
Aryo sedang di dalam ruang kerjanya.dia mengambil foto yang diletakkan diatas meja,sejak anak-anak tau tentang naina,foto itu tak lagi ada didalam laci tapi dipajang diatas meja kerja aryo.
"Nai..... aku rindu banget sama kamu.." ucap aryo sambil mengelus foto dalam bingkai itu.
"Tugasku sudah selesai nai,mereka semua sudah tahu tentang kamu, mereka sudah bahagia nai.
tinggal kenzo yang belum mau menikah,tapi dia memang keras kepala".
Tiba-tiba aryo merasa nyeri di dadanya,dia meranjak dari kursinya untuk keluar dari ruangannya,dia ingin meminta tolong pada erlita istrinya.namun detik berikutnya aryo pingsan dan tergeletak dilantai.
"pa......ayo makan siang dulu" erlita masuk ke dalam ruangan itu bermaksud untuk mengajak aryo makan siang.betapa terkejut nya erlita melihat aryo sudah tergeletak di lantai.
"papa!!!.....syilaaaa" teriakan mama mertua nya membuat kaget syila dan buru-buru nerjalan cepat ke arah ruang kerja papanya.
"ma....ada apa dengan papa ma??" tanya syila panik.
akhirnya aryo dilarikan ke rumah sakit.syila dengan gemetar menghubungi suaminya.
"halooo ken...hiks...hiks....ken..papa"
"sayang....ada apa? kenapa menangis? apa kamu ingin sesuatu lagi?"
"papa ken....hiks...hiks... papa dibawa ke rumah sakit tadi mama nemuin papa pingsan di ruang kerjanya..hiks....hiks... sekarang papa di rumah sakit ken" ujar syila.
'iya...iya...aku kesana"
tut.
sambungan telponnya terputus,ken segera berlari keluar dari kantornya.sambil berlari dia menghubungi kenzo.
"enzo.....papa masuk rumah sakit segera kesana!". tut.
Kini mereka semua sudah di rumah sakit,hanya alex yang tak bisa datang karena ada meeting diluar kota.dia hanya memantau sang mertua lewat telepon istrinya.
"maa.... gimana keadaan papa?hiks...hiks..." tanya namira yang sedari tadi menangis tanpa henti.
"kita serahkan semua sama Tuhan ya nam"
kenzo terlihat mondar-mandir,kenzo adalah anak yang paling dekat dengan aryo.semuanya memang cemas tapi terlihat jelas kenzo lebih cemas dari yang lainnya.
Richo berlarian ke arah mereka, setelah mendapat berita dari sang istri yang kebetulan juga bekerja dirumah sakit itu.
"kak...gimana keadaan mas aryo?"
"masih ditangani rich..."
__ADS_1
"bagaimana bisa terjadi kak?" tanyanya kemudian.
"papa sedang di ruang kerjanya om, tiba-tiba saat mama mau mengajak makan siang kami menemukan papa sudah pingsan di lantai,jadi kami tidak tau apa yang terjadi" kali ini syila yang menjawab,dia kembali terisak di dekapan suaminya.
Dokter keluar dari ruang penanganan pasien.seketika semua orang berajak dari duduknya.
"bagaimana keadaan papa saya dok?" kenzo terlebih dahulu menanyakan papanya dengan tak sabar.
"Tuan aryo mengalami serangan jantung dadakan, untung segera di ketahui dan segera mendapatkan penanganan tapi kami belum bisa mengatakan kalo kondisi beliau stabil karena beliau belum melewati masa kritisnya".
"kami permisi dulu"
"terima kasih dok" hampir semua berucap yang sama.
######
"Naina?.....ngapain kamu di sini?"
seorang gadis tersenyum,dia duduk di sebuah kursi.
"Apa kabar mas?"
"aku kangen banget sama kamu nai,kamu gak pernah berubah...cantik!"
mereka saling berpelukan.aryo menumpahkan segala rasa rindu yang dia pendam didadanya.
"semua baik nai,...mereka semua baik-baik saja"
"nai.....kamu datang untuk menjemput aku?"
naina hanya tersenyum.dia mengenggam tangan aryo dengan lembut nya.
"kembali lah dulu mas,apa kamu tak ingin bertemu dengan kak erli?dia juga belahan jiwamu mas"
aryo diam,dia hampir melupakan wanita yang selama ini selalu menemani hari-harinya.ya erlita wanita lain yang juga sangat dicintai oleh aryo.
lalu dia tersenyum ke arah naina begitu pun naina tersenyum balik pada aryo.
"aku akan tetap disini mas, menunggu kamu datang kembali...kita akan bersama lagi mas"
" tunggu aku nai,....aku masih sangat rindu padamu"
"hemm.... pasti mas,aku menunggu kamu untuk bersama denganku".
Erlit sedang berada disampingnya aryo, mengenggam erat tangan suaminya.
__ADS_1
"ar....bangun ar....!" begitulah erlita saat bersama aryo,dia akan memanggil aryo dengan namanya.namun di depan anak-anak dia akan memanggil dengan sebutan papa.
"ar....bangun..jangan tinggalkan aku sendiri...jangan sekarang ar..hiks...hiks..."
"kamu harus bangun,aku gak mau kamu tinggalkan tanpa berucap apapun ar"
aryo mengerakkan tangannya tiba-tiba, membuat erlita seketika bersaip.
"ar....papa?" ucap erlita.
Dipandangnya wajah yang istri,dan kemudian aryo mengelus pipi erlita yang penuh dengan airmatanya.
semua yang ada di situ senang karna aryo sudah siuman.aryo memandang satu persatu orang-orang yang disayanginya,dia tersenyum dengan wajah pucatnya.
dipegangnya tangan sang istri...
"Naina sudah menjemputku er" ucapnya lirih tapi masih bisa di dengar semuanya.
erlita yang dari tadi terus menangis kini semakin terisak.
"Naina menjemputku er" ucap aryo kembali.
"Relakan aku bersamanya er" lanjutnya lagi.
erlita tetap menangis dan kemudian menciumi tangan aryo yang memegang nya, semuanya yang ada di situ hanya sebagai penonton saja,dengan menahan kesedihannya masing-masing.
"Relakan aku bersama naina er".
erlita menangis lebih keras lagi,tapi pada akhirnya dia mengangguk, mengiyakan permintaan sang suami.aryo tersenyum.
"kamu yang terbaik er,...aku sangat mencintaimu er,dan kamu tau itu" ucap aryo kemudian dengan suara yang semakin lemah.
sedetik Kemudian.
tiiiiiit
suara alat bantu aryo berbunyi cukup panjang, menandakan dia telah pergi untuk selamanya, erlita hampir tak bisa menguasai dirinya,richo dengan sigap merengkuh tubuh sang kakak.
perjalanan panjang seorang aryo telah berakhir, lika-liku kehidupan telah dilaluinya,setiap suka,duka adalah pelajaran hidup baginya.
cinta, penyesalan,rindu dan rasa bersalah pada naina yang bertahun-tahun dia pendam di dadanya kini dia bawa pergi bersamanya.meninggalkan belahan jiwanya yang lain yaitu erlita.
Naina mengangkat satu tangannya menyambut aryo,membawa aryo bersamanya,aryo menoleh ke belakang meninggalkan orang-orang yang disayanginya.kemudia meraih tangan naina dan berjalan bersama.
bersambung......
__ADS_1
*hiks....hiks....aku nulisnya sambil nangis!
ada cinta sejati seperti aryo pada naina dan erlita...dan aryo bener-bener punya 2 belahan jiwa*