
"Ma...pa...kak Nai mana? kok aku liat di kamarnya gak ada?" kata Kayla yang ikut duduk orangtuanya di ruang tengah.
"Tadi pamit papa terburu-buru nanti di kabari katanya,dia pergi sama pak yanto" jawab Kenan.
"lhoo pa,pak Yanto dirumah kok,barusan aja di bikinin kopi sama mbak Yuli" kata Kayla.
"Beneran Kay? coba panggil pak Yanto!"
sesaat kemudian pak Yanto supir pribadi Naina datang.
"Ada apa Tuan?"
"pak Yanto tadi gak nganter Naina?"
"Anu Tuan, mobilnya lagi ngambek baru saja selesai saya benerin,tadi saya nawari non Naina pake mobil bapak tapi katanya kelamaan karena harus ngeluarin dulu dari garasi" terang pak Yanto panjang lebar.
"Telepon gih pa!kok mama khawatir pa!"
Syila sang mama sekarang sering kali panik jika sehari atau beberapa jam saja tak dapat kabar dari anak-anaknya, kejadian hilangnya Naina dan Kayla diwaktu kecil begitu membekas di hati Syila.
"Udah Kay telpon pa..tapi gak aktif,aku telpon kak Belinda dulu deh, barangkali disana"
tut...tut...tut...
"Halo kak Bel...?"
"Maaf non,ini bibi....non Belinda pergi dari tadi,hpnya lagi di ces ini di ruang tengah,makanya bibi bisa angkat" jawab si bibi pembantu Belinda.
"Ya udah bi,bilang ya kalo tadi Kay telpon kalo orangnya datang suruh telpon balik, makasih bi".
"Gimana kay?" tanya mama dengan cemas.
"Mungkin sama kak Belinda ma,soalnya kak Belinda juga gak ada di rumah,kata bibi hpnya lagi dices di rumah"
"Coba aku telpon kak Ferdi dulu"
tut...tut...
"Ada apa bocil? ganggu aja...lagi bobok tampan nih!!"
"idihhh bobok tampan!! emang kak fer-fer gak keluar rumah?" tanya Kayla
"FER-DI!!! ferdi Kay....biasaan deh kamu! ngapain sih telpon??"
__ADS_1
"kakak gak sama kak Naina?"
"emang nai kemana? ada apa dengan dia?"
"Ciihh...kalo soal kak Nai aja langsung semangat!!" Kayla memanyunkan bibirnya mendengar reaksi Ferdi.
"Gak gitu bociiiill! kamu ngagetin aja sih,malam gini nanya Naina,kan kamu tau cil kalo Naina itu anak rumahan!jam 7 malam aja dia bakalan bilang dah kemaleman, sekarang bahkan dah jam 9 malam kamu nanyain Naina,kan aku juga khawatir!"
"Kak Nai pergi tadi,sampai sekarang belum kasih kabar,papa sama mama khawatir"
"Coba nanya Belinda?udah belum?"
"Udah!!"
"Abi?selain ma aku kan dia juga deket sama Abi"
"Ya udah deh aku telpon kak Abi aja, selamat bobok fer-fer!"
"Dasar bocil!!! ya ya selamat tidur!"
Seisi rumah makin panik,gak biasanya Naina tak ada dirumah jam segini,mana gak pamit pula,pada Ken pun dia hanya pamit sekilas dan Naina bilang nanti akan menjelaskan semuanya.
Syila semakin panik dan coba menghubungi semua teman Naina.
#######
tok..tok..tok..
"Kris...."
ceklek...
"Ada apa bu?" tanya Krisna sambil mengucek matanya, dilihatnya jam menunjukkan angka hampir tengah malam.
"Itu...bapak sama ibu pergi..mau ngelayat nak"
"tengah malam begini bu?emang siapa yang meninggal bu?"
"Ada....itu orangnya baik banget dulu sama bapak! kata bapak pengen liat dia untuk yang terakhir kali..."
"Ya udah Kris antar ya bu? kebetulan tadi mobil ditinggal ma Reno"
"Gak usah...jauh..ntar kamu kecapekan,kan kamu baru aja pulang"
__ADS_1
"Trus ibu naik apa? jangan naik motor bu...udah malem"
"Enggak kok,di barengi sama ma pak Bisri,itu udah didepan.... udah tidur aja lagi..ibu pergi ya!"
"Iya Bu hati-hati"
Krisna kembali lagi ke ranjangnya,mencoba memejamkan matanya kembali,belum juga sampai bener-bener terlelap,ketukan pintu kembali terdengar.
"Lho kok ibu mbalik lagi,katanya jauh tempatnya?" gumam Krisna
"Ya..bentar...." sahut Krisna.
ceklek...
Krisna shock! Dia kaget bukan main melihat siapa orang yang sedang ada di depan pintu rumahnya, pakaian yang sedikit kotor,dengan tampilan yang sedikit acak-acakan,dan terlihat darah yang sudah mengering di dahinya.
"Aku datang!! jangan tolak kedatanganku kak! aku gak ingin kehilangan kakak lagi!jangan pergi tanpa kabar lagi,aku gak suka!! pokoknya aku gak suka!!"
ucapnya sambil menangis sesenggukan di depan Krisna.
Jangan ditanya bagaimana reaksi Krisna,dia masih terlihat shock, dilihatnya ada beberapa luka lecet di lengan gadis itu.
"Nai?"
Tanpa pikir panjang, Krisna menarik Naina dalam dekapannya, membawa Naina masuk karena diluar dingin sedangkan Naina hanya mengenakan dress selutut tanpa jaket.
Di dalam kembali Krisna memeluk erat Naina,rindu yang di pendamnya selama bertahun-tahun,seakan ingin ditumpahkan semuanya pada Naina.
Keinginan nya untuk menyerah atas perasaannya pada Naina dibuang jauh-jauh saat ini,melihat bagaimana perjuangan dan pengorbanan Naina yang datang tengah malam dan dalam keadaan luka-luka hanya untuk menemuinya,membuat semangat baru dalam diri Krisna.
'Jangan menyerah sebelum berperang' begitu lah kata Reno yang selalu terngiang di benaknya.
"Bagaimana kamu bisa sampai sini Nai?dan apa ini...kenapa luka-luka begini?"
"taksi aku mengalami rem blong tadi,tapi untungnya kami berdua hanya luka ringan,trus aku langsung naik pesawat atas bantuan Belinda,aku gak mau kehilangan kakak lagi! kakak janji hanya menitipkan cincin ini....tapi..hiks..hiks...tapi kakak gak pernah datang untuk mengambilnya kembali!"
terang Naina sambil menunjukkan liontin berupa cincin yang dulu diberikan Krisna.
"Dasar gadis bodoh!!! kenapa berlari ke sini bukannya ke rumah sakit dulu hemmm?"
"Nai gak mau kakak pergi lagi!! trus itu pesawat terakhir malam ke kota ini,jangan tinggalkan Nai lagi!" kata Naina dengan polosnya
"Tidak akan!!!tidak akan nai, maafkan kakak karena terlambat!!" ucap Krisna sambil kembali memeluk Naina.
__ADS_1
bersambung...
#So sweet belum??ðŸ¤ðŸ¤... Krisna!!!!! berjuanglah...!!