Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
86


__ADS_3

"Hallo"


"Hallo nona berisiiikk......mau bantuin kakak cantik tidak?"


tanya Krisna dengan menaikkan ujung bibirnya sebelah.


"Kakak cantik!!! ya Tuhan Kay kangenn!!"


ucap Kay dengan manja diujung telepon.


"iya kakak juga kangen sama adiknya kakak yang imut ini"


"oya kak, bantuan apa yang kakak inginkan,kalo Kay bisa bantu,bakalan bantu kak"


"beneran ya bisa bantu!"


tanya Krisna meyakinkan.


"beneran dong kak!"


"okey gini Kay!"


Krisna menjelaskan apa saja yang harus dilakukan oleh Kayla, dengan kecerdasan otaknya yang memang jenius, Kayla bisa menangkap apa yang diinginkan oleh Krisna.


Malah itu menjadi sesuatu yang menyenangkan buat Kayla,


'Bisa sambil jahilin papa nih' batin Kayla sambil senyum-senyum sendiri.


"paham gak Kay? kok gak dijawab?"


"eh iya kak,paham doong...."


perbincangan mereka akhirnya terputus,entah rencana apa yang akan di pikirkan oleh Kayla untuk membantu Krisna.


Ketika Kayla keluar kamar,sudah banyak tamu di ruang tengah,siapa lagi kalo bukan para sepupunya, serta om dan tante nya.


akhirnya Kayla bergabung bersama mereka.


"Papi Kenzo??"


Kayla langsung berhamburan memeluk saudara kembar papanya itu, walaupun kembar tapi Kenzo lebih terlihat galak dan tegas dibandingkan Kenan yang terlihat ramah dan tenang,dan itulah yang disukai Kayla.


"Hallo semua.... hallo Tante Nayra"


"gimana Kay jadi ulang tahun kamu di rayain?"


tanya Nayra yang kemarin dimintai pendapat oleh Kayla.


Kayla melepas pelukannya dan duduk di samping Kenzo.


"Gak jadi tante....donatur tertinggi gak mengijinkan!!"


ucap Kayla memanyunkan bibirnya.


"Dimana Naina?aku tak melihatnya?"


tanya Kenzo yang tak melihat Naina dari dia masuk rumah ini.


"Jangan tanyakan Naina! nanti ada yang darah tinggi lagi!!! bawaan marah-marah mulu'!! sindir Syila sambil meletakkan beberapa makanan kecil di meja.


"Memangnya dia kemana?"


tanya Kenzo lagi sambil memandang adik kembarnya yang sudah terlihat tak seramah tadi.


"Papi tau tempat aku dan kak Nai tinggal dulu?"


"Dulu?" tanya balik Kenzo


"Maksud aku waktu kita ilang dulu!"


"Aaa ..iya ya.. memang kenapa?"


"Kak Nai lagi ada disana,lagi mengejar cinta seorang pangeran cantik eh ganteng!"


ucap Kayla dengan mata berbinar.


"Benar itu Ken?"

__ADS_1


"hemmm" jawaban singkat Kenan.


"Kamu membiarkan dia disana sendirian?"


mendengar pertanyaan Kenzo, Kenan yakin kalo kembarannya itu tak setuju jika Naina dekat-dekat dengan seorang lelaki.


"Kamu sependapat kan zo?,kalo Naina jangan dibiarkan dekat-dekat dengan lelaki itu? bisa bahaya kan?"


"Bisa bahaya kalo itu kamu Ken!!"


ucap Kenzo menanggapi perkataan Kenan.


"iya Pi,bisa bahaya kalo itu papa, Kay sering liat papa nempel-nempel terus sama mama!!"


"Kalo kak Krisna itu lain pi,kak Krisna itu baik orangnya,sopan,ramah...gak mungkin nempel-nempel sama kak Nai!!"


(kay gak tau aja kalo Naina udah di apa-apain sama Krisna 😁).


"Haaaiish dasar bocah!! belain aja terus si Keris itu!"


kata Kenan jengkel pada anak bungsunya itu.


"Emang Keris empu gandring!!! Kris pa... Krisna!! bukan Keris!"


ucap Kayla sambil berlalu dari sana dan bergabung dengan sepupunya.


"Memang siapa Krisna itu Ken?"


tanya Kenzo sepeninggal Kayla.


"Itu....anak orangnya pak Rahmat yang nolong Naina dan Kayla waktu masih kecil"


"Berarti bisa dipastikan Ken,kalo dia dari keluarga baik-baik"


"ciihh namanya laki-laki walaupun dari keluarga baik-baik tidak menjamin zo!apalagi mereka tinggal se atap,aku yakin Nainaku tidak aman!!"


"Contohnya kamu Ken!!belum tentu Krisna sama seperti calon mertuanya"


"Hee... aku belum memberi ijin buat mereka pacaran ya zo!! apalagi menikah!!"


"Dan Naina selalu menuruti apa kata papanya!"


ucap Kenan tegas!


drt.....drt....drt....


"Hallo...." sahut Kayla.


"hallo eh bocil!!! Naina kemana?? aku dah di cafe Belinda nih!"


"eh gondrong jangan panggil bocil dongg!!!! kebiasaan ya!!!"


"Ya emang bocil,udah mana Naina!! aku telpon dia gak diangkat!!"


"Dia lagi sama pacarnya!"


"Sama pacarnya!!!"


terdengar suara teriakan Belinda dan Ferdi secara bersamaan.pasalnya setau mereka kalo Naina hanya dekat dengan Belinda, Ferdi dan Abizam sepupunya,bahkan banyak yang mengira Abizam adalah pacar Naina karena tidak tau status keduanya adalah sepupu.


"Hahahahhahaa bocil,kalo belajar bohong yang pinter dikit!! mana ada Naina punya pacar!"


"Ya udah kalo gak percaya.....bye gondrong jelek!!"


tut.


"eh busyett anak kodok nih!"


ucap Ferdi karena sambungan telpon dimatiin sepihak.


"Anak om Kenan bego!!"


kata Belinda sambil memukul kepala Ferdi.


"kira-kira Naina kemana ya?" tanya Ferdi


"Tau ah, eh aku cerita belum sama kamu kalo Naina malam-malam minta di beliin tiket?"

__ADS_1


"belum"....ucap Ferdi sambil melakukan panggilan ke nomor Naina.


"Naina tuh emang ya... dibantuin susah banget giliran minta ban....."


Belum sempat Belinda menyelesaikan ucapannya, Ferdi mengangkat tangannya tanda meminta Belinda untuk berhenti.


"ponsel Naina dah bisa dihubungi!"


kata Ferdi.


tut...tut...tut...


"Nai,kamu lagi apa...ada telpon masuk!"


teriak Krisna dari ruang tengah, sedangkan Naina sedang membuat kue bersama BU kasih,bu Kasih membuat kue untuk bu RT karena akan ada lamaran di rumah Bu RT untuk anaknya,dan dengan suka rela bu Kasih membuat kue yang dibantu Naina.


"Angkat aja kak! tangan aku masih banyak tepungnya" sahut Naina dari dapur.


"ya..." jawab Krisna sambil berjalan menuju kamarnya yang ditempati Naina.


Krisna memandang layar ponsel Naina yang menampakkan nama seseorang yang seperti tak asing baginya.


"Ha......" belum juga Krisna mengucapkan hallo, lelaki di sebrang sana sudah bertanya bertubi-tubi.


"Nai?? lagi dimana? kok susah banget dihubungi? kamu gak kenapa-kenapa kan?kata si bocil kamu lagi pacaran? emang beneran?.... aaduuuh patah hati berjamaah dong fans club kamu!!"


mendengar lelaki itu mengatakan kalimat terakhir membuat Krisna berasumsi bahwa Naina mempunyai banyak pengemar atau banyak lelaki yang mencintai Naina dikampus termasuk si penelepon.


"Ya... Naina lagi pacaran,dia sedang menginap di rumah saya!"


kata Krisna dengan nada penuh penekanan.


"Siapa ini?" tanya Ferdi


"Bukankah aku yang harusnya bertanya?siapa kamu?"


"Kalo aku bilang aku kekasih Naina bagaimana? bahkan kami hampir setiap hari bersama!Naina tidak bisa apa-apa tanpa aku!kau? hanya orang baru dalam hidup Naina!"


kata Ferdi dengan serius,membuat Belinda didepannya mengerutkan keningnya, siapakah yang ditelponnya,pikir Belinda.


"Jaga ucapanmu!!!"


tut.


"Brengs3k!!!"


Krisna membanting ponsel Naina ke ranjang,karena emosi dengan apa yang di ucapkan Ferdi padanya,masih belum reda amarah Krisna, Naina masuk...


"Siapa yang telpon kak?" tanya Naina diambang pintu.


Dengan gerakan cepat Krisna menarik Naina dan menutup pintu kamar dengan keras.


"Kau hanya milikku!! milik Krisna! tidak ada yang bisa merebut kamu dari aku!!"


ucap Krisna dengan emosi yang masih belum reda, sedetik kemudian dengan sigap Krisna mel*mat bibir Naina dengan sedikit kasar.


"ehhmmm....ehmmmm"


Naina mencoba melepaskan cium*an Krisna yang diliputi rasa cemburu.


Sedangkan di sebrang sana....


"Hahahahhaha.....sukurin!!kena kamu aku kerjain!!!"


Ferdi tertawa terbahak-bahak, Belinda yang berada disampingnya binggung dengan apa yang di lakukan Ferdi.


"Ada apa?" tanyanya.


"Naina sama kak Kris hehehehe iseng aja aku bilang kalo aku pacar Naina! Biar tau rasa!! Naina udah lama nungguin dia,eh dianya malah mau nyerah dulu"


Belinda geleng-geleng kepala melihat ulah Ferdi.


"Eh Bel.... kira-kira sekarang Naina lagi di apain ya sama kak Kris, soalnya cowok kalo sudah cemburu...suka sadis!!!"


ucap Ferdi sambil membayangkan apa yang dilakukan Krisna.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2