
Reno memberikan berkas-berkas yang dikirim oleh krisna semalam lewat email dan Reno datang meminta tanda tangan Krisna selaku pemilik perusahaan yang sebenarnya,karena selama ini semua karyawan hanya tau bahwa direktur utama perusahaan itu adalah Reno.
"Kapan kamu mulai ngantor?"
"belum tau Ren,kamu ajalah yang di depan...aku biar kayak biasanya aja!"
"lha gak bisa gitu juga Kris, semua orang juga harus tau siapa kamu"
"ya ntar aku pikirin lagi!"
"okey deh aku pergi dulu ya.....udah jam 8 juga nih!"
"kan ini weekend Ren,kamu ngapain sih buru-buru banget!"
"eh unta!! kalo bukan karena kirim baju buat Naina,ngapain juga aku nenteng berkas-berkas ke sini! mending 'ngeloni' Selvi di rumah!!...dah ah pergi dulu....
Bu.... Nai pamit dulu ya"
" mereka gak ada!"
"lho kemana?"
"pikun apa!! tadi kan pamit ke pasar!"
"iya juga.."
Dipasar Naina setia menemani Bu kasih membeli keperluan rumah, walaupun Krisna sudah sukses dan terbilang kaya,bu kasih masih lebih suka belanja dipasar,jiwa emak-emak yang irit masih melekat di tubuh wanita paru baya itu,ketika Krisna membeli rumah yang berada di tengah dan lebih dekat dengan perusahaan yang didirikan nya,sang ibu dan bapak tidak mau ikut, alasannya lebih enak di desa aja,atau lebih tepatnya dipinggir kota seperti sekarang.
Akhirnya Krisna membangun ulang rumah orangtuanya,namun masih mengusung gaya sederhana dan terlihat nyaman.
kolam ikan yang dijadikan pak Rahmat sebagai hiburan juga tak di hilangkan oleh Krisna hanya di perbaiki agar lebih indah.
"eh.... Bu kasih ini siapa? calon mantu ya?"
tanya ibu-ibu yang sebaya dengan bu kasih.
"eh bu hendro iya ini calonnya Krisna,masih ingat gak siapa?"
"Siapa ya?" kata bu hendro
bu kasih hanya tersenyum,bu Hendro adalah pemilik warung kelontong di daerah sepanjang jalan menuju rumah bu Kasih,dimana dulu Naina sering belanja disana,bahkan bu Hendro kadang memberi Naina gratisan roti kesukaan Kayla kalo Naina belum gajian.
"ini bu hendro,masih ingat?"
bu kasih malah tanya pada Naina.
"masih ingat bu!"
" bu Hendro ini Naina!" lanjut Naina.
"Naina?...." ucap bu Hendro sambil mengingat siapa Naina.
"Ya Allah Naina! kakaknya si berisik itu kan?? anu...anu...siapa nama adikmu yang berisik itu?"
"Kayla bu"
"iya..iya....ya Allah cantiknya Naina..."
__ADS_1
kata bu hendro yang senang bisa ketemu lagi sama Naina.
"eh bu kasih..jadi ibu ini udah jagain calon mantu dari kecil ya?"
goda bu Hendro pada bu Kasih.
"iya bu...tau gitu gak tak balikin bu ke orangtuanya,biar aku cepet dapet cucu"
gelak tawa terdengar diantara mereka,hanya Naina saja yang tersenyum dengan menahan malunya,karena dijadikan bahan perbincangan ibu-ibu itu.
Akhirnya Naina dan Bu kasih pulang,dijalan bu Kasih bertemu dengan bu Rt dan meminta Naina untuk pulang terlebih dahulu karena ada yang harus diurus oleh bu kasih dengan bu Rt.
"Lho Nai kok sendiri?" tanya Krisna yang sedang asyik menatap lap top nya di ruang tengah.
"ibu ketemu Bu RT kak,jadi mau mampir ada perlu"
"aku ke dapur dulu ya kak,beresin belanjaan"
"bapak mana kak?"
tanya Naina sambil berjalan menuju dapur.
"dibelakang....lagi liat ikan"
Krisna mengekor di belakang Naina, mengamati apa yang Naina lakukan.
"Nai...besok kita balik kerumah kamu ya"
kata Krisna yang terus mengekor Naina bahkan sampai Naina masuk kamar mengambil ponselnya.
"emmm kenapa kak?kan Nai baru sehari disini!"
'Kamu bisa bikin aku khilaf Nai' batin Krisna yang terus memandangi Naina.
"Ya gak papa...papa Kenan ketus banget sama aku Nai,aku kan juga pengen ngeluluhin hati calon mertua!jadi kita balik aja ya...sekalian aku ngomong sama papa Kenan"
ucap Krisna yang pada akhirnya gak tahan kalo gak meluk Naina.
"iihh kak! lepasin ih...!!"
"Ntar kalo kamu udah pulang gak bisa dipeluk-peluk lagi!! apalagi ada singa yang jagain kamu!"
ucap Krisna malah terlihat seperti anak kecil.
"Maksud kakak??"
"ya papa Kenan! kakak masih ragu sama papa kamu itu! abis ketus banget!!"
"mau nyerah kak?" tanya Naina
"gaklah!! walaupun papa Kenan jadi penghalang yang kokoh aq bakal luluhin hatinya!lagian aku bakalan minta dukungan penuh dari mama kamu dan si nona berisik itu! tenang aja,demi anak gadisnya yang cantik ini!..cup..."
ucap Krisna sambil mencium pipi Naina gemas.
"Kemarin katanya mau nyerah kak, sekarang nempel mulu!!"
"udah dong Nai....jangan diingetin lagi dong!"
__ADS_1
"Kamu juga udah Kris,nempel-nempelnya!! ingat belum sah!!"
ucap pak Rahmat yang tiba-tiba melintas melewati kamar Krisna yang masih terbuka.
Krisna tidak serta merta melepaskan Naina walaupun Naina sudah meronta didalam dekapan Krisna karena malu pada pak Rahmat.
"Kalo sampai Kenan tau!! kamu bisa dipecat sebelum ngelamar jadi mantunya Kris!'
teriak pak Rahmat dari dalam ruang tengah.
seketika Krisna melepaskan dekapannya dan mendekati pak Rahmat.
"Apa sih pak!.... Kris kan gak ngapa-ngapain Naina!"
"bapak percaya! Kenan?gak akan!"
"Pak lamar Naina buat Kris dong!"
"ya kamu dulu yang kesana Kris,adepi dulu papanya Naina itu, setelah itu baru keluarga kita kesana!"
"Nai papa kamu galak gak?"
tanya Krisna yang melihat Naina ikut bergabung denganny dan pak Rahmat.
"Kalo Nai bilang enggak kak,papa baik, penyayang,sabar dan selalu ramah!"
kata Naina yang menggambarkan sang papa,pak Rahmat yang mendengarnya hanya tersenyum.
"Kok kemarin telpon sama aku galak banget Nai?"
tanya Krisna lesu,terus terang Krisna belum siap menerima penolakan dari lelaki yang menjadi ayah dari wanita yang dicintainya bertahun-tahun ini.
"Iyalah Kris,kamu kan saingannya! lagian Kenan juga gak siap kalah telak dari kamu! wong yang kamu minta anaknya,kamu pikir seorang ayah bisa rela begitu saja melepas anak gadisnya,rebut hatinya dulu Kris,toh hati anaknya udah dapet!"
Krisna hanya manggut-manggut mendengar nasehat sang bapak,benar juga apa yang dikatakan bapaknya,hati anaknya udah dapat tinggal papanya,harus bisa pendekatan dan mengambil hati sang calon mertua,karena Krisna berpikir bahwa Kenan belum sepenuhnya kenal baik dengan Krisna, setelah beberapa saat Krisna langsung tersenyum karena mendapatkan sebuah ide.
"Nai kita gak jadi ke kota J besok!"
"emang kan Nai masih mau disini kak,masih kangen sama ibu dan bapak!,kan libur Nai masih lama kak" ucap Naina.
"Iya Naina sayang....siniin HP kamu gih"
pinta Krisna pada Naina.
"Buat apa kak?"
"udah siniin"
akhirnya Naina menyerahkan HP nya, kemudian Krisna mencari-cari sesuatu di HP Naina dan melakukan panggilan
tut...tut...tut...
"Hallo"
"Hallo nona berisiiikk......mau bantuin kakak cantik tidak?"
tanya Krisna dengan menaikkan ujung bibirnya sebelah.
__ADS_1
bersambung