
Menunggu kelahiran anak Haris dan Kayla beberapa waktu lalu membuat Ferdi merasa cemas sendiri ketika esok hari sang istri harus melakukan pemeriksaan kandungan.
Tak dapat di pungkiri, kedua anak Naina ferdi ikut hadir, malah anak kedua Naina, Ferdi berada di ruang bersalin menemani Naina sampai dokter yang kala itu menemani Naina berpikir apa Naina mempunyai dua suami, karena dokter kandungan yang biasa menangani Naina sedang berada di luar kota, perkiraan kelahiran Naina maju dari jadwalnya. sedang Kayla, ferdi juga ikut partisipasi hingga pengalaman itu sedikit banyak membuatnya cemas, masih ingat jeritan wanita-wanita kesayangannya itu di telinga Ferdi kala melahirkan.
"Kamu belum berangkat? kok malah nongkrong disini?" kaya Krisna yang tiba-tiba saja Ferdi sudah berada di ruangannya bersantai ria.
"Gak jadi kak, dokternya masih besok sore!" saut Ferdi sambil asyikk memainkan game di ponselnya.
"Mana ada Ceo jam segini main game duduk santai seperti ini!"
ucap Krisna yang melihat Ferdi sudah melepaskan jas dan menggulung lengan kemejanya dengan santai, bahkan dasi di lehernya sudah terlepas dari tadi.
"Kalo karyawan mu sampai tau! di kira Ceo abal-abal kamu Fer!" lanjut Krisna,dan Ferdi hanya bisa melirik kemudian dia mematikan game nya.
"Kadangkala aku kangen dengan kebebasan ku kak!! pergi kemana pun tanpa dikenal orang! nongkrong dengan Naina, Belinda sama Abi...duuhh aku udah tua ya kak! masa-masa kuliah itu... sekarng aku kangen!"
ucap Ferdi membayangkan betapa susahnya dia bertemu dengan sahabat-sahabatnya. Abizam yang sekarang sudah menjadi Ceo di perusahaan Daddy nya sudah jarang bisa dia temui, dan juga Belinda istri Abi sekaligus sahabat nya juga jarang bisa bertemu,karena Belinda lebih memilih mengasuh anak-anak nya daripada terjun ke dunia bisnis, dia juga sudah sibuk dengan kedua anaknya yang jaraknya tak terlalu jauh, hanya berjarak 7 bulan saja, hingga kadangkala Belinda sangat kerepotan, namun Abi juga tak tinggal diam, lelaki dingin dan pendiam itu cukup mahir memperlakukan kedua jagoannya.
"Biasanya dulu waktu masih kerja sama kakak, aku bebas makan di mana aja, kalo sekarang! baru juga mesen makanan sudah banyak banget yang menyapa,harus private room kalo gak mau di ganggu! padahal aku gak begitu suka private room....aku ingin makan di restoran seperti kebanyakan orang!"
entah mengapa Ferdi hari ini ingin curhat sebanyak-banyaknya pada Krisna, lelaki satu kampung dengannya itu emang yang paling nyaman membuat dia bisa meluapkan segala unek-unek di hatinya, dia punya papa Kenan, tapi tak semuanya bisa dia keluarkan bila bersama papa Kenan.
"Kamu ingin melepaskan jabatan kamu?" Krisna malah menangkap sesuatu yang di rasa Krisna tak nyaman untuk Ferdi.
__ADS_1
"Gak gitu juga kak! kalo aku mundur..gimana perusahaan papa? aku hanya kangen masa lalu aku!!" kata Ferdi sambil menghempaskan punggung nya di sofa yang di duduki nya.
"Kita gak bisa mengubah masa lalu Fer, hidup itu terus berjalan!"
"Iya kak! kakak ingat dulu kita bahkan tak sesibuk ini! kakak sekarang juga sudah menjadi orang kaya..... hidup kita jauh dari sebelumnya kak! bahkan jauh sekali!! aku bahkan tak pernah membayangkan kalo kita berdua bisa masuk keluarga papa Kenan! apalagi mengingat kakak yang sudah menyerah untuk Naina kala itu"
"Dulu aku merasa gak pantes Fer!"
"Dan sekarang aku masih merasa gak pantes kak dengan semua yang aku dapatkan! aku selalu berpikir!! hidupku terlalu sempurna!"
"Bukannya itu harus kamu syukuri?"
"Kakak benar! tapi ketika aku melihat senyum mama dan papa....aku selalu teringat ibu dan kakakku kak!.... ada rasa tak rela ketika mereka pergi terlebih dahulu tanpa melihat aku bahagia seperti sekarang!" entah mengapa hari ini Ferdi begitu terlihat melow...semua kata-katanya sukses membuat Krisna hanyut dalam curhatan hati Ferdi.
"Hayoo kita pergi!" ajak Krisna
"kemana kak?" tanya Ferdi heran
"Anggap saja bolos sekolah!!" Krisna menarik tangan Ferdi karena tak kunjung berdiri, Krisna melepaskan tarikan tangannya ketika Ferdi sudah mengikuti langkah Krisna keluar dari ruangan dan bahkan keluar dari perusahaan milik Krisna.
Beberapa saat kemudian....
Ferdi menatap tak percaya apa yang ada di depannya,dia berpikir bagaimana Krisna bisa menemukan tempat seperti ini.Melihat Ferdi hanya bengong Krisna tersenyum, karena dia tau Ferdi masih tak percaya dengan apa yang di temukan oleh Krisna. Krisna melepaskan sepatunya, jas yang dipakai juga kemejanya, dia hanya menyisakan celana panjang nya dengan kaos tipis berwarna putih polos di bagian atasnya.
__ADS_1
"Gimana udah berasa pulang kampung??"
tanya Krisna yang merenggang kan otot-otot nya,dia melakukan pemanasan sebelum memulai aksinya.
"Wow......aku kangen dengan suasana seperti ini kak!!" ucap Ferdi dan melakukan hal yang sama dengan apa yang di lakukan Krisna,dan beberapa saat setelah nya..
byuuurrrr....
Mereka menjeburkan diri ke dalam sungai yang masih terlihat jernih walaupun tak sepenuhnya, Ferdi berenang kesana kemari seperti seorang anak kecil,dia bahagia Krisna memang the best, dia selalu saja bisa membuat Ferdi terkagum dengan kakaknya yang satu ini, tak pernah ada yang tau kalo segala tindak tanduk Ferdi, Krisna lah yang ada dibelakangnya selama ini, yang mereka tau Ferdi otak dari segalanya,namun tak ada yang tau bahwa konsultan terbaik yang Ferdi miliki adalah Krisna, Lelaki yang selalu suka bertindak di balik layar, seperti mengurus sakitnya Haris kala itu, 50% tindakan Ferdi adalah otak dari kerja keras Krisna.
Saat ini Ferdi benar-benar senang, dia serasa kembali ke kampung halamannya,tempat dimana dia dibesarkan, tempat dimana orang-orang pertama kali dia kenal dalam hidupnya, dia ingin kembali? tentu saja! makam sang ayah,ibu dan kakaknya Fahri semuanya disana, namun Ferdi sekarang bukanlah Ferdi yang dulu, Ferdi yang sekarang hanya bisa setahun sekali atau bahkan sesempatnya dia datang berkunjung ke kampung halamannya,karena Ferdi harus banyak menanggung beban banyak orang, tanggung jawabnya besar untuk kelangsungan karyawan-karyawan nya yang tergantung akan kepemimpinan nya.
Senyum Krisna mengembang,melihat Lelaki yang dia anggap adiknya sendiri itu, tersenyum bahagia walau hanya berenang di sebuah sungai yang terlihat masih nampak alami.
tempat Ferdi dan Krisna berenang...... mengingat masa lalu mereka.
bersambung....
Efek gak bisa mudik.... author kangen yang di sana....
Semoga Corona segera berlalu, doa kita semua dengan tulus, maka Tuhan pasti akan mendengar nya.
__ADS_1