Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
Ferdi......2


__ADS_3

Aku lagi pengen up pagi😁😁


*******


"Minumlah...!"


"Terimakasih Ferdi ganteng!" dengan gaya tengilnya.


"Bagaimana kuliah kamu? semuanya baik?"


Raisya terdiam, jiwa gesreknya tiba-tiba luntur ketika melihat Ferdi tak seperti biasanya, dia bertanya-tanya apa yang terjadi sebenarnya. Hal langka tentunya tiba-tiba saja Ferdi menelpon dan meminta untuk menjemput dirinya ke kampus, Ferdi memilih membawa Raisya ke sebuah restoran yang bernuansa out door.


"Baik! Ada apa kok kamu ngajakin ke sini? mau ngelamar aku ya?" goda Raisya.


"Makan dulu yuk..aku dah minta ijin nih ma kak Kris mau telat datang!"


Setelah memesan makanannya, mereka makan bersama, Ferdi yang memang sudah sangat lapar memakan makanannya dengan lahap, sedangkan Raisya seakan tak bisa menelan makanan yang ada di depannya.


"Makanlah! setelah ini kamu butuh banyak tenaga!"


ucap Ferdi disela makannya. Raisya hanya memandang lelaki dengan rambut gondrong rapinya tersebut.Lelaki yang mempunyai berjuta pesona menurut Raisya.


Ferdi sosok yang bisa membawa suasana, lelaki yang terlihat sangat serius dalam bekerja dan terlihat dingin di mata bawahannya itu nyatanya menyimpan berjuta kejutan dan kehangatan saat bersama orang-orang yang disayanginya.


Sosoknya yang sangat menyayangi secara tulus Naina tanpa embel-embel cinta lawan jenis, nyatanya benar- bisa mengambil hati seorang Kenan.Ferdi adalah sahabat lelaki pertama Naina ketika Naina harus terpisah dengan orangtuanya kala itu.


Karena Naina harus bekerja untuk dirinya dan Kayla, kemudian keluarga Ferdi yang seorang jurangan krupuk di kampung nya memberikan pekerjaan pada Naina.sejak saat itulah Ferdi sangat senang dan menyayangi Naina dan Kayla. hingga saat lulus SMA Ferdi akhirnya menyusul Naina ke kota J untuk bisa kuliah bersama disana.


"Melihat ku saja tak akan membuat kamu kenyang Sya!"


"Aku benar-benar bisa kenyang dengan melihat wajahmu saja!" goda Raisya dengan cengengesan.


"Sudah makannya?"


"Hemmm aku seperti tidak berselera! sikapmu hari ini membuat aku takut!"


Ferdi hanya diam, dia binggung harus memulai dari mana.setelah beberapa kali menghela nafasnya, akhirnya Ferdi mengawali omongannya.


"Papi kamu mempercayakan perjodohan kamu dan anak dari koleganya padaku!,David itu namanya!"


Seketika Raisya diam, dia berhenti mengaduk minuman lemon yang ada di depannya, andaikan hatinya terbuat dari kaca dan Ferdi bisa mendengar bagaimana bunyi hatinya yang pecah seketika saat Ferdi mengutarakan keinginan sang papi, dia bersedia menjadi merantara perjodohan itu dan itu artinya Ferdi tak pernah punya hati padanya, walaupun Raisya sudah tau hal itu namun mendengar langsung dari mulut Ferdi yang mengisyaratkan bahwa dia menolak Raisya yang selama ini mengejar- ngejar dirinya rasanya sangat beda, hatinya hancur seketika bahkan dia seolah tak bisa mengerakkan seluruh badannya.


Namun setelah menata hati dan perasaannya, Raisya memandang Ferdi dengan lekat, kemudian tersenyum dengan manis.

__ADS_1


"Apa dia setampan kamu?"


"Tak ada yang setampan aku Sya! walaupun dia lebih muda!" goda Ferdi untuk menghibur Raisya.


"Hehehehehe apa aku harus menerimanya!??"


"Kamu harus bahagia Sya, dia mencintai kamu karena itu dia meminta perjodohan ini!"


"Hehehehehe....." Raisya tertawa sambil menangis


Ferdi hanya diam saja melihat Raisya.


"Apa aku tidak bisa memilihmu saja?" sebuah ungkapan dari hati Raisya yang paling dalam.


"Hemmm? apa aku tidak bisa memilihmu saja hiks..hiks...aku bisa bahagia sama kamu kok hiks....!"


Ferdi mendekati Raisya, berdiri di samping Raisya dan membawa Raisya untuk memeluknya, Raisya memeluk pinggang Ferdi yang sedang berdiri disampingnya dengan erat, dia terus terisak-isak.


"Kamu harus bahagia Sya, bersama orang yang mencintai kamu! seiring berjalannya waktu aku yakin kamu akan bisa mencintai dia!"


"Hiks....hiks...tidak bisa kah kau membalas cinta ku Fer? hiks..hiks...!"


Ferdi hanya diam, dia hanya membiarkan Raisya memeluk pinggangnya erat,tangan Ferdi mengelus lembut puncak kepala Raisya. Setelah kepergian Cindy memang tak ada yang bisa menyentuh hati seorang Ferdi.Ferdi hanya diam saja tanpa mencoba menenangkan Raisya dengan kata-katanya, dia merasa pernah berada di posisi Raisya sekarang,saat itu yang dibutuhkan adalah sebuah pelukan hangat dan tangisan untuk melegakan hatinya yang sesak bukan kata-kata penenang.Hancur sudah hati Raisya, lelaki yang selama ini di kaguminya akhirnya lepas juga dari pandangan nya, dia memeluk pinggang Ferdi lebih erat,pelukan pertama dan terakhir untuk Ferdi. dan ucapkan selamat tinggal pada hatinya.


"Hallo Fer?" orang disebrang sana dengan panggilan telepon.


"Ya ..om...ada apa?"


"Bisa kita ketemu?"


Disinilah mereka sekarang,Kenzo yang tadi menelpon Ferdi meminta bertemu di sebuah restoran dengan private room.


"Sudah lama?"


"Baru saja om? om apa kabar?"


"Om sehat!"


"Ada apa Om, sepertinya sangat penting?"


"Apa kamu tidak mencintai Raisya?"


tanya Kenzo to the point.Kenzo memang bukan tipe orang yang suka beramah tamah atau bahkan berbasa-basi, kembaran papa angkat Ferdi ini lebih terlihat serius dan garang!.

__ADS_1


"Maksud Om?"


"Aku memang membebaskan Raisya menjalani kehidupan yang diinginkannya, dia bukan sosok yang mudah di kekang seperti kakak-kakaknya, dan aku tau itu, jadi aku selalu menyuruh seseorang mengawasi dia"


"Jadi Om tau kalo selama ini Raisya....!"


"Ya.. Om tau! dia menyukai dirimu Fer, bahkan ketika kamu masih berusaha melupakan mantan kekasih mu sekalipun dia tetap berusaha mendekati mu!"


"Apa kau tau Fer? jika setiap kali kamu berjalan dari rumah Kenan ke taman apartemen mantan kekasihmu Raisya selalu ada di belakangmu dan mengikutimu berjalan kaki! paginya selalu akan ada tukang pijit ke rumah! awalnya aku tak tau tapi pada akhirnya aku tau bahwa dia mengikuti mu dari orang-orang suruhanku!"


"Maafkan aku Om!". ucap Ferdi sambil menunduk.


"Tidak Fer, kamu gak salah! tapi Raisya juga gak salah! dia bertahan dengan perasaannya namun sebagai orangtua aku tetap menginginkan anak-anak ku bahagia!"


"Karena itu aku di sini Fer! meminta kejelasan dari perasaan kamu! jangan pikirkan rasa sungkan padaku!! aku tidak suka! aku lebih menghargai kejujuran mu!"


kata Kenzo dengan tegas dan berwibawa.


Walaupun seringkali bertemu,namun Kenzo tetap terlihat menyeramkan bagi Ferdi bila dalam mode serius seperti ini.


"Aku tak ingin menyakiti hati Raisya Om, aku tak bisa mencintai dia lebih dari seorang adik! maafkan aku Om!"


bahkan Kenzo sudah dapat menebak jawaban yang di lontarkan oleh Ferdi,tapi biar bagaimanapun dia menginginkan jawaban itu keluar langsung dari mulut Ferdi.


"Kalo begitu bantu Om Fer!!"


Beberapa saat kemudian datanglah seorang lelaki yang memasuki private room tersebut, dia menundukkan kepalanya sebentar kepada kedua orang yang ada di dalamnya, kemudian dia duduk di kursi yang telah disediakan.


"Kenalkan Fer, dia David!"


flash back off


bersambung...


awal part melow....melow buat Raisya dulu ya...


Cinta itu memang misteri! tak pernah bisa di duga, tapi juga tak pernah bisa dipaksa!


Kasihan atau sungkan bukan balasan dari rasa cinta seseorang pada kita.


Maka berani bertindak adalah jawabannya.


Ferdi memilih untuk mengakui perasaannya yang tak bisa menerima Raisya hanya karena sebatas kasihan dan rasa sungkan, dia lebih memilih menyakiti hati Raisya di awal cerita cinta Raisya dan membiarkan seseorang membahagiakan Raisya dengan cinta yang tulus.

__ADS_1


__ADS_2