
Setelah perdebatan dengan Kayla di kantor nya, saat ini Jhon dan Haris sudah berada di dalam mobil.
"Kapan kau akan melamarnya?" tanya Haris membuka suara, dia bertanya pada lelaki yang 3 tahun lebih tua darinya itu. Jhon hanya melirik ke samping, Haris memang tak pernah mau duduk di belakang bila Jhon sedang menyetir, dia tak pernah menganggap Jhon sebagai bawahannya bila berada di luar kantor, dia selalu menganggap jhon sebagai kakaknya seperti yang di ajarkan mama Delina.
"Aku tak tau!" jawab Jhon singkat.
"Segera di nikahin! di ambil orang baru tau rasa kamu!!"
"Dia masih merasa tak pantas katanya!"
"Rayu anaknya!! bukannya Farel suka banget sama wajah bule kamu?" dan Jhon hanya manggut-manggut saja, Jhon menyukai wanita yang menjadi resepsionis di perusahaan milik keluarga Dawson tersebut, namun wanita tersebut tak mau berharap lebih, Jhon memang hanya bekerja sebagai asisten Haris namun nama Dawson yang tersemat di belakang namanya membuat Farika ciut seketika,janda satu anak yang di tinggal suaminya meninggal dunia. suanmi Rika yang menjadi masinis kereta api meninggal karena kecelakaan kereta 4 tahun yang lalu ketika sang anak Farel berusia 3 tahun. Semua karyawan tau lelaki dingin itu juga adalah salah satu pemegang saham dan anak pemilik perusahaan yaitu tuan besar Dawson yang sudah meninggal, walaupun semua orang juga tau dia hanya anak angkatnya tapi kekuasaan dan kharisma nya sulit di luntur kan.
Karena menyukai lebih tepatnya mencintai Farika, Jhon sampai mencari tau keberadaan rumah Farika, dia hanya tinggal bersama Iqbal adik lelakinya yang masih kuliah dan juga anak lelakinya yang berumur 7 tahun, Jhon mendekati mereka dan memang selama ini Jhon sering bertandang atau bahkan mengajak Farel jalan-jalan bersama, namun Rika yang merasa ciut nyalinya tak pernah berpikir untuk menerima cinta Jhon, bule gagah yang menjadi idola ke dua setelah Ceo mereka Haris Dawson.
"Kau langsung pulang?" tanya Haris setelah sampai di depan pintu rumahnya.
"Hemmm aku ada janji dengan Farel dan Iqbal malam ini!"
"Selamat berjuang Jhon!!"
"Kau juga Tuan!" terdengar ejekan di telinga Haris.
"Cari mati kamu Jhon!!" ucap Haris bernada tinggi, Jhon hanya tersenyum miring dan pergi dari sana.
"Huuuh!! dasar kakak gak ada akhlak!!" gumam Haris, dan dia mulai berpikir bagaimana caranya agar bisa masuk ke dalam kamar tidurnya bersama Kayla.
Dan benar saja begitu masuk rumah, di kembar tepatnya si Eno memberikan baju pada Papi nya.
__ADS_1
"Pi...mami nitip baju! katanya kamar mandi di kamar sedang diperbaiki mami, jadi papi mandinya di kamar Eno aja!" kata si bocah 5 tahun itu menjelaskan, susah payah Haris menelan salivanya,belum juga berjuang sudah KO duluan!! begitulah pikir Haris. Haris hanya terpaku di tempat, sedangkan Eno sudah berlari ke teras belakang karena suara panggilan sang mami, Rio yang baru saja keluar dari kamarnya melewati papinya yang terpaku di ruang keluarga dengan baju rumahan yang ada di tangannya.Sekilas Rio melirik papinya.
"Kesalahan apa lagi yang bikin papi terusir dari kamar?" celetuk Rio sambil berlalu dari sana dengan santainya.
"A-apa???!!" Pekik Haris, namun Haris sudah tak kaget dengan perkataan si jenius Rio, karena di antara si kembar Rio lah yang paling peka dengan situasi yang kadang tercipta di antara papi dan maminya, walaupun dia selalu ada di pihak sang papi, tapi mengejek Papi nya juga merupakan kesenangan tersendiri baginya.
**********
"Bang! dari tadi?" tanya Iqbal yang selalu memanggil Jhon dengan sebutan abang, yang baru saja memarkirkan sepeda motor ninja miliknya.
"Barusan!" wajah Jhon si bule datar itu, tentu nya dengan wajah datarnya pula.
"Daddy! aku siap!" kata Farel yang keluar dari rumah.
"Tunggu Om Iqbal son!"
"Jangan memanjakan dia Tuan!" kata Rika yang masih saja canggung.
"Berani memanggil ku Tuan! aku akan menciummu walau di depan anakmu sekalipun!" ucap Jhon dingin.
Nyali Rika langsung ciut dengan ancaman Jhon, entah mengapa Rika tak bisa menghilangkan rasa canggung nya itu, karena bagaimanapun dia adalah bosnya bila di kantor.
"Kalian mau kemana?" tanya nya menghilangkan rasa canggung nya.
"Kita cari cincin nikah kita ke mall dan makan malam bersama!" saut Jhon dengan entengnya, dia ingat kata-kata Haris yang harus segera bertindak, dia tau dari Iqbal dan Farel kalo sebenarnya dia mau menerima Jhon tapi tak bisa karena jarak status mereka, Jhon orang kaya dimata Rika, sedangkan dia hanya rakyat jelata saja.
"Tuan eh Jhon..aku....!" kata Rika namun terpotong dengan tatapan tajam Jhon.
__ADS_1
"Tidak Rika!! sudah cukup penolakan mu! hari ini kita akan mencari cincin dan segera menikah! Haris sudah menyiapkan segalanya untuk kita!"
"Tapi aku.... aku ini....." Rika binggung sendiri menjelaskan pada Jhon betapa tak pantasnya dirinya untuk Jhon, Jhon berdiri dan membawa Rika berdiri pula.
"Terimalah aku Rika!! kau tak tau bagaimana aku pusing setiap hari memikirkan kau menolak ku!! aku tidak bisa melepaskan kalian!! kau, Farel, Iqbal, semuanya!!" kata Jhon, lelaki minim bicara itu entah dari mana caranya sangat cerewet hari ini, ternyata Iqbal sedang berada di balik pintu sedang membekam mulut keponakannya yang hendak menganggu mamanya, Iqbal mendengarkan kakaknya memberikan jawaban pada Jhon, dia juga berharap sang kakak bahagia.
"Kau terima aku kan? Farika?" kata Jhon dengan nada seperti memerintah dan tak mau di lawan, nyatanya dia memang tak pandai bersikap romantis.Rika mengangguk kan kelapa nya sambil tertunduk, tanda dia menerima lamaran Jhon.
"Son, Iqbal keluarlah!!" kata Jhon, yang rupanya sangat peka dengan keberadaan dua lelaki tersebut.
"Jadi Daddy dan mama akan menikah?" tanya Farel berbinar
"Kau senang son?" tanya Jhon.
"Banget Daddy!!! " teriak Farel dan melompat ke dalam gendongan Jhon.
Jhon tersenyum bahagia, Rika yang melihat senyum Jhon entah mengapa jantung nya berdetak lebih kencang, jarang bahkan hampir tak pernah Jhon terlihat tersenyum di kantor,
"Selamat ya kak!" kata Iqbal memeluk sang kakak yang sudah dia anggap ibunya sendiri.
"Makasih sayang!"
Akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke Mall mencari cincin pernikahan, di sepanjang Mall Jhon tak lepas menggenggam tangan Rika, sedangkan Farel dan Iqbal sibuk berjalan di depan mereka sambil sesekali melihat-lihat di sepanjang toko yang mereka lewati.
Ya... perjuangan Jhon dalam menjaga keluarga Dawson, membantu keluarga Hardiansyah sangatlah besar.dia pantas mendapatkan kebahagiaan nya.
kebahagiaan bersama dengan wanita yang di cintai nya, anak lelaki yang begitu menyayangi nya,juga Iqbal adik calon istrinya yang begitu menghormati nya... Jhon sungguh pantas untuk bahagia
__ADS_1
bersambung