Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
Haris vs Ferdi


__ADS_3

Flashback on


brakkk


"Apa ini??" Ferdi melempar sebuah map di meja kerja Haris.


Haris kaget dengan apa yang di lakukan oleh Ferdi, dia melihat apa yang dilemparkan Ferdi padanya.


"darimana kamu tau?" tanya Haris heran.


"aku rasa kamu gak perlu tau aku tau darimana!!"


"aku sudah menemukan dokter yang tepat untuk menangani semuanya!" lanjut Ferdi.


"aku sudah di rawat Fer!!"


"Aku tidak mau tau kak!! ikuti saranku atau aku akan membiarkan Kayla tau segalanya!"


"Jangan mengancamku Fer!! kau tidak berhak!!" ucap Haris yang terlihat emosi.


"Ya anggap saja aku mengancam mu kak!! kalo terjadi sesuatu padamu!! aku tak akan membiarkan semuanya, aku tak ingin Kayla dan kedua anak kembarmu nanti menanggung semuanya!!"


Ferdi pergi meninggalkan Haris, belum juga dia membuka pintu , Haris kembali berkata..


"kalo terjadi apa-apa padaku!! kamu yang harus menggantikan aku Fer!!"


"Brengsek kamu kak!!" ucap Ferdi sambil berlari ke arah Haris dan mencengkeram kerah baju Haris.


"Jangan pernah berani mati!! karena aku tak akan membiarkan semuanya terjadi!!"


"Ikuti perintahku kali ini kak!! aku tunggu jawaban kakak!!" ucap Ferdi.


"Tidak fer!! aku tak bisa meninggalkan mereka! aku sudah ditangani disini! jadi aku hanya akan melanjutkan semuanya disini!"


"kenapa kau tidak meminta aku membunuhmu saja kak!!! kau tau pengobatan disini tidak bisa maksimal!! jadi turuti perintah ku saja!!"


"Aku akan mengatur waktunya, setelah sebulan kelahiran si kembar kakak akan pergi!!" lanjut Ferdi.


Tak ada lagi Ferdi yang lemah lembut dan ramah seperti biasanya,emosinya sudah dia pendam beberapa hari ini, setelah memergoki jhon dan Haris di sebuah rumah sakit yang berbeda dengan rumah sakit langganan keluarga Kenan, Ferdi sudah curiga kepada Haris, dengan kemampuan Abizam, Ferdi memaksa sahabatnya itu untuk membobol sistem keamanan berkas-berkas di rumah sakit tersebut. dan hasilnya sungguh diluar dugaan Ferdi, namun Ferdi sudah mengantisipasinya dan dengan segera dia mencari dokter yang ahli di bidangnya untuk menangani sakit yang di derita Haris.


Ferdi pergi dengan emosi yang masih menumpuk di dadanya, hingga saat jhon melewati dan membungkuk padanya dia hanya berlalu tanpa mempedulikan keberadaan jhon.


"Tuan Haris?" panggil Jhon saat berada di ruangannya.


"Dia tau semuanya jhon!! aku harus apa!!?"


"Apa tuan Ferdi mengancam anda Tuan?"


"Dia terlalu menyayangi keluarga itu!"

__ADS_1


"Maaf tuan! kali ini saya mendukung tuan Ferdi!"


"Ciihhh kau mau berhianat??"


"Kalo itu bisa menyelesaikan masalahnya maka tidak apa dengan cap seorang penghianat tuan!"


"Sudahlah jhon! pergilah aku akan memikirkan semuanya!"


Sepeninggal jhon, Haris termenung dia kembali melihat map yang di berikan Ferdi padanya, disana terdapat nama dokter yang handal yang bisa menangani masalahnya, namun ini sangat jauh, dia berpikir bagaimana bisa berjauhan dengan Kayla selama beberapa bulan! baginya ini sangat mustahil,apalagi Kayla sebentar lagi melahirkan.


"Aku sudah ditangani di sini! aku yakin dokter di sini juga sangat handal!! aku yakin! jadi gak tak harus berpisah dengan kalian!" gumam Haris.


Ditempat lain, setelah kepergian nya dari kantor Haris dan Ferdi pergi ke sebuah cafe favoritnya, menikmati indahnya danau, cafe yang sama yang dia datangi bersama Raisya saat mengatakan dia akan menjadi perantara perjodohan Raisya kala itu.


Ferdi termenung,dia memikirkan kan bagaimana nasib Kayla dan kedua anaknya tanpa Haris! dengan sekuat tenaga dia akan berusaha membuat Haris sembuh dan mau menemui dokter yang di carikan oleh Ferdi.


Ferdi berjalan mengitari danau buatan tersebut, saat tak sengaja matanya menangkap seseorang yang tak asing di hadapannya.


"Raisya!" gumam nya.


Raisya yang tertunduk tak menyadari kedatangan Ferdi, Ferdi yang semakin mendekat akhirnya duduk disampingnya, namun tetap saja Raisya tak menyadari semuanya.


Tiba-tiba Ferdi mengambil minuman lemon yang ada ditangan Raisya dan dengan entengnya meminumnya sedikit. Raisya yang merasa terganggu akhirnya menoleh ke arah kiri dan dilihatnya ada Ferdi disana!dia begitu kaget dengan keberadaan orang yang akhir-akhir ini membuatnya susah tidur.


"Kak Ferdi?" panggil Raisya,ya sejak acara penolakan Ferdi kini Raisya memanggil Ferdi dengan embel-embel kakak.


"Ngapain sendiri disini! kayak orang patah hati saja!"


"Sama siapa ke sini?"


"sendiri kak!"


"sendiri?"


"hemmm....ini tempat kenangan buat aku kak!"


"oya? kok bisa jadi tempat kenangan?? tapi emang bagus sih tempatnya! nyaman!"


"iya bisa....ini tempat dimana aku di tolak oleh cinta pertama aku! aku akan mengingat semuanya seumur hidup aku!"


Ferdi hanya diam, dia tau apa maksud dari Raisya.


"Kakak sendiri ngapain kesini? makan siang?"


"Ini tempat aku menenangkan diri kalo lagi suntuk!"


"Sya? lupakan semuanya! aku yakin kamu bisa move on!" kata Ferdi serius sambil menatap mata Raisya.


"Apa kakak bisa melupakan kak Cindy? cinta pertama kakak?"

__ADS_1


"Aku bicara tentang kamu Sya!! bukan aku!"


"Tapi aku bicara tentang kita!"


"Tidak ada 'kita' Sya yang ada hanya 'aku dan kamu'!!"


"Dan itu sulit buat aku!" ucap Raisya lirih.


Ferdi hanya diam, entah apa yang ada di pikirannya.


cinta memang sulit untuk dipahami!.


Flashback off


Ferdi termenung kembali, memikirkan tentang Haris membuat kepalanya pusing, malah bertepatan dengan pertemuan nya dengan Raisya yang sudah beberapa minggu tak lagi dia temui.


"Haiiissshh susah banget di atur semuanya!!"


ucap Ferdi yang lagi memegangi susu botol yang di minum oleh Eno, bayi beberapa hari itu seolah menatap dan meminta nya untuk curhat.


"Apa??? Daddy kamu tuh susah di atur!! aunty kamu juga susah diatur!!" kata Ferdi kepada bayi yang bahkan tak tau apa-apa itu.


"uncle harus apa coba?? katakan?? ayoo... katanya!!"


"Ya jangan di pedulikan!!" celetuk seseorang di ambang pintu.


"Mama? sedang apa ma... istirahat saja! aku akan mengajari Eno begadang!"


"Heleh kamu tuh!! ini mama bikinin kopi buat kamu!"


mama Syila menyodorkan sebuah kopi dan setoples makanan kering.


"Ini apa ma?"


"Kue dari Raisya!"


"dia kemari? kapan?"


mama Syila tak menjawab, dia hanya memandang Ferdi dengan lekat.


"kuenya enak fer! cocok kayaknya dengan cita-cita dia yang ingin membuat sebuah cafe, bisa jadi menu camilannya ini!"


"Di belain banget! mama punya misi apa?"


"Misinya mama cuma nyari calon mantu buat unclenya Eno dan Rio!!" jawab mama Syila sambil berlalu dari kamar si kembar.


Ferdi melihat ke arah Eno lagi setelah kepergian mama Syila.


"Lihat kan No, bagaimana bisa uncle melihat kesedihan dimata keluarga ini lagi!! kalo mereka begitu sayang sama uncle!! bantu doa buat Daddy kamu ya!! kita bakal culik dia nanti!!"

__ADS_1


Ferdi selalu melakukan hal terbaik dan terutama untuk keluarga Kenan, karena baginya hanya itu yang bisa dilakukan untuk membalas semua kasih sayang mereka.


bersambung...


__ADS_2