapun alasannya non ada di rumah ini...yang pasti non sangat baik dan tegar' batin bi Lastri.


"Ya sudah... nanti malam datang ke kamar bibi ya....nanti bibi bikinin susu jahe anget seperti biasa".


"Iya bi.... makasih ya sudah aku ke kamar dulu bi" ucap naina berbinar bahagia.


"oya bi....ada lagi...aku mau bibi menyisir rambut ku nanti... setelah aku selesai mandi ya bi" ucap naina sambil berlalu.


Sejak hamil naina suka sekali bermanja pada bi Lastri, seakan-akan bi Lastri adalah ayah dari anaknya.(wkkkk)


Begitulah manja versi naina,dia sangat sadar tak boleh bermanja dengan suaminya..ah tidak...hanya ayah dari anaknya walopun rasanya sangat ingin sekali.


Tanpa mereka tahu, perbincangan mereka di dengarkan oleh seseorang di balik tembok disamping dapur...orang itu yang sejatinya ingin mengambil air di dapur berhenti ketika mendengar dua orang sedang berbincang-bincang.


Ya....Aryo orang itu,terdiam dengan ekspresi wajah yang sulit di baca.


"Kau sudah dapat informasi apa yang aku inginkan?" tanya Aryo dengan telepon genggam ditelinga nya.


"Belum tuan....saya masih menyelidiki dan informasi nya kurang lengkap,kalo sudah bener2 lengkap saya akan mengabari anda tuan"


Telpon pun mati.aryo masih terngiang dengan percakapan dua wanita di dapur tadi.


'Sebenarnya apa alasanmu nai.....kenapa kau begitu tampak pasrah dengan nasibmu' batin aryo sambil menerawang.


Ya...aryo tak pernah tau apa alasan naina mau menikah dengannya, nyonya ratna dan dr daniel bener2 menutup rapat segala informasi.


Tak sulit bagi seorang penguasa seperti nyonya ratna untuk memblokir segala informasi tentang naina dan keluarganya.


Pun dengan naina....dia hanya diam ketika suatu hari aryo menanyakan.

__ADS_1


#####


Naina sudah siap dengan baju tidurnya dan akan pergi keluar dari kamarnya.


Namun sebelum dia sampai ke pintu kamar, kamarnya sudah terbuka terlebih dahulu.


Naina kaget siapa yang datang....


"Mau kemana?"....kata yang pembuka pintu kamar.


"Ehmmmm.....aku...aku mau ke kamar bi Lastri"ucap naina gugup.


Ya setelah dinyatakan hamil 4 bulan yang lalu tidak sekalipun aryo masuk ke kamar naina lagi.


"Apa mas membutuhkan sesuatu??"


"hemm..." jawab aryo sambil lebih masuk ke kamar dan menutup pintunya.


Naina hanya berdiri karena masih kaget dengan keberadaan aryo dikamarnya.


"Kemarilah..." pinta aryo sambil menepuk kasur di samping tempat nya berbaring.


dengan ragu naina mendekat, setelah lebih dekat aryo meraih tangan naina dan menyuruh nya naik ke ranjang untuk tidur.


naina hanya menurut, sedetik kemudian aryo melingkar kan tangan nya di pinggang istrinya.


"Tidurlah......aku sedang ingin tidur di sini"


Naina hanya diam...dia mulai memejamkan matanya dan tertidur di dekapan sang suami.


'bukan mimpi kan?..ahh ini nyaman sekali kan nak' batin naina seakan berbicara dengan calon anak di rahimnya.

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2