
Haris melihat Kayla tengah menimang anaknya, Eno sudah tertidur dari tadi sedangkan Rio masih terjaga di gendongan Kayla.
Tiba-tiba saja pusing melanda kepala Haris sekuat tenaga dia menahannya, merasa tak sanggup lagi menahan, Haris berpamitan hendak ke balkon kamar, dia beralasan mencari angin.
"Mau kemana Bee?"
"ke balkon kamar kita Mine! aku ingin menghirup udara segar!"
"Baiklah setelah Rio tidur akan ku buatkan lemon hangat untuk mu!"
Haris hanya tersenyum dan segera berlalu ke kamarnya, tujuannya adalah balkon kamarnya dia merasa disanalah tempat yang paling aman untuk merasakan kesakitan nya tanpa dilihat oleh orang lain.
Haris seketika terduduk di kursi santai yang ada disana, mengigit sapu tangan yang dia lipat guna meredam suara rintihan nya.
Sakit!! itulah yang Haris rasakan! Rasa sakit dikepalanya yang terkadang membuat dia sampai tak sadarkan diri, dan benar saja Haris tak sadarkan diri di atas kursi santainya.
"Bee......" panggil Kayla.
Melihat suaminya tengah tertidur di kursi membuat Kayla berdecak. dia mengira bahwa Haris sedang tertidur, padahal Haris sekarang sedang pingsan karena tak sanggup menaham rasa sakitnya.
"Bee.....bangun!" ucap Kayla namun tak menyentuh badan Haris sama sekali!
"Bee.....udah sore lho...kamu gak mandi? bangun gih!
Tak ada pergerakan dari Haris, andai saja Kayla tau seberapa besar rasa sakit yang di alami suaminya, seberapa besar penderitaan yang di jalani suaminya saat ini, bukan tanpa alasan Haris tak mau berobat lebih dalam lagi! namun rasanya dia tak sanggup meninggalkan istri manjanya dengan kerepotan mengurus kedua anaknya, karena Kayla memaksakan diri tak mau memakai baby sitter.
"Bee tau gak? aku tuh awal ketemu kamu tuh sebeeell banget!! abis kamu mukannya ngeselin!"
Kayla mulai berbicara sendiri disamping Haris, dia tak peduli bila Haris tak mendengar apa katanya karena tertidur.
"Tapi karena muka nyebelin kamu itu kita jadi terjebak dalam ikatan pernikahan ini!"
"Tentu aku bahagia!! sangat bahagia Bee!"
"tetaplah bersamaku melihat hari-hari kita dan anak-anak kelak!" ucap Kayla sambil mencium bibir suaminya, Kayla merasa ada yang aneh namun perasaan nya hilang ketika ada seseorang mengetuk pintu kamarnya.
"Ya ada apa bi?"
"Itu non ada paket buat non!"
"oya bi...mana? di bawah ya?"
__ADS_1
"iya non..maaf gak bibi bawa ke atas!"
"tidak apa-apa, aku ke bawah aja!"
Kayla meninggalkan kamarnya, namun hatinya merasakan sesuatu yang aneh dan tak nyaman, cuma dia menepisnya.
dibawah sudah ada papa dan Ferdi yang asyik dengan lap top dan berkas di tangannya.
"Kamu udah dapat GM baru fer?"
"sementara aku akan meminta Ervin untuk menjabat nya pa, dan aku akan meminta Adel untuk membantu Ervin"
"karena Jhon harus ikut kak Haris pa!" lanjutnya.
"Sore pa! kak!" sapa Kayla.
"Mana anak-anak dan Haris Kay?" tanya sang papa.
"Anak-anak sedang tidur pa! kak Haris juga!"
"Ciihh kompak sekali mereka bertiga?" Ferdi menyaut.
"Dari kapan dia tidur? kok sampai gak bisa di bangunin?"
"Dari...." omongan Kayla terputus karena Ferdi mengangkat telponnya yang tiba-tiba berbunyi.
"Hallo Jhon!"
"Tuan Ferdi!!...." jhon dengan nada paniknya.
"Ada apa jhon?"
"Obat tuan Haris tertinggal di mobil saya,...saya takut kalo....."
Belum juga jhon menyelesaikan omongannya, Ferdi yang teringat kalo Haris tertidur di balkon kamar, menduga-duga benarkah Haris tertidur, karena ferdi takut kejadian sebelumnya akan terulang kembali, ya 2 hari yang lalu haris tak sadarkan diri di toilet hotel, dengan cepat ferdi berlari ke kamar Kayla, kayla yang merasa heran dengan apa yang dilakukan Ferdi ikut berlari di belakangnya.
"Ada apa kak??"
Braakk
"Kak Haris??" teriak Ferdi, dia melihat keseluruhan ruangan.
__ADS_1
"dimana Kay?" teriak Ferdi.
"Ada apa kak?? di balkon!!" Kayla yang tak kalah paniknya, karena dia tak tau apa yang terjadi.
Ferdi berlari ke arah balkon kamar, di sana dia melihat Haris yang masih tak sadarkan diri di kursi.
Ferdi jongkok di depan Haris, dan mencoba menyadarkan Haris.
"Kak!! bangun!!" suara Ferdi yang meninggi, Kayla hanya diam karena masih belum paham dengan situasi nya.
"Kak Haris!!! bangun kak!!!!!" bentak Ferdi sambil menggoyangkan tubuh Haris.
"Gak...gak... gak....gak....kak!! jangan kak! jangan begini!! kakak bangun!!! Haris!!!" teriak Ferdi.
"Panggil Amar Kay!!" ucap Ferdi
namun Kayla hanya diam, dia shock! Kayla sudah mulai membaca apa yang terjadi pada suaminya hingga pikirannya entah kemana! perintah Ferdi tak di dengar nya.
"Kay!!!! panggil Amar!!!" bentak Ferdi dan seketika menyadarkan lamunan Kayla.
Kayla berlari melewati papanya yang baru saja datang.
dia berlari menuruni tangga sambil berteriak memanggil sopir pribadi Ferdi, spontan teriakan Kayla mengegerkan seisi rumah, ada apakah gerangan? mereka bertanya-tanya.
Amar yang di panggil kemudian berlari mengekor Kayla masuk ke kamar sang anak majikannya.
"Fer!!". Kenan memastikan sesuatu.
Ferdi hanya melihat sang papa dengan tatapan sendu.
"Gak pa....gak!!! Kayla tak boleh bersedih!!! dia harus bangun!!! dia harus bangun!!!"
namun ucapan Ferdi bagai sebuah permohonan untuk dirinya sendiri, untuk meyakinkan dirinya bahwa Haris baik-baik saja!.
bersambung....
Maaf readers telat up!....segini dulu ya...
....othor masih sibuk! ini si sempat-sempat in up...🙏🙏🙏
maksih sudah nungguin 😁😁
__ADS_1