
Matahari sudah menampakkan dirinya hari ini hari Minggu, hari dimana semua keluarga kumpul termasuk Krisna dan Naina, namun di kamar si kembar belum nampak ada pergerakan sama sekali. Haris yang sudah bangun dari tadi membuka perlahan kamar anaknya, diambang pintu dia kaget melihat kondisi kamar yang berantakan.
Ferdi terduduk di bawah dan sedikit terbaring bersandar di sofa dengan mulut yang sedikit terbuka dan Eno yang ada di gendongan nya sedangkan Rio sibungsu terlihat terlelap di sofa yang di batasi guling dan dirinya agar tidak jatuh.
"Oohh God! what happen?" pekik Haris.
Mama Syila yang kebetulan memang ingin membangunkan cucu-cucunya juga ikutan melongo dengan apa yang di lihatnya, jiwa reporternya keluar..
"Kay.... pinjem ponsel!" teriak mama Syila namun tak terlalu keras.
Kayla datang dengan ponsel yang ada di tangannya.
"Ada apa sih ma?" tanya Kayla
"noh..!! kayak nya Ferdi sukses ngajarin si kembar begadang kayak yang dia bilang semalam!"
"Ya Tuhan mama!! liat ma .. anak-anak aku!! gimana bisa mereka tertidur di sini! bukannya mindahin ke box!" ucap Kayla sambil berjalan menuju ke arah sofa.
"Kak!! kak Ferdi?" Kayla membangunkan Ferdi dengan mengoyang- goyangkan badan Ferdi.
"ehhmmmmm hoamm...apa sih ma masih ngantuk!" igau Ferdi.
"Kak!! bangun ih!! udah pagi nih anak-anak perlu di mandiin!"
Ferdi mulai menyadarkan dirinya, dia begitu kaget ada seorang bayi di dadanya... kesadarannya belum pulih.
"oh Tuhan Kay!! aku melahirkan??!!!" pekiknya.
"Hah??? mimpi!!! bangun....bangun...bangun....siapa yang melahirkan kak!!!"
ucap Kayla sambil memukul i Ferdi agar tersadar.
"Iya....iya...iya...udah bangun nih!!" ucap Ferdi sewot.
Kemudian Kayla dan Haris mulai memandikan anak-anak mereka , mereka sarapan bersama setelah nya mereka berkumpul di taman belakang sambil bercanda...
Ferdi sudah siap untuk pergi
"Lhoo mau kemana Fer?" tanya papa kenan.
"Ada urusan sebentar pa!...pergi dulu ya semua!!"
ucap Ferdi sambil pergi dari taman belakang.
"Pa....kapan acara pengangkatan Ferdi ngantiin papa?" tanya mama Syila.
"Dia minta di undur sampai bulan depan....dia masih ada urusan katanya!"
"Kalo kamu udah dapat gantinya Kris?" tanya papa kenan pada Krisna.
"Udah pa... rencana nya dari kantor yang di kota S dia juga kompeten sama seperti Ferdi".
"Kamu Haris, Ferdi hanya berencana menjabat beberapa saat setelah kamu di rasa sembuh dan dapat mengantikan dia,ferdi akan melepaskan semuanya untuk kamu! jadi papa rasa kamu harus sudah siap!"
__ADS_1
"Iya pa...aku akan usahakan!" ( semoga Tuhan memberikan aku kesempatan pa) batin Haris meneruskan kata-katanya.
*******
Haris tergelak di kamar mandi, sudah satu bulan ini dia merasakan kepalanya sering sekali pusing, bahkan tiba-tiba saja tak sadarkan diri juga beberapa kali di alami nya. Tak seorangpun sadar dengan keberadaan Haris di kamar mandi hotel tersebut, hari ini adalah perayaan pernikahan Rasya anak sulung papi Kenzo.
Naina dan Kayla membawa serta anak mereka, Eno dan Rio sedang lucu-lucunya, mereka sudah berusia 3 bulan, karena acara yang di adakan in door makanya Haris membawa anak beserta istrinya.
Ferdi memang menempatkan seseorang di dekat Haris, mendengar laporan dari orangnya bahwa Haris ke kamar mandi tak kunjung keluar, Ferdi berlari ke toilet yang di tunjukkan padanya.
"Dimana dia?" tanya ferdi panik.
"Dia masuk kedalam tuan! tapi saya belum berani mengetuk nya!"
"Haiiishhh!!...."
"Kak!!?? Haris??? Haris??!!!" Ferdi mengedor-ngedor pintu toilet itu, beberapa orang yang ada di sana sekilas melihat apa yang dilakukan Ferdi.
"Di mana jhon??? kemana dia pergi!?" tanya Ferdi pada orang suruhan nya.
"Tuan jhon di perintahkan dari tuan Haris entah kemana!"
"Dobrak!" perintah Ferdi.
Braaak....braaakk.... braaakk
orang suruhan Ferdi mendobrak pintu beberapa kali, dan pada akhirnya terbuka juga.ferdi kaget melihat Haris sudah tergeletak di kamar mandi.
"kak Haris!!!!" pekik Ferdi.
Disana dia menelpon dokter Agatha, dokter yang menangani Haris.
beberapa saat kemudian dokter datang dan segera menangani Haris.
"Dia sepertinya telat meminum obatnya!"
"Bagaimana perkembangan nya?"
"Aku rasa di harus segera di bawa kesana, aku sudah konsultasi dengan dokter rekomendasi anda pak!"
tok...tok... tok..
"Masuklah!" perintah Ferdi ketika tau siapa yang datang.
"Maafkan saya tuan Ferdi!! saya lalai!" ucap Jhon dengan wajah paniknya.
"Apa yang kau lakukan?"
"Saya mengambil obat di apartemen tuan, karena kemarin nona Kayla sempat curiga! maka sisa obat di taruh di apartemen saya tuan! maaf saya tidak tau kalo tuan Haris kehabisan obat!"
"Sudahlah Jhon!! bersiaplah kau akan menemaninya selama pengobatan dan terapi!" ucap Ferdi
"Dan terima kasih dokter! Jhon! antarkan dokter Agatha!"
__ADS_1
"Mari dokter!"
"Baiklah saya permisi dahulu!" pamit dokter Agatha.
Setelah kepergian mereka, Ferdi termenung di sofa, dia sampai lupa di bawah ada resepsi pernikahan Rasya.
"Kau bodoh kak!! kau sungguh bodoh!" gumam Ferdi.
Setelah beberapa saat Haris siuman dan karena suntikan pereda nyeri yang di berikan dokter Agatha membuat Haris pulih kembali.
Ferdi dan Haris kembali lagi ke pesta pernikahan Rasya, dari kejauhan Ferdi dan Haris berhenti karena melihat Kayla berkumpul bersama si kembar dan seluruh keluarganya, ada Abizam yang sedang menggendong salah satu si kembar dan ada juga Krisna yang mengendong ananknya.
Ferdi berhenti disusul oleh Haris, melihat bagaimana bahagia nya keluarga mereka.
"Kau tau kak!! kita bukan siapa-siapa diantara mereka! kita hanya orang asing yang kebetulan mengenal dan masuk ke keluarga mereka, keluarga yang sangat baik, harmonis dan penyayang!
aku bahkan bisa melakukan apapun kak! apapun itu agar tak membuat mereka bersedih! senyuman dan tawa papa dan mama bagiku adalah segalanya,tentu nya tawa itu ada karena kita anak-anaknya yang menciptakan nya kak! jadi kak!!! bisakah kakak menciptakan tawa di wajah mereka dengan hanya sedikit saja berkorban kak!
Ingatlah Kayla dan si kembar,bukan hanya sekarang kak! tapi sampai kakak menua bersama dan melihat anak-anak kakak hidup damai dan bahagia! bisakah kak??"
Haris hanya diam, dia tau kemana arah pembicaraan Ferdi, Haris berfikir keras dan mencoba mempertimbangkan segalanya.
"Kita bertemu besok di apartemen jhon, membahas ini lebih lanjut Fer!" ucap Haris meninggalkan Ferdi seorang diri.
Ferdi sendiri, menegak minuman yang kebetulan di bawah seorang pelayan di hadapannya.
"Semoga kalian selalu bahagia!" sambil menatap canda tawa keluarga nya yang sedang berkumpul.
Tiba-tiba tangan Ferdi di tarik seseorang dan membawanya ke taman yang dekat di sana,karena lampu remang-remang tak terlihat jelas siapa yang menariknya.
sampai dia dihempaskan di sebuah bangku taman dibawah pohon yang agak rindang.
"Raisya!!" pekik Ferdi kaget.
Raisya tak memperdulikan kekagetan Ferdi, seketika dia naik di pangkuan Ferdi dengan posisi seperti anak kecil yang sedang di gendong di depan. Belum juga kekagetan pertama Ferdi hilang, dia di kagetkan lagi dengan tingkat ektrim Raisya.
Raisya tiba-tiba mel*um*at bibir Ferdi dengan lembut, memberikan h*i*sa*pan kecil di sana, jangan tanya kan bagaimana Ferdi, dia hanya melotot dengan apa yang dilakukan Raisya.setelah puas mencium Ferdi Raisya melepaskan ciumannya.
"Aku akan terus berjuang mendapatkan kamu! mengerti!??!"
ucap Raisya tegas, disinilah sifat papi Kenzo keluar di dalam dirinya, Ferdi saking shocknya hanya bisa mengangguk saja.
"Kalo sampai perjuangan ku tak membuahkan hasil! aku akan melepaskan kamu ketika kamu menikah!! mengerti!!??"
sekali lagi Ferdi mengangguk.
"Bagus!! mulai sekarang kamu adalah cowok incaran aku!! aku akan menempel bak ulet keket seperti yang kamu bilang!???"
"Ahh...aku bahagia!!" ucap Raisya sambil memeluk leher Ferdi karena merasa Ferdi tak melakukan penolakan.
Ferdi seketika terbangun dari kekagetannya, dan melihat bagaimana posisi Raisya.
"Ehem..ehem..ehem!!"
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan Raisya??!!! Turun dari pangkuanku!!" ucap Ferdi.
bersambung...