Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
82


__ADS_3

Pagi telah menyambut Naina dengan cerahnya, sisa-sisa kecelakaan semalam membuat badan Naina pegal-pegal dan kurang nyaman,namun ketika Naina terbangun dan melihat isi kamar bukanlah kamarnya dia langsung tersadar kalo dia sedang berada di kamar Krisna.


Naina beranjak dari ranjangnya dan segera membersihkan diri dikamar mandi.


Naina memilih baju yang dirasa bisa dipakai...dengan celana kolor pendek milik Krisna malah terlihat seperti celana panjang,karena bila dipakai Naina panjangnya melebihi lututnya.


Naina keluar dari kamar mencari Krisna, ditelusuri ruangan sampai ke depan rumah,lalu Naina menuju kolam ikan dibelakang rumah dan tak mendapati Krisna disana.naina menuju dapur karena mencium bau masakan dari sana,bu Kasih pasti sudah datang,pikir Naina.


Namun sampai sana dia heran melihat Krisna yang sedang memasak, menyadari keberadaan Naina Krisna menghentikan kegiatannya,karena kebetulan masakan nya sudah matang.


"Kau sudah bangun?...ohh rupanya juga sudah mandi hemmm"


ucap Krisna sambil memeluk Naina dari samping,dan mencium bau sabun yang keluar dari tubuh Naina.


"kakak bisa memasak?"


"hemm...kakak harus bisa sendiri selama di negeri orang,kan kakak gak bawa istri kesana"


"emang kakak punya istri yang bisa dibawa kesana?" ucap Naina mengoda Krisna.


"Ada!...ini istri kakak!"


ucap Krisna sambil mencium pipi Naina singkat.wajah Naina sudah sangat terlihat malu.namun Krisna tidak peduli dia merasa sangat senang mengoda Naina pagi itu.


"Ayoo sarapan dulu, setelah itu kita telpon papa Kenan"


"Aku sudah telpon semalam"


"Benarkah? apa kata papa kamu?" tanya Krisna yang tiba-tiba terlihat cemas.


"hehehehe....jangan terlihat cemas kak,wajah kakak jadi lucu "


"Aku serius Nai!! kok malah di ketawain sih!"


"Naiiiii...sudah ayo sarapan!" lanjutnya.

__ADS_1


Mereka akhirnya sarapan di belakang sambil melihat ikan yang berlarian kesana kemari, sesekali bercanda serasa dunia milik berdua,bahkan dari tadi mereka tak menyadari kalo 2 pasang mata telah memandangi mereka dari dalam rumah.


"pak kok Naina disini? semalam kita pergi Krisna sendirian?ini masih pagi banget lho pak"


tanya bi Kasih pada sang suami,ya mereka baru saja pulang,karena tidak mendapat sahutan dari dalam rumah mereka masuk dan ternyata mendengar orang sedang tertawa riang dibelakang rumah.


"kita dapat mantu bu!" kata pak Rahmat senang.


"eh maksudnya?"


"tuhh mereka,masa' ibu gak paham sih!"


kata pak Rahmat sambil menunjuk ke arah Krisna yang sedang merapikan rambut Naina dan menyalipkannya ke belakang telinganya.


pak Rahmat yang memang sudah tau perasaan Krisna terhadap Naina sangat bahagia melihat itu semua.


Di sisi lain...


Kenan yang pagi-pagi sekali sudah bangun dan ribut di kamar bersama Syila.


"hoooammm" syila menguap dan menutup mulutnya dengann telapak tangannya.


"Ada apa Ken? ini masih pagi!"


"Sayang aku akan pergi ke kota S, kunjungan kerja"


"sepagi ini?"


"iya Jay sudah mempersiapkan nya! ayolah bangun...aku mandi dulu!"


ucap Kenan sambil beranjak dari ranjangnya, Syila yang melihat gelagat mencurigakan dari Kenan segera menghentikan kegiatan Kenan.


"Papa stop!!"


"kenapa ma?" tanya Kenan heran.

__ADS_1


"jangan pura-pura! sini tidur lagi! ya ampun pa ini bahkan masih pagi!"


"tapi aku janji ada kunjungan kerja ma,aku harus bangun dan mandi dulu ya"


"Tidak ada kunjungan kerja!aku tau yang dipikiran kamu pa!"


kata syila tegas sambil menarik suaminya kembali ke atas ranjang dan memaksa Kenan terbaring disamping nya lagi.


"Naina aman disana Kenan!!oh ya Tuhan bahkan aku tau apa yang kamu pikirkan!!" ucap syila yang gemas pada Kenan.


"Ma... Naina itu tidak aman ma! dia sedang bersama seorang laki-laki dan berada satu atap dengan nya..aku akan menyusul nya!"


"Aku sudah duga pa! kunjungan kerja?kerja apa hemm?ngerjai Krisna maksud papa!"


"Sudahlah pa...biarkan mereka menyelesaikan urusannya,kita tunggu saja kabar dari mereka" lanjut Syila.


"Sudah aku bilang ma! aku akan bikin perhitungan dengan Krisna jika dia berani menyentuh anak gadisku!!"


ucap Kenan mempertegas keinginannya.


"menyentuh Naina? seperti ini...."


ucap Syila sambil mendorong Kenan hingga terlentang diatas ranjang dan naik di atas perut suaminya serta memulai aksi nakalnya,wanita 45tahun ini bahkan sudah tak merasa malu lagi,yang ada di otaknya hanyalah bagaimana cara menenangkan sang suami karena kecemasannya terhadap anak gadisnya.


"Ohh ya ampun Syila!apa yang kamu lakukan.... minggir!!"


ucap Kenan,namun itu hanya dimulutnya saja, kenyataan nya tubuhnya terbawa suasana romantis yang di ciptakan sang istri.


"Ohh Tuhan,kenapa aku selalu kalah darimu syil...!"


Dan akhirnya Kenan membalikkan tubuh Syila dan dia mulai memimpin pertempuran mereka dipagi buta itu, sekilas terlihat senyum licik sang istri yang tak disadari Kenan.


'Kamu harus memberi mama hadiah Nai' batin Syila yang berhasil menggagalkan kepergian Kenan yang ingin menjemput Naina.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2