
Rombongan keluarga Kenan akhirnya meninggalkan rumah pak Rahmat, tangis bu Kasih mengiringi kepergian Naina dan Kayla, Naina terus memandangi lewat jendela belakang mobil orang-orang yang menemaninya selama 6bulanan ini,ada Bu kasih yang setia dengan tangisan nya,pak Rahmat yang diam sambil merangkul bahu istrinya.dan kakak Krisna yang sedang duduk di teras dengan pandangan kosongnya.
Naina memegang kalung berliontin cincin di lehernya, pemberian lelaki yang bisa menjadi kakak,teman dan kadang-kadang menasehati bagai seorang guru.naina yakin dia bakalan kangen dengan cerianya Ferdi saat menghiburnya, perhatian dari Krisna layaknya seorang kakak, cerewetnya bu kasih kalo Naina tak mau menurutinya dan galaknya sang majikan bila sedang dalam mood yang gak baik.
Semuanya kini nai tinggalkan di sini,dengan kenangan yang akan dia simpan dihatinya.terbesit dalam benaknya dia pasti akan kembali lagi ke sini, tempat yang nyaman setelah rumah dan keluarganya sendiri.
Airmatanya menetes seketika,dia bener-bener merasa kehilangan, senang rasanya bisa kembali ke rumah namun ada sebagian hatinya yang dia tinggalkan disini, bersama orang-orang yang dia sayangi.
Sampailah Naina di tempat tinggal Kenan,rumah yang Kenan beli beberapa bulan yang lalu.
"Mari pak Angga,besok kita baru akan kembali ke kota J,karena tiket pesawat baru saya pesan tadi" kata Jay mempersilahkan guru Abi itu untuk istirahat.
"terimakasih" ucap pak Angga
"Kak...aku kembali ke kos dulu, beres-beres nanti malam aku tidur disini aja...dan besok jam 10 kita berangkat ke Bandara" terang Jay pada Kenan.
"Iya hati-hati Jay"
Malam ini dihabiskan Kenan dan syila untuk bercerita banyak hal dengan anak-anaknya,karena Kayla sudah mengantuk Syila sang mama memutuskan untuk tidur.namun Naina yang belum mengantuk menghampiri Abizam yang sedang duduk di teras depan.
"Udah malam lho Bi" ucap Naina sambil duduk di sampingnya.
"eh kamu nai..."
"makasih ya Bi, gara-gara kamu aku bisa pulang"
"kayak nya kamu harus berterima sama pemilik hp ini!"
"lho emang siapa yang punya?"
Abizam menyerahkan hp yang dipegangnya dan menunjukkan video yang membuat dia keluar dari bis dan kembali ke tempat dimana Naina menemukan Abi waktu itu.
__ADS_1
"iya Bi,nanti aku bakalan bilang makasih ma dia.... namanya siapa?"
"aku tidak tau"
"kau ini!! cobalah terbuka pada orang lain biar kamu punya banyak teman,masa' teman satu kelas gak tau namanya"
"hp aku di dia, nanti kita telpon dia" ucap Abi kemudian.
"kangen aku bi sama mereka..." tiba-tiba Naina berbicara.
"Biasanya jam segini aku makan gorengan sama bu Kasih, apalagi kalo Kayla gak mau lepas dari kak Krisna,kita pasti nginap disana"
"kamu deket banget ya sama kak krisna?"
"Gak juga,kak Krisna itu jarang bicara,tapi di perhatian sama aku dan Kayla,bahkan kalo Kayla manja juga dia gak bakalan marah,sabar banget orangnya"
"iya...dia nitipin kamu dan Kay sama aku"
"hemmm"
"Jadi makin kangen"
"sama kak Kris?"
"eh....sama semua...bukan hanya kak Kris"
"ya udah tidur yuk,udah malam juga".
Percakapan mereka pun berakhir, Abizam memang lebih terbuka dan lebih nyaman bila bersama Naina,kalo dengan Naina dia bisa bicara panjang lebar tapi kalo dengan temen yang lain dia terkenal sebagai remaja yang irit bicara.
keesokan paginya,mereka bersiap untuk berangkat menuju Bandara,bu yem dan suaminya yang di percaya Kenan untuk mengurus rumah mereka di kota S, Kenan berkata suatu saat pasti akan kembali ke sini walaupun hanya sekedar untuk berlibur.
__ADS_1
Kayla sudah sangat senang dan bercerita sesana kemari,kadang kala dia akan menanyakan sesuatu pada Naina, seperti sekarang ketika berada di bandara.
"Kak Nai,kakak cantik kok tidak ikut?"
tanya Kayla pada Naina.
"Kakak cantik harus tinggal disini Kay,kan disini rumah kakak cantik"
"Kay gak suka! Kay suka kalo ada kakak cantik!"
"Ya kapan-kapan kita ketemu sama kakak cantik..ya?" Naina dengan sabar berbicara pada Kayla yang tengah merajuk
"kamu gak nanya kak Ferdi?"
tanya Naina, Ferdi yang selalu usil pada Kayla membuat mereka terlihat seperti tom n Jerry jika sudah bertemu.
"oh kakak usil! Kay kangen juga...tapi Kay sukanya sama kakak cantik aja...kak Ferdi usil!"
Naina tersenyum melihat Kayla memanyunkan bibirnya ketika membicarakan Ferdi, Ferdi satu-satunya teman Naina yang seumuran,karena Naina tak punya banyak waktu untuk berteman dengan yang lain,dia bisa berteman dengan Ferdi karena dia anak majikannya, Ferdi dan Kayla yang selalu saling menjahili.
setelah beberapa saat, akhirnya pesawat yang mereka tumpangi akan segera berangkat meninggalkan kota S.
Sebelum masuk ke dalam untuk check in, Naina melihat kembali ke belakang, mencoba mengumpulkan kenangan di kota tersebut, kenangan buruk pada awalnya dan berakhir bahagia pada akhirnya,kenangan yang meninggalkan orang-orang yang pernah berjasa di sepanjang perjalanan hidupnya di kota itu.
'selamat tinggal!aku pasti kembali' batin Naina.
Disisi lain, disamping kolam ikan di belakang rumahnya, Krisna memandang foto di layar HP yang di pegangnya,lama dia memandang foto itu,kemudian memasukkan hpnya ke dalam saku dan beralih memberi makan ikan.
"Aku pasti sudah gila! ini tidak mungkin kan?!" gumamnya sambil memegang dadanya sendiri.
bersambung....
__ADS_1