Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
Sisi lain Ferdi


__ADS_3

Papa Kenan cemberut saja pagi ini, padahal Ferdi sudah beberapa kali minta maaf, bukan karena Ferdi juga papa Kenan cemberut tapi Kamilaa dan sang istri Syila dari tadi ikut cekikikan melihat papa Kenan bermandikan susu dari mulut Ferdi. Ferdi tak bisa berlama-lama untuk meladeni sang papa karena pagi ini Ferdi ada meeting penting, begitu juga dengan Raisya yang sudah pamit duluan di antar oleh sopir rumah.


Pagi ini Ferdi membahas tentang pengelapan dana perusahaan untuk proyek baru mereka, dan dengan bantuan Jhon anak buah Ferdi dapat menemukan dimana keberadaannya Damar, sang pembuat onar. Pak Harto selaku manajer keuangan perusahaan sudah begitu bergetar kakinya karena merasa takut dengan Harimau liar yang sedang dalam mode mengamuk itu, jika dulu lelaki ini hanya takut berbuat kesalahan saat papa Kenan masih menjabat sebagai Ceo, namun berbeda dengan anak angkatnya Ferdi yang lebih mirip dengan Kenzo saudara kembar Kenan, pak Harto Sampai berkali-kali ke kamar mandi karena gugup dan sekarang dia sudah gemetaran di kursinya di ruang meeting saat menunggu sang Ceo datang.


Ferdi yang selalu terlihat slegean di depan keluarga nya kini terlihat garang!Ferdi masuk dengan kharisma nya yang tak pernah luntur, rambut gondrong yang di ikat rapi membuat dia malah terlihat seperti bos mafia, pak Harto sudah menahan pipisnya untuk ke sekian kali, lelaki berusia 48 tahun itu benar-benar gugup dan takut karena dia ikut andil akan pengelapan uang perusahaan karena dirinya yang kurang teliti. Ferdi duduk dengan tenangnya dan Amar berdiri di samping nya membuka meeting pagi hari ini!.


Marissa salah satu karyawan di bagian keuangan akhirnya di minta oleh Amar untuk menjelaskan duduk perkaranya, karena jujur saja melihat pak Harto Amar sudah merasa kasihan, lelaki tersebut berulang kali mengelap keringat di dahinya, Ferdi bahkan tak peduli sama sekali, tatapannya masih tajam pada seluruh karyawan nya, dia benar-benar merasa sangat marah kenapa dia bisa sampai kecolongan.


Marissa menjelaskan semuanya, ini benar-benar akal bulus Damar dan dia sudah melakukan lebih dari 2 kali, namun yang terakhir ini ada tanda tangan pak Harto yang bisa meloloskan rencana Damar.


Drt...drt....drt...


"Hallo tuan Ferdi!" suara di seberang sana.


"Iya Jhon?"


"bisakah tuan ke sini? saya masih ada urusan lain, tapi saya tidak bisa meninggalkan dia tuan!"


"Baiklah aku segera ke sana!"......tut..


"Amar! siapkan mobil! dan kau pak Harto!!!"


"Sa-saya tuan!" saut pak Harto cepat!!


"Buat surat perjanjian untuk pemotongan gaji mu selama 6 bulan ke depan sebanyak 45%!"

__ADS_1


ucap Ferdi namun pak Harto hanya diam saja.


"Apa kau lebih suka pensiun dini pak Harto?" lanjut Ferdi.


"Tidak tuan!! potong saja 50% tidak apa tuan!" ucap pak Harto sambil berdiri dan sedikit berteriak karena kaget!


"Baiklah 50%!" ucap Ferdi sambil berlalu dari ruang meeting di ikuti oleh Amar. Setelah kepergian Ferdi pak Harto langsung terduduk lemas di kursi nya.


"Bapak tidak apa-apa?" tanya Marissa hati-hati.


"50% Marissa.. 50%" teriak pak Harto sambil berlalu dsri ruang meeting.


"Diih kok marah sih? siapa suruh dia minta 50%, kan tuan Ferdi pintanya cuma 45%?...pak Harto memang bodoh! hi hi hi hi hi " gumam Marissa sambil cekikikan sendiri.


Di sinilah Ferdi sekarang! setelah Ferdi datang Jhon meminta undur diri karena dia harus mengatur pertemuan Haris dengan beberapa klien penting dari luar negeri.


Ferdi hanya diam saja melihat apa yang Damar lakukan! dan kemudian..


"Ha ha ha ha ha ha ha apa kau pikir aku akan mengatakan itu hai anak pungut!!" kata Damar berdiri dan duduk di kursi yang sudah disediakan di depan Ferdi. Damar merasa iri dengan Ferdi, anak pungut! begitu Damar menyebutnya menurut Damar sungguh tidak adil! dia yang lebih lama bekerja di perusahaan Kenan selama bertahun-tahun hanya di beri kepercayaan sebagai wakil manager keuangan.


"Ha ha ha ha ha ha!" giliran Ferdi yang tertawa nyaring.


"Lalu? apa maumu Damar? kau ingin posisiku sekarang sebagai anak pungut? ciihh harusnya kau membeli kaca besar dengan uang yang kau korupsi Damar!" sindir Ferdi.


"Siapa kau! yang mencoba bermimpi bersaing dengan Ferdi Hardiansyah! ha ha ha ha ha.. jangan terlalu tinggi bermimpi kalo jatuh rasanya sungguh sakit!!" lanjutnya.

__ADS_1


"Bangsaaat!!!! dasar anak pungut sialaaannn!!!!"


Damar dengan bengis menyerang Ferdi, Ferdi yang sudah bisa memprediksi serangan lawan di depannya dengan tangkas menghindari serangan Damar, mereka benar-benar terlibat dalam pertarungan sengit di apartemen tersebut.


Amar hanya diam sebagai penonton, sedang kan Ade tangan kanan dan sopir Ferdi yang menggantikan posisi Amar setelah Amar menikah dan sekarang hanya sebagai sekertarisnya saja.Sudah bersiap dengan kemudian yang akan terjadi nanti, walaupun dia tetap percaya bahwa tuannya itu tak mudah di kalah kan oleh lawan namun Ade tetap waspada. Setelah sekian lama pertarungan tersebut di menangkan oleh Ferdi dengan kondisi Damar yang babak belur.


" Bagaimana Amar? kamu sudah siap kan surat kuasa untuk penggalihan sebagian harta kekayaan Damar?"


"Brengseeek!!! aku pastikan kamu menyesal anak pungut!!" teriak Damar mendengar apa yang dikatakan oleh Ferdi!.


"Kau harus mempertanggungjawabkan kelakuan mu Damar!" kata Ferdi sambil menendang perut lelaki tersebut untuk terakhir kalinya. Damar tersungkur dilantai dengan memengang i perutnya.


"Lihatlah siapa dulu yang kau ajak berurusan dengan mu Damar!! tikus got seperti dirimu! tidak pantas berurusan dengan seekor Harimau liar sepertiku!"


ucap Ferdi dengan angguh nya, dan dia berlalu dari sana, Ade di minta untuk mengurus penyerahan Damar ke kantor polisi beserta barang buktinya yang sudah terkumpul, dan Amar bertugas mengalihkan harta kekayaan Damar senilai dengan uang yang dia korupsi.


Satu masalah terselesaikan dengan baik oleh Ferdi, dia pergi dari apartemen tersebut dengan lega!.


papa Kenan yang dulu masih menaruh kata maaf bagi setiap orang yang mengusik nya, namun tidak dengan Ferdi yang beringas bila sudah ada yang berani mengusik hidupnya, Damar contoh nya, belum juga bisa menyentuh Ferdi lebih dalam, dia sudah harus tumbang di tengah jalan.


bersambung....


Jangan lupa like ya...like gak pake koin kok🤭... jangan lupa komen ya..komen juga gak pake koin kok......


like dan komen kalian semangat buat aku walaupun gak bisa bales satu-persatu...

__ADS_1


Tetap beri semangat buat othor....soalnyabmulai sepi nih 🤭🤭🤭


__ADS_2