Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
Ketegaran Kayla


__ADS_3

Krisna memutuskan untuk pulang dari rumah sakit, dia tak bisa membiarkan Naina berlama-lama di rumah sakit dengan perut buncitnya itu, begitu pula dengan Ferdi yang diperintah mama Syila untuk pulang, dia harus istirahat karena cidera yang di deritanya, namun Ferdi tidak mau pulang karena khawatir dengan keadaan Kayla.


"Udah kak, Kay gak papa...udah mendingan sekarang!". ucap Kay yang lebih terlihat tenang, dia tidak mau membuat semua orang panik dengan keadaannya.


Beberapa saat yang lalu setelah lebih tenang dia di perbolehkan menemui sang suami, begitu banyak alat medis yang menempel di tubuhnya, membuat Kayla menangis meratapi nasib suaminya.


"Beneran kay?" tanya Ferdi


"Iya....kak, kakak pulang aja, liat nih kakak juga penuh luka!! mana mau nanti anak aku punya Om 'boncel' semua!! jelek tau!!"


canda Kayla menetralkan suasana sedih dan tegang dari tadi. Ferdi yang tau Kay berusaha maksud Kayla hanya bisa mengacak rambut Kay kemudian mencium puncak kepala adiknya tersebut.


"Ya sudah kalo gitu....kakak pulang dulu!"


"hemmm!"


Kini tinggal Kayla mama Syila dan papa Kenan yang menunggu Haris yang masih terbaring di ruang ICU.


Kayla hanya bisa memandang dari balik kaca namun dokter masih mengijinkan Kayla masuk untuk sekedar melihat Haris. Doa - doa tak henti-hentinya dia lantunkan untuk Haris, dari balik kaca itu dia melihat bule tengil kesayangan tak berdaya, hanya diam terbaring dengan segala alat medisnya yang menempel di tubuh.


Sesekali dia menghapus airmatanya, berusaha terlihat tegar di depan kedua orangtuanya.


"Kay....? makan dulu ya?"


"Nanti aja ma....nanti Kay makan?" jawab Kay masih berdiri di depan kaca ruangan tersebut.


"Kay....kasihan calon anak kamu!...makan ya?"


"tapi ma...."


"Udah biar papa di sini kamu makanlah di kantin sama mama!" Kenan memotong omongan Kayla.


"Iya pa..."


Kayla seakan berat beranjak dari sana, namun bujukan sang mama semakin membuat Kayla tidak tega bila menolak.

__ADS_1


Akhirnya Kayla ikut makan mama Syila di kantin rumah sakit.


"Kay....pelan makannnya!"


"Kay harus makan banyak ma, biar bisa nungguin kak Haris biar gak sakit! ada adik bayi juga ma!"


ucap Kayla tersenyum sambil melahap makanannya, namun karena terlihat sedikit rakus malah membuat sang mama meneteskan air matanya, Tegar berusaha tegar begitu yang dilihat dari sosok anak bungsu nya kali ini, Kayla anak yang manja dan cerewet ini, tiba-tiba berubah menjadi gadis lain. Cobaan hidup yang gini dialami Kayla terasa begitu berat dimata mama Syila, karena sepanjang hidupnya Kayla tak pernah sekalipun menderita atau terluka, bahkan Ketika dia masih kecil dan hilang bersama Naina, Naina membuat dia tetap bahagia seakan tak pernah terjadi apa-apa.


Kini anak gadisnya itu berusaha untuk tersenyum semanis mungkin agar serpihan luka diwajahnya tak nampak dimata orang-orang yang mencintainya.


"Ma....mama!"


"Eh iya Kay!"


"Kay udah selesai makan!"


"Iya yuk kita kembali ke papa"


Semalaman Kayla tidur dibangku tunggu di depan ruang ICU, dengan bujuk rayu mama Syila mengajak Kay pulang dan tidur di rumah nanti bila sudah menjelang pagi dia akan diantar sopir kembali ke rumah sakit, namun Kayla menolak dia berharap bila sewaktu-waktu Haris bangun dia akan ada di sampingnya dan orang pertama yang di lihat oleh Haris adalah Kayla.


"Sayang.... Kayla...." panggilnya.


"Mama...hiks ....hikss...kak Haris ma...."


"Sudah sayang.....sudah...haris akan baik-baik saja okey?"


"kamu sudah sarapan? mama dengar kamu menginap disini?" lanjut mama Delina.


"Ya ma...nanti Kay makan! boleh kay makan disini saja ma?"


"iya ..jhon?... belikan makan untuk Kayla!"


"Baik nyonya" jawab jhon yang baru menjelang pagi tadi kembali dari luar kota karena urusan bisnis menggantikan Haris dan langsung menjemput mama Delina ke bandara.


"Sayang......kita berdoa saja ya yang terbaik buat Haris!"

__ADS_1


ucap mama Delina yang nampak tegar,di sampainya sang suami nampak diam kemudian berjalan menuju depan kaca ruang ICU,melihat anak lelakinya terbaring tak berdaya disana, berkali-kali tuan Dawson memejamkan matanya mencoba untuk terus tabah akan cobaan yang di berikan Tuhan pada keluarga.


Dia teringat dengan kejadian naas 10 tahun silam, kecelakaan maut yang melibatkan anaknya saat itu, hari ini seakan dia mengalami dejavu...melihat kembali anaknya terbaring dengan berbagai alat medis, kala itu cukup lama Haris mengalami koma dan saat ini...tuan Dawson bahkan tak berani berandai-andai tentang keadaan putranya.


'Kau harus bangun Haris!! sekarang anak seseorang yang menunggumu bangun! papa harap kamu bangun Hari!! batin sang papa.


Dari kejauhan nampak mama Syila datang ke rumah sakit, setelah berbincang sebentar dengan mama delina dan berpelukan saling menguatkan diri.


Kini Kayla di apit dua orang mama yang sangat menyayanginya, dengan telaten mama Delina menyuapi Kayla.


Mama Syila sudah menceritakan perihal kehamilan Kayla, secara bersamaan mama Delina senang dan sedih, senang akhirnya dia akan segera menimang cucu anak dari Haris, dan sedih karena disaat kehamilan Kayla justru Haris dalam keadaan kritis.


"Dihabiskan ya?"


"Ya ma .. Kay harus kuat biar bisa memberi kekuatan pada kak Haris dan bayi Kay!!"


Kay tersenyum semanis mungkin, dia sudah berjanji untuk tegar menghadapi cobaan yang telah Tuhan berikan padanya, dia tak ingin setres karena hal ini, setres hanya akan membuat dia kehilangan kedua orang yang dia cintai, Haris dan bayinya.


Dia harus bisa mempertahankan keduanya.Paling tidak dengan keadaannya yang sehat Kayla bisa mendampingi Haris di masa-masa sulitnya.


Baru juga selesai makan, Kayla dan semuanya melihat seorang dokter berlari masuk ke dalam ruang ICU karena teriakan seorang suster.


Tiba-tiba korden kaca di ruang ICU di tutup, Kayla dan yang lain berkesiap melihat pasien yang di tangani adalah Haris, semuanya berdiri di depan kaca ICU tersebut, terlihat mama delina yang tadinya baik-baik saja, histeris tiba-tiba di dekapan sang suami. Kayla hanya terdiam, mengatur nafasnya sedangkan mama Syila memeluk Kayla dari samping.


"Semuanya akan baik-baik saja Kay!" kalimat yang terucap dari mulut mama Kayla.


Kayla menoleh dan tersenyum pada sang mama


"Kak Haris tidak sekejam itu ma!! dia akan bertahan demi Kay!"


ucap Kayla sambil mengelus tangan sang mama yang memeluknya.


Kayla yakin....dia hanya bertahan dengan keyakinan nya, yakin bahwa Haris akan kembali baik-baik saja,yakin Haris akan bertahan demi dirinya.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2