
Ferdi dan papi Kenzo masih menunggu Raisya diperiksa oleh dokter, Tiba-tiba ponsel Ferdi berbunyi dan menampakkan nama mama Syila disana.
"Haloo ma!"
"Ferdi kamu dimana? "
"Ada apa ma? kenapa mama terdengar panik?"
"Kayla fer.... Kayla!!"
Tanpa banyak bertanya lagi, Ferdi mematikan sambungan teleponnya dan pamit pada Kenzo serta dengan segera berlari ke parkiran mencari dimanakah mobilnya di parkir.
Dia lupa bahwa dia di bawa oleh sopir Kenzo ke. rumah sakit, akhirnya dia menyetop sebuah taksi yang baru saja menurunkan penumpang di depan parkiran.
segera dia memerintahkan sang sopir untuk melaju cepat ke tujuan nya.
Sesampainya di rumah Ferdi berlari mencari sang mama.
"Ada apa ma?" tanya ferdi dengan paniknya.
"Kayla fer hiks...dia tadi pingsan...dia juga demam!! sepanjang hari ini dia marah-marah terus!"
"Ya sudah biar Ferdi atasi ma...mama tenang saja ya!" kata Ferdi sambil memeluk mamanya.
kemudian dia membawa sang mama untuk beristirahat di kamarnya, kebetulan pagi tadi papa Kenan bertemu dengan kakaknya yaitu Namira, mereka berencana untuk ke makan mama, papa dan bunda mereka, dan sampai saat ini Kenan belum kembali.
setelah memastikan sang mama istirahat, Ferdi keluar dan menuju kamar Kayla.
beberapa kali mengetuk pintu dan tak mendapat sautan, membuat Ferdi berinisiatif membuka kamar Kayla.
"Kay??" panggil Ferdi
__ADS_1
"pergi!! kak Ferdi jahat!! pergi!!!!" teriak Kayla begitu mendengar suara Ferdi.
Ferdi mendekati Kayla yang terduduk di ranjang sambil menangis, mencoba tegar beberapa bulan ini ternyata membuat Kayla lelah, Ferdi dan Krisna seakan bekerjasama menutupi keberadaan Haris apalagi beberapa Minggu ini jhon susah dihubungi.
"Kenapa kay?" tanya Ferdi lembut.
"Kakak jahat!! aku kangen banget sama dia kak! aku ingin bertemu dia kak hiks ..hiks....!"
"kakak tau!! kakak sudah pernah bilang kan Kay! yang tegar, sebentar lagi! tunggu sebentar lagi saja!! dokter yang menangani kak Haris sudah memberitahu kakak kalo sebentar lagi kak Haris akan sembuh total!"
Ferdi coba menenangkan Kayla dengan berbagai cara, dia tak mengatakan kalo saat ini Haris sedang drop kembali karena memikirkan papa dan istrinya serta si kembar makanya Ferdi membiarkan saja jhon memutuskan komunikasi diantara mereka agar Haris fokus pada pengobatan nya.
"Kay!! kalo kamu seperti ini terus! bagaimana dengan Eno dan Rio! mereka butuh kamu!! bagaimana dengan mama juga? papa! apa kamu gak memikirkan papa juga! dia sedang gak sehat Kay!"
"Kakak gak tau apa yang aku rasakan!!! aku tidak bisa bertahan lagi kak!!! aku mohon kak!! ijinkan aku bertemu dengan dia!! aku mohon!! Eno dan Rio sudah cukup besar untuk ditinggal sendiri!"
"mereka juga sudah tidak menyusu padaku kak!! jadi aku bisa pergi, sebentar kak! sebentar saja! hiks....hiks... ijinkan aku bertemu dengan dia! hiks.. hikss!" ucap Kayla dengan nada yang sangat memelas.
Ferdi melihat sang adik yang terlihat sangat hancur, Kayla lebih kurus dari biasanya, mata panda sudah terlihat jelas disana, Ferdi mengelus pipi tirus adiknya itu.
"Benar kak?? beneran kan?" tanya Kayla dengan mata berbinar.
"Iya, aku tidak mau kalo kak Haris melihat kamu dengan tampilan kayak gini!!"
"Iya.. Kay akan cantik lagi nanti! janji deh!" ucap Kayla nampak seperti anak kecil.
Ferdi hanya berharap, satu minggu lagi keadaan Haris akan membaik, agar saat bertemu dengan Kayla, Kayla tak merasa iba melihat keadaan suaminya.
*********
Di belahan bumi yang lain, nampak seorang lelaki sedang duduk di samping ranjang rumah sakit sambil mengupas apel di tangannya, dia lah Jhon sang asisten setia keluarga Dawson.Dulu dia mendampingi Beni menantu dari keluarga Dawson saat masih bekerja membantu perusahaan Kenan, namun setelah Ben kembali ke negara A kini dia menjadi asisten dari anak kedua keluarga Dawson yaitu Haris Dawson.
__ADS_1
Kesetiaan nya tak di ragukan lagi! dia memilih untuk mengabdi pada keluarga yang telah membesarkan dirinya dan membantu sang ibu yang kini telah tiada.
Hingga saat sang majikan di nyatakan sakit, Jhon rela mendampingi Haris layaknya sodaranya sendiri.Meninggalkan sejenak segala aktivitas nya di luar kantor dan pergi menemani langkah sang majikan ke negri sebrang untuk menjalani pengobatan.
sungguh kesetiaan jhon tak ada duanya, begitu pun tante Delina yang sangat menyayangi Jhon.
"Bagaimana keadaan papa jhon?" tanya Haris yang terbaring di ruang rawatnya karena keadaannya yang drop, dia bertanya pada jhon sambil memakan buah yang Jhon kupaskan untuk nya.
"Tuan Dawson sudah membaik tuan! saya harap tuan tidak terlalu memikirkan lagi semuanya! tuan harus fokus dalam pengobatan! Tuan Dawson sudah di atasi oleh beberapa dokter ahli tuan! jadi saya mohon jangan khawatir tuan!" ucap jhon penuh harap.
"Aku merindukan dia jhon!" kata Haris sambil menerawang menatap langit-langit kamarnya.
"karena itu sembuhlah tuan! jangan terlalu banyak pikiran!"
"Kau benar Jhon! anak-anakku pasti sudah besar ya jhon! apa mereka akan mengenali ku nanti jhon? mereka akan bisa mengingat aku papanya kan jhon?"
"ini tuan! video terbaru dari tuan ferdi! Beberapa hari yang lalu dia mengirimkan video karena keadaan anda kurang membaik saya baru bisa menyampaikan nya pada anda hari ini tuan"
"lihat Jhon! aku ingin melihatnya!"
Haris melihat kedua anak kembarnya bermain-main bersama Kayla dan dua orang perempuan yaitu baby sitter mereka, Eno masih terlihat belajar berjalan sedang Rio, tiba-tiba Haris meneteskan air matanya, hatinya sakit sekaligus lega secara bersamaan, semangat nya untuk segera pulih semakin besar, pengobatan nya sudah hampir 70% berjalan lancar tinggal beberapa tahap lagi, dan dia akan bisa kembali pulih, namun berapa lama waktunya dokterpun tak bisa menentukan, semua tergantung semangat nya untuk segera sembuh dan tentunya tahap-tahap pengobatan yang tak boleh terlewati sama sekali.
"Mereka anak-anakku Jhon!" kata Haris sambil menyentuh layar di laptop yang di berikan Jhon padanya.
"Iya tuan dan tuan harus berjuang demi mereka tuan!! "
Jhon memberikan semangat untuk Haris.
Haris diam saja, dia masih memperhatikan video di hadapannya, dia tersenyum tipis melihat bagaimana Ferdi begitu perhatian dan Eno yang begitu lengket dengan Ferdi.
"Kau benar Jhon, aku harus semangat untuk sembuh! jika pun aku tak akan bertahan! ada seseorang yang bisa menggantikan aku dengan sangat baik! aku rasa Tuhan akan sangat adil pada anak-anak dan istriku!"
__ADS_1
ucap Haris sambil terus menatap layar laptop di depannya, entahlah apa yang sedang di pikirkan oleh Haris.
bersambung...