
flashback on
Saat Taksi Krisna sampai di depan hotel, beberapa orang menghampiri dia, sebelum Krisna sempat masuk hotel mereka sudah menangkap Krisna
Lepaskan!!! siapa kalian!!!"
Krisna meronta-ronta di dalam cekalan beberapa lelaki bertubuh kekar itu.
"ikuti saja Tuan,agar kami tak menyakiti Anda!"
"Lepaskan!!!"
yang ada di otak Krisna sekarang adalah menggagalkan pernikahan Naina,sudah bisa dipastikan Krisna bahwa ini adalah orang-orang Kenan. mereka membawa krisna ke sebuah kamar hotel dengan penjagaan ketat. Krisna mondar-mandir tidak tenang berusaha lari percuma karena pintu dikunci dan di jaga oleh seorang bodyguard.
ceklek...
Suara pintu di buka dan menandakan seseorang masuk ke kamar tersebut.
Krisna mengerutkan keningnya, melihat siapa yang datang ke kamar itu.
"Haris??"
panggil nya..
"Hallo kawan apa kabarmu?"
"apa-apaan ini Haris?!!! keluar kan aku dari sini!! aku harus pergi aku ada urusan!!"
ucap Krisna tegas.
"urusan?? pernikahan Naina maksud mu?"
"Dari mana kamu tahu Ris??tunggu... tunggu apa kamu orang yang akan menikah dengan Naina??"
ada rasa geram tiap kata yang dilontarkan pada Haris Dawson,temannya selama 4 tahun di luar negeri,Lelaki blesteran Inggris.
Haris sosok yang sangat datar, suasana terlihat mencekam bila berkumpul dengan dia,namun itu hanya berlaku bagi teman-teman Krisna yang lain,dengan Krisna Haris menjadi sosok yang menyebalkan dan menyenangkan pada saat yang bersamaan.
Sifat arogan dan dingin Haris seakan tersiram dengan sifat lembut dan ramah seorang Krisna.jadi bisa dikatakan mereka saling melengkapi.
"Apa harusnya seperti itu?"
tanya balik Haris mencoba memancing kemarahan Krisna.
__ADS_1
Haris sangat tahu bahwa Krisna adalah seseorang yang paling bisa mengontrol emosi dan cukup sabar,namun ketika berhubungan dengan Naina, terlihat jelas dimata Haris kemurkaan Krisna.
"Sudahlah Ris! aku tidak main-main,katakan apa maksud semuanya ini?"
"Aku hanya membantu Om Kenan"
"Dengan menjauhkan aku dari Naina?"
"Itu hanya hukuman kecil!"
"maksud kamu apa??"
tiba-tiba Kenan masuk dan duduk di depan Krisna,dia spontan berdiri ingin rasanya Krisna meminta penjelasan dari semua nya ini.
"duduklah!"
perintah nya.
"Kalo begitu aku pergi dulu om..."
pamit Kenan hanya mengangguk saja.
"Apa maksudnya ini om? aku benar-benar tidak paham dengan semuanya!om janji memperbolehkan aku mengejar Naina tapi sekarang...."
bahkan Krisna sudah tak sanggup lagi meneruskan kata-katanya.
apa kamu pikir aku juga tak sakit hati melihat sorot sendu mata Naina?"
Krisna terdiam dia mencoba menerka ke arah mana pembicaraan mereka ber dua.
"Aku hanya tak ingin menyesali sesuatu untuk kedua kalinya Kris!"
terlihat jelas mata sendu Kenan, Kenan seperti mencoba menguak masa lalunya sendiri.
"Kau tahu Kris,apa yang kamu alami saat ini, sekitar 24tahun yang lalu aku juga mengalaminya,aku bahkan lebih licik dari dirimu
kau mencoba untuk terus bersabar menghadapi aku sebagai papa Naina,namun dulu dengan keegoisan ku dan mengatasnamakan cinta,aku berbuat hal yang lebih nekat untuk merebut Syila dari papanya.
Memaksa Syila masuk kedalam kehidupanku,benar kami saling mencintai,namun karena keegoisan ku,aku memaksa Syila untuk menikah denganku!"
cerita Kenan panjang lebar,dia membuat ceda untuk cerita hidupnya, sedangkan Krisna mencoba menjadi pendengar yang baik.
"Aku menghamili Syila bahkan ketika dia belum mengapai cita-citanya,jangan kan cita-citanya kuliahpun dia tidak pernah lulus, keluarga ku sangat marah bahkan papaku sampai menyuruh Kenzo untuk menghajarku kala itu...
__ADS_1
kau tau Kris, Bagaimana terlukanya hati papa Syila waktu itu,bahkan setelah menikah rasa penyesalanku seakan tak bisa mengembalikan senyum kebanggaan papa Juan untuk Syila waktu itu.
Syila bilang dia bahagia bersamaku,dia senang bisa menikah denganku,aku membawanya masuk ke dalam keluarga ku...namun suatu hari tak sengaja aku membaca buku diary nya,kau tau Kris...di hatinya masih ada titik penyesalan karena cita-citanya tak pernah tercapai dan karena dia telah membuat papanya kecewa"
Gini Krisan mulai paham akan apa yang dilakukan oleh Kenan,dilihat secara kasat mata, Kenan memang terlihat kejam dan egois karena telah memaksa anaknya untuk mengesampingkan cintanya dulu demi mengejar cita-citanya.
"Psikiater adalah impian Naina Kris, dia memang memiliki kekurangan dengan daya ingatnya"
kata Kenan, Krisna tersenyum tipis dia ingat bagaimana dirinya dulu menjuluki Naina miss pelupa.
"Tapi otaknya tak kalah cerdasnya dari Kayla adiknya,Dan ketika tau bahwa kau mencintainya,dia bener-bener bisa nekat Kris, bukankah itu sudah terbukti? hanya dengan mendengar suaramu saja dia nekat berangkat ke kota S malam itu juga,bahkan dia tak tau apa masih ada tiket ke sana saat itu, Belinda sahabatnya yang menjelaskan keesokan harinya padaku.
Coba kau bayangkan Kris, seandainya saja saat itu aku bilang pada Naina..'ya papa merestui kamu Nai' maka dia akan meninggalkan segalanya demi kamu, kuliahnya, cita-citanya, impiannya... semuanya Kris dan aku tak ingin Naina mengalami hal yang sama dengan apa yang dialami mamanya.
Maka dari itu,aku meminta Haris anak dari temenku yang aku tahu dia juga sahabat kamu di sana, untuk membimbing Naina agar segera menyelesaikan studinya lebih cepat dan menjaga Naina disana, tentu selain Cindy temannya yang ternyata adik dari teman kerjamu disana.
ahh iya..dan hari ini itu juga rencana dia,dia ingin melihat kamu marah"
ucap Kenan dengan entengnya.
Krisna melotot dengan penuturan Kenan, bertepatan dengan munculnya Haris dari luar kamar, spontan Krisna menatap tajam ke arah si pembuat rencana.
Haris hanya menaikkan bahunya saja.
"Kris aku pernah berjanji jika kau tak mengusik Naina selama study nya aku akan menyerahkan Naina padamu, dan hari ini..dengan tangan ku sendiri aku menyerahkan anak gadisku yang paling berharga dan aku sayangi untuk menikah denganmu.."
kata Kenan sambil terlihat berkaca-kaca menahan haru dan bahagia.
Krisna tersenyum dengan bahagia, penantiannya selama ini berujung bahagia.
"o..ya..selama persepsi jangan katakan apapun dengan Naina, aku yakin dia akan menangis entah karena bahagia atau lega....aku tak ingin semua orang melihat Naina menangis..."
kata Kenan.
"Ya om nanti di kira Naina menikah karena terpaksa dengan lelaki ini!!"
Kali ini Haris menimpali omongan Kenan.
"Terimakasih Om, terimakasih atas apapun yang Om berikan padaku,dan apapun yang om lakukan untuk ku,bagiku Naina adalah segalanya om,dia bagai sebuah mutiara yang harus aku jaga dengan segenap jiwa dan ragaku.
mungkin aku tak bisa melimpah kan harta sebanyak yang om berikan pada Naina,tapi aku janjikan sebuah kebahagiaan untuk Naina om"
ucap Krisna dengan tegas.
__ADS_1
flashback off
bersambung...