Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
71


__ADS_3

Naina mengajak pak Angga dan Abizam berjalan menuju tempat dimana ia tinggal selama ini, Naina tak mau membuang waktunya,dia langsung menuju rumah pak Rahmat dimana dia menitipkan Kayla.


"Bu....bu kasih?buuuu" panggil Naina didepan rumah Bu kasih.


"Eehh nai,sudah pulang...sudah abis dagangannya?"


"Kayla mana bu?"tanya Naina.


"Lagi beli bakso sama Krisna,dia merengek terus tuh minta bakso"


ucap Bu kasih,dan baru sadar kalo di belakang Naina ada 2 orang yang menunggu.


"lhoo nai,siapa mereka?"


"eh iya bu....buu nai ketemu sepupu nai buuu" Naina berkata dengan binar mata bahagia.


"Maksudnya?"


"Bu tamunya di bawa masuk dulu.... dipersilahkan masuk, bukannya diajak ngobrol di depan pintu" kali ini suara pak Rahmat yang terdengar keluar dari dalam rumah.


"eh iya..mari masuk dulu..."


"saya Rahmat dan ini istri saya Kasih" ucap pak Rahmat sambil menyalami tamunya.


"Saya Angga pak dan ini Abizam murid saya dan katanya sepupu dari gadis ini" jawab pak Angga.


Kemudian pak Angga menceritakan awal mula mereka sampai di sini,bu Kasih yang mendengar semuanya ikut terharu dan senang,karena pada akhirnya Naina bisa bertemu lagi dengan keluarganya.


"Alhamdulillah nai....kamu bisa pulang sayang" ucap bu kasih sambil memeluk Naina.


"Iya bu..nai bisa ketemu papa dan mama"


"selama ini om dan tante tinggal di kota ini nai" setelah dari tadi Abi diam sekarang dia mulai berbicara.


" benarkah?"


"hemmm" jawab singkat Abi.


Dari luar rumah terdengar suara anak kecil berceloteh tak henti-hentinya.


"Kakak cantik, pokoknya kay mau yang baksonya besar,gak mau yang kecil...trs Kay mau yang ini buat kak Nai"


"iya nona berisik!"


"iihh Kayla!!nama aku Kayla kakak cantik!!! bukan Nona berisik!!"

__ADS_1


"Kak Krisna!!!nama kakak juga bukan kakak cantik!!!"


"kakak tampan Kay!" ucap Naina yang memang sering kali membenarkan panggilan kayla terhadap Krisna,yang baru saja keluar karena mendengar suara adiknya.


"lhoo udah pulang Nai?"


"iya kak..." jawab Naina singkat.


"Dek....coba tebak kakak bawa siapa?" tanya Naina dengan berbinar.


"bawa siapa? apa bawa mainan baru buat kay?" Kayla yang menyangka sang kakak membawa mainan baru ikut berbinar.


"bukan Kay....didalem ada kak Abi!"


"Abi? abi siapa?" tanya Kayla dengan muka polosnya.


"Kak zam-zam! ingat?"


Kayla seakan berpikir siapa yang dimaksud Naina, seketika mata Kayla melotot dan tersenyum,dia lari ke dalam rumah, terdengar di sana suara teriakan bahagia dari Kayla.


Krisna yang binggung akhirnya mencegah Naina yang mau masuk dan bertanya padanya.


"emang ada siapa nai?" tanya Krisna.


"sepupu kamu dari kota J?"


"iya kak,....kak Krisna akhirnya Nai pulang!"


ucap Naina sambil memegang tangan Krisna dengan berbinar, Krisna memandang Naina dengan tersenyum, akhirnya Naina bertemu keluarganya, itulah yang terpikir oleh krisna saat ini.


setelah tangan terlepas, bukannya ikut masuk Krisna malah mematung di teras rumahnya.


'Nai dan Kay pulang? aku pasti akan merindukan mereka,selama ini aku sudah terbiasa dengan mereka...' batin Krisna.


ya...6 bulan bukan waktu yang singkat untuk mengenal mereka, Krisna sudah terbiasa dengan tingkah manja Kayla, berisik nya sampai Krisna menyematkan julukan 'nona berisik' pada Kayla,sedangkan Naina,sosok yang membuat Krisna kagum,gadis 10tahun itu bener-bener tak sesuai dengan umurnya,gadis yang harusnya masih manja dan berbuat serta bermain seenaknya, nyatanya menjelma menjadi gadis yang tangguh,lemah lembut, mengayomi adik semata wayangnya dan pastinya jauh dari sifat anak berumur 10tahun.dan gini mereka harus terpisah,tapi benar... Nai dan Kay harus kembali pada orang tuanya.


Di rumah Kenan.... Syila sedang makan disuapi Kenan, keharmonisan dan kemesraan mereka tak pernah luntur walaupun sudah di karuniai 2 orang anak.


"mama besok ikut ya pa.." ucap Syila.


"Iya...makanya abis makan cepat tidur,aku sudah meminta pak Bisri untuk berangkat pagi buta"


"iya pa..."


"mama yakin mereka disana pa,hati mama yang mengatakan itu" lanjut Syila.

__ADS_1


"ya ma... Tuhan tak akan memberi cobaan diluar batas kemampuan kita ma"


"Bagaimana Jay?apa dia tidak menginap disini?"


"Dia sebentar lagi datang"


"Jay sudah bener-bener banyak membantu kita pa"


"iya ma...mama ingat Roni?"


"iya pa ada apa memangnya?"


"setelah kita ketemu anak-anak dan kembali ke rumah,aku dan Jay mau mengajak Roni biar bisa membantu Jay juga dan istrinya akan membantu mama,mereka bersedia ma.."


"malam pak,bu..." Jay datang menyapa mereka.


"kau sudah datang Jay?sudah makan?" tanya Syila.


"sudah bu...."


"sudah aku bilang kalo diluar kantor jangan terlalu formal Jay, panggil kakak saja..!"


ucap Kenan yang masih melihat Jay berkata formal padanya istrinya, Jay yang 5tahun lebih muda dari Kenan emang sudah dianggap sebagai adiknya sendiri.


"hehehehe iya kak...."


"sudah istirahat di kamar mu sana"


perintah Kenan,namun tiba-tiba hp Kenan berbunyi.


drt...drt....drt...


"Siapa ya? kok gak ada namanya?"


"Angkat saja kak, barangkali penting!" ucap Jay.


"Kamu angkat aja Jay, kadang-kadang klien kita yang telpon dan menawarkan hal aneh-aneh!" ucap Kenan sambil melirik Syila istrinya.Jay tau apa yang dipikirkan Kenan,kadang memang ada klien yang sengaja menyodorkan anak gadis atau sekertaris cantiknya untuk merayu Kenan agar mulus dalam menjalani kerja sama dengan Kenan, padahal Kenan bukanlah tipe lelaki yang seperti mereka pikirkan.


"Hallo.....dengan siapa ini?"


"---------"


"Abi?...Abizam?" ucap Jay sambil memandang Kenan yang ikut mengerutkan keningnya, mendengar nama keponakannya dari mulut Jay.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2