Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
63


__ADS_3

Naina melihat situasi di luar,tadi dia sudah bilang pada Kayla bahwa ini adalah acara petak umpet dengan suster,jadi Kayla tidak boleh bersuara.


Klinik itu memang tidak besar tapi ada beberapa suster yang bertugas disana, untung nya saat ini adalah jam istirahat jadi ada suster yang keluar untuk makan,dan ada beberapa pasien korban banjir yang masih di rawat jadi keluarga masih berseliweran di area klinik.


Dengan hati-hati dan bersikap biasa saja Naina keluar dari klinik,tas rangsel yang dia lempar lewat jendela kamar tadi dia ambil kemudian dengan mengendong kayla dia berjalan keluar klinik dengan sedikit berlari,


Naina sengaja berjalan menjauh dari klinik dan tetap waspada barangkali ada suster atau dokter yang lewat dan mengenalinya.


Di pinggir jalan ada sebuah mobil bak terbuka yang dipenuhi sayur mayuran, Naina menghampiri pak sopir yang sedang tertidur di sana.


"Pak....pak....pak sopir..."


"eh ...ada apa dek?" tanya pak sopir itu sambil mengucek matanya.


"Pak Nai boleh ikut gak sama adik nai ini?"


"orang tuanya kemana dek?"


"Mama dan papa jauh kerjanya pak,aku cuma berdua sama adek"


Lelaki itu nampak melihat-lihat tampilan dari Naina dan Kayla.


'Nai...kita tuh harus selalu berbuat baik sama sesama,rajin sedekah karena kita tergolong mampu,jangan mengharapkan imbalan dari setiap perbuatan baik kita,karena Tuhan lebih tau apa dan kapan Tuhan sendiri yang akan memberi imbalan' kalimat nasehat yang sering diberikan sang mama padanya tiba-tiba terngiang di telinga Naina.


'Tuhan apa Nai dosa kalo Nai minta imbalannya sekarang?' begitu lah tutur polos hati Naina sambil berharap bapak sopir mau membantunya.


Bener-bener nai merasa menjadi makhluk Tuhan yang paling disayangi,karena doa dalam hatinya walaupun sedikit memaksa dikabulkan dengan mudahnya.


"Ayo naik....tapi kita nunggu anak bapak dulu ya...dia lagi beli makanan dan minuman"

__ADS_1


"Iya pak... makasih" ucap Naina semangat


"Dek bilang makasih sama bapaknya" lanjut Naina mengajari adiknya.


"Makasih bapak, Kayla boleh numpang"


"Sama-sama"


Naina memandang lekat sawah-sawah dan hutan yang terdapat di sekitarnya, pikirannya kembali kepada kejadian di klinik tadi.


Saat itu dia baru saja sarapan dan minum obat,ketika dokter rangga dan istrinya datang.


Naina merasa bersyukur karena perhatian dari keduanya sangat membantu kesembuhan Kayla adiknya, banyaknya mainan,jajanan dan bahkan uang yang diberikan dokter rangga membuat naina dan Kayla senang.


Naina bermaksud mendatangi dokter rangga dan mengucapkan teeima kasih,tetapi sebelum masuk ruangan naina malah mendengar sesuatu yang tak ingin dia dengar dari kedua orang yang menurutnya sangat baik,dokter rangga membantu tanpa pamrih itu pikiran Naina sebelum dia mendengar semua percakapan mereka berdua, pikiran polos naina mengatakan kalo setiap kebaikan yang mereka perbuat harus dibayar Naina dengan memberikan adiknya Kayla.


Jelas Naina gak mau..dan gak akan pernah mau! akhirnya otak Naina berputar mencari ide agar bisa keluar dari klinik itu, urusan kemana dia akan pergi rasanya dipikirkan nanti saja.


"eh Kris...kita dapat penumpang nih"


"kenalin ini Naina dan ini adiknya Kayla"


"Hallo kakak cantik" kata Kayla menyapa anak lelaki yang bernama Krisna itu.


"eh...kok??" jawab Krisna karena di bilang cantik.


"kakak tampan dek"...ucap Naina.


"Maaf kak,kami numpang di mobilnya" lanjut Naina.

__ADS_1


"Yah?" tanya remaja itu masih binggung dengan semuanya.


"udah Kris,naik aja...kita berangkat sekarang... mumpung bisa lewat"


"ok yah...gesek dikit dek,sini adiknya biar kakak pangku"


"Naina kak,aku Naina dan ini adik aku Kayla"


"kay mau dipangku kakak cantik" celetuk Kayla.


"kakak ganteng dek,bukan cantik"


tegas Naina lagi,karena daritadi kayla bilang kalo Krisna cantik.


"panggil kak Krisna okey" Krisnaberkata pada Kayla yang ada dipangkuan nya.


"okey...."


Sepanjang jalan Kayla berbicara kesana kemari,dia sangat cerewet,dan Krisna menanggapi dengan antusias juga.pak Rahmat sang sopir yang tak lain adalah ayah dari Krisna juga sesekali ikut tertawa, hanya Naina yang tersenyum saja, jujur saja sebenarnya Naina memikirkan kemana dia akan pergi setelah turun dari mobil pak Rahmat.


"pegangan ya...mobil akan sedikit terguncang melewati jembatan ini" ucap pak Rahmat.


ya jembatan yang menghubungkan desa itu dan desa lainnya kemarin rusak sebagian karena terjangan banjir. sekarang sudah tersambung dibangun warga dari bambu,terlihat di sebrang jembatan ada mobil yang sudah mengantri untuk lewat juga.


"Pak ini desa yang beberapa hari lalu tidak bisa didatangi,karena jembatan sebagian rusak dan sekarang sudah diperbaiki,disana juga ada klinik kecil yang menampung korban banjir, semoga kita bisa menemukan mereka disana" ucap Jay.


" ya Jay,semoga Tuhan berpihak padaku kali ini Jay" jawab Kenan.


perbincangan dua orang itu didalam sebuah mobil,ya...mobil yang tepat ada di samping mobil pak Rahmat yang sedang melintas,karena sibuk dengan obrolannya Kenan bahkan tak melihat kekanan atau ke kiri,Naina memandang ke arah mobil yang dilewati nya, namun sayangnya kaca mobil yang terlihat hitam tak dapat menembus isi didalamnya.

__ADS_1


'Papa kangen kalian....Tuhan bawa anak-anakku padaku' gumam Kenan dalan hati.


bersambung


__ADS_2