
"I love so much Raisya!!"
"I love you so much!!" kata Ferdi sambil memeluk wanita yang sudah berhasil masuk ke dalam hatinya tersebut, usaha Raisya, kegigihan Raisya yang membuat hati Ferdi luluh, entah kapan! namun pertengkaran dia dan Raisya beberapa bulan lalu menyadarkan dirinya betapa dia begitu terganggu tanpa Raisya, rasanya ada sesuatu yang hilang di hidupnya tanpa gangguan Raisya, Ferdi bahkan perlu menyakinkan dirinya apa ini cinta? atau hanya sekedar kasihan pada Raisya yang notabenenya sudah banyak berkorban hati untuk diri nya.
Ferdi menghindari berhubungan dengan wanita yang umurnya jauh dibawahnya, apalagi jarak umur antara ferdi dan Raisya berbeda 10 tahun,dulu saat Kayla sempat menyatakan cinta pada Ferdi, Ferdi juga berpikir mungkin dia mencintai Kayla, namun semakin dia menyakinkan diri semakin jelas bahwa dia tidak mencintai Kayla sebagai seorang wanita namun menyanyanginya sebagai adiknya sendiri.
Butuh beberapa waktu untuk menyakinkan Kayla kala itu bahwa dia hanya mengagumi Ferdi karena selalu ada untuk dirinya dan benar saja, Kayla pun tak punya perasaan lebih pada Ferdi sebagai seorang lelaki.
Dan saat Raisya datang Ferdi berpikir sama, apa lagi saat itu hatinya baru saja hancur dengan putusnya hubungan dia dan Cindy, wanita yang mampu membuat dia jatuh cinta pada pandangan pertama, tak butuh waktu lama Ferdi sudah menyatakan cintanya pada Cindy saat itu dan ternyata Cindy menyambut baik cinta Ferdi,namun nyatanya cinta Cindy tak sepenuhnya untuk seorang Ferdi.
Hati Ferdi sulit menerima hati yang lain selain Cindy, dan tentunya itu membuat Raisya bekerja lebih keras untuk menaklukkan hati Ferdi.
Saat ini, ketika Ferdi menyatakan cintanya pada Raisya, Raisya yang slegean saat bersama Ferdi, Raisya yang bar-bar entah hilang kemana, dia hanya menangis sambil memeluk Ferdi erat, seakan takut kalo ini hanyalah hayalannya sendiri.Ferdi hanya diam saja, dia malah teringat dengan kata-kata Krisna yang mendoakan dirinya menjadi menantu papi Kenzo, papi Kenzo yang memang lebih garang, lebih tegas dan lebih menyeramkan daripada papa angkatnya Kenan, padahal dalam segi wajah mereka terlihat sama. Ferdi tersenyum mengingat itu semua, dia tak bisa membayangkan bagaimana Krisna akan meledeknya habis-habisan kalo tau hubungan dengan Raisya, apalagi Raisya yang jauh lebih muda dari dirinya, Krisna tau betul kalo selera Ferdi bukanlah anak-anak yang sering kali dia katakan pada Krisna., Ferdi yakin ledekan Krisna akan semakin menjadi-jadi.
"Sya.....sesak Sya!" ucap Ferdi.
"Biarin!! hiks...hiks... kamu jahat!!"
"Udah dong sayang......kalo di peluk terus..aku bisa minta lebih!" bisik Ferdi.
"Iihh kok kamu jadi mesum sih!!" ucap Raisya sambil melepaskan pelukannya.
"Mesum sama calon istri itu wajib! sekalian ngajari anak kecil ini biar cepet dewasa!!"
"Ntar di kira aku nikahin anak di bawah umur lagi!!" lanjutnya.
"PeDe banget aku bakalan mau di ajakin nikah?" goda Raisya.
"Emang gak mau? ya udah aku sama Adel aja, lumayan beli 1 gratis dua!!" ucap Ferdi yang memang ingin membuat Raisya cemburu karena Ferdi tau Raisya begitu cemburu pada Adel.
"Siapa yang gak mau!! ya mau lah!!ups....!!" jawab Raisya cepat namun segera menutup mulutnya.
Ferdi tertawa terbahak-bahak mendengar apa yangbdi katakan oleh Raisya.
Akhirnya Ferdi mengajak Raisya untuk makan siang bersama.
"Siang ini sampai sore nanti aku ada khusus buat kamu!!" ucap Ferdi.
"Emang besok...besok.... besoknya lagi kamu gak ada buat aku!!" sayt Raisya terlihat kecewa.
"Bukan gitu Sya!!! nanti malam aku akan mengantarkan Kay ketemu kak Haris! doakan semuanya lancar ya!"
"Ohh gitu....ya aku doakan semuanya lancar!biar.....'
__ADS_1
"Biar aku segera bisa nikahin kamu!!" potong Ferdi.
"Ihh apain sih!! malu tau!!".
"Heleh.... biasanya juga malu-malu in!"
"Kak Ferdi!!!" pekik Raisya.
"ya karena kakak gesrek aja aku jadi ketularan!! aslinya aku tuh anggun, cantik dan berwibawa!!"
"Iya deh percaya! biar kelar urusannya!!"
"Gitu amat ya? punya pacar gak romantis banget!!"
"Eh aku bukan pacar kamu ya Sya!! aku Calon suami!!" kata Ferdi dengan menekan kan kata-kata terakhirnya.
Akhirnya pesenan makanannya datang, Raisya makan dengan sangat lahap, Ferdi seakan tau apa yang di inginkan gadisnya itu, dan sebuah minuman teh lemon kesukaan Raisya bila datang ke tempat itu.
Selesai makan, ferdi membawa Raisya mengelilingi danau tersebut, di sana ada tempat untuk memancing ikan yang di sediakan oleh cafe tersebut, tak banyak yang berkunjung karena hari sudah semakin sore.
"Aku antar pulang ya.." tawar Ferdi.
namun Raisya malah memandang wajah Ferdi sambil senyum-senyum sendiri tanpa sadar.
'iiihhhh gemes banget dehh!' batin Raisya yang terus saja tersenyum-senyum sendiri.
pletak........sentilan yang di lakukan Ferdi di kening Raisya
"Awwaoww sakit kak!!"
Makanya jangan mesum otaknya!!"
"Siapa yang mesum!! asal aja deh kalo ngomong!!" kilah Raisya.
"Udah ke baca sayang....! dah yuk pulang....kakak harus siap-siap ke bandara!" ajak Ferdi menuju mobil nya di parkiran.
"Aku boleh nganterin kakak gak?"
"Gak! aku bakal pergi sendiri sama Kay ke sana! aku gak mau ya ada drama tangisan di bandara!"
"Aku gak bakalan nangis kok! janji!"
cup....
__ADS_1
"Gak usah istirahat aja!" ucap Ferdi setelah mencium bibir Raisya singkat.
"Tapi kak!"
"Gak mau nurut nih?"
"Nurut aja deh!"
"Anak pinter!" ucap Ferdi sambil mengacak puncak rambut Raisya. akhirnya Ferdi sampai di rumah Raisya setelah bertemu dengan mama Nayla Ferdi kemudian pamit untuk segera pulang, mama Nayla yang tau perkembangan hubungan sang anak hanya geleng-geleng kepala melihat Raisya senyum sendiri tanpa henti.
Di rumah papa Kenan
"Sore ma...." sapa Ferdi sambil mencium Eno yang ada di gendongan sang mama.
"Sore! baru pulang kamu!! gimana? udah siap-siap kamu?"
"udah ma Ferdi ma gak seribet Kay!" sindir Ferdi pada adiknya itu.
"Kabari kalo udah sampai dan titip salam buat mama delina dan suaminya ya!"
"beres mama sayang!..papa mana ma?"
"Ada di teras belakang!"
Ferdi pergi menemui papa Kenan, papa Kenan yang sekarang memelihara beberapa ayam hias dan burung di belakang rumah terlihat baru saja selesai memberi makan mereka.
"Pa....aku mau ngomong sama papa!"
"Ada apa? masalah kantor? atau Kayla?"
"aku pengen papa lamar anak gadis orang buat aku!!"
"Hahahhahhahaa!"
"Lho kok tertawa sih pa?" tanya Ferdi heran.
"Maaf... maafkan papa Fer! kayaknya papa gak sanggup Fer?!"
"maksud papa?" terlihat wajah kecewa Ferdi mendengar jawaban sang papa.
"Papa gak sanggup kalo harus berhadapan dengan calon mertua kamu itu!! Akhir-akhir ini Singa lapar itu selalu saja siap menerkam papa!! papa takut lamaran papa bakalan di tolak mentah-mentah!!" Kenan terlihat serius, padahal dia hanya mengoda Ferdi, namun Ferdi yang tak tau hanya bisa menghela nafasnya pelan......
'Masa nasib aku sama kayak kak Kris sih!! kenapa tiba-tiba si kembar ini sama karakter nya!! biasanya juga beda!!' batin Ferdi frustasi sambil mengacak rambutnya kasar.
__ADS_1
bersambung...