Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
Masalah Ferdi


__ADS_3

"Apa ku tidak bisa bekerja heh!!!! bawa keluar laporan sampah ini!!!? cepat!!!"


Teriak Ferdi pada manager keuangannya yang di nilai tak becus dalam membuat laporan dan mengawasi anak buahnya.


Dari tadi pagi Ferdi sudah uring-uringan tidak jelas, dia menilai semua berkas laporan yang masuk ke ruangannya tidak ada yang benar! sampah! itulah kata-kata yang di lontarkan Ferdi berkali-kali, si Harimau sedang mengamuk!! begitulah berita yang tersebar di seantero kantor, dan benar saja Amar yang asisten yang ikut mengecek semua laporan menjadi berang sendiri, dikumpulkan nya semua staf keuangan di ruangan mereka.


Braaakk.... dilemparkan nya sebuah berkas laporan keuangan yang telah dia cek.


"Siapa pembuat laporan ini??" teriak Amar, asistennya ini memang terlihat ramah namun bila marah auranya sama saja dengan tuannya.


"Da-damar tuan Amar!" kata manager keuangan yang tadi habis-habisan di marahi Ferdi


Damar wakil manager itu memanipulasi laporan keuangan dengan selisih yang hampir mencapai 2 milyar, dan tentu saja semua kesalahan di limpahkan pada manager keuangannya, dan Damar si pembuat onar sudah tak nampak batang hidungnya.


"Segera perbaiki ini dan temukan dia! kalo tidak kamu yang akan menggantikan posisinya saat itu juga!" ancam Amar pada manager keuangan tersebut.


"Ba-baiklah tuan Amar..to-tolong beri saya waktu!"


Amar berlalu dari ruangannya, terlihat sang manager terduduk lemas di kursi nya dan beberapa karyawan nya mencoba menenangkan sang manager. Amar mengancam si manager namun nyatanya anak buahnya sudah tersebar di berbagai titik untuk mencari Damar, orang yang telah mengelapkan uang perusahaan tersebut.


Ferdi sedang memijit pangkal hidung nya karena pusing dengan masalah nya, setelah sekian lama ternyata dia masih bisa kecolongan, masih ada saja pegawai yang mencoba bermain api dengan nya.


"Tuan Ferdi!"


"Bagaimana Mar?" tanya nya.


"Kami menemukan lokasi nya tuan! segera akan saya bereskan!" kata Amar.


"Tanggap dia Mar!! dan bawa padaku! aku tidak suka ada tikus di kantor ku!" ucap Ferdi dengan dingin dan garang.


Amar hanya bisa menelan saliva nya sendiri dan keluar dari ruangan Ferdi setelah memberi hormat.


"Lama-lama dia terlihat seperti mertuanya!!! hiiiiii syerem!!" kata Amar setelah berada di luar ruangan sang Ceo.


Hidup tak selalu mulus begitu lah hidup Ferdi saat ini juga aja.


Sedangkan di rumah papa Kenan sudah mendapatkan laporan dari orang kepercayaannya di kantor tentang kemarahan Ferdi, namun bagaimana detail nya orang tersebut tak tau persis, yang dia tau si Harimau sedang mengamuk. papa Kenan terlihat memijit pelipisnya.


"Kenapa pa?" tanya mama Syila heran

__ADS_1


"Anak lelakimu sedang mengamuk di kantor! ohh Tuhan lama-lama kembaran Enzo bukan aku ma...tapi dia!!"


"hi hi hi hi hi... mama jadi pengen tau anak manja itu mengamuk!"


"Dia hanya manja di rumah ma! di kantor dia sama saja dengan mertuanya itu!"


"Oya kasihan anak ganteng ku pa! masalah dengan mertuanya belum selesai sekarang masalah di kantor menambah pusing kepalanya!"


"emang dia punya masalah apa dengan Kenzo?"


"Dia di suruh pindah ke rumah Kenzo, emang kamu gak tau?"


"Kamu kan tau! mana bisa Ferdi jauh dari kita! anak manja itu gak bisa bermanja-manja kalo ada di rumah mertuanya!" lanjut mama Syila membayangkan bagaimana Ferdi nanti.


Haris dan Kayla sudah pindah ke rumahnya sendiri yang lebih dekat dengan kantor Haris, Jhon juga di minta pindah di kompleks perumahan yang dekat dengan Haris dan Kayla memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga seperti sang mama.


Heeehh! Kenan membuang nafasnya pelan, dia tak rela sebenarnya jika Ferdi ikut ke rumah sang istri, namun mau gimana lagi, dia selalu saja jadi penurut jika sudah berbicara dengan Kenzo kakak kembarnya itu.


Beberapa saat kemudian Ferdi datang agak sore tak seperti biasanya,dia langsung ke kamar nya, Raisya masih berada di kampusnya karena ada kegiatan di kampus. selesai mandi Ferdi langsung ke dapur melihat mamanya sedang masak bersama Laras pelayannya.


"Papa mana ma?" ucap Ferdi sambil memeluk mamanya dari belakang.


"Gak mau!...sepi ya ma gak ada si kembar!"


"Iya...makanya kamu cepet hamilin tuh si Raisya! biar mama nambah cucu!"


"Iya ya nanti Ferdi lembur deh bikinnya!"


Laras yang dari tadi gak bisa lepas dari wajah Ferdi sampai salah memasukkan sayuran ke dalam panci! harusnya bawang bombai di masukan ke dalam wajan penggorengan ini malah di masukkan ke dalam sayur asam, wortel yang harus nya di cuci di masukan utuh ke dalam sayur sop.


'Aduuhhh manja nya ke aku aja tuan tamfan....aku mau kok mau banget' batin Laras sambil senyum-senyum sendiri.


"Astaghfirullah Laras!!! kamu apa-apain sih!" pekik Ningsih yang baru saja datang melihat kekacauan yang di ciptakan oleh Laras, seketika Ferdi yang memeluk mamanya menoleh ke arah mereka, mama Syila kaget dengan terjadi.


"Laras kamu apain masakannya?" mama Syila melepaskan pelukannya anaknya dan berjalan melihat apa yng terjadi pada masakan nya.


"Aduhh nyonya...aduhhh gimana ini nyonya?" wajah Laras sudah memelas.


"Kok bisa kayak gini sih Ras?" tanyanya lagi.

__ADS_1


"Salahkan tuan Ferdi nyonya!" ucap Laras tanpa dosa, yang mana membuat Ningsih menepuk jidatnya sendiri.


"Lhoo kok Ferdi?" tanya mama Syila ,dan Ferdi hanya diam saja mendengar dia di salah kan.


"Habis tuan Ferdi gantengnya kelewatan!! bikin konsentrasi ku ambyar nyonya!" ucap Laras polos.


"Ohh Tuhan Laras!!! Ferdi sana kamu temui papamu!! bikin kacau aja!" ketus mama Syila.


"Kok jadi Ferdi sih ma? dah ah pergi aja aku!" Ferdi pergi begitu saja.


Bukannya membantu menyelesaikan kekacauan yang di timbulkan nya, Laras dan Ningsih malah bengong melihat Ferdi keluar dari dapur sambil melambaikan tangan kanannya dan berbicara lirih..'bye....'. mama Syila yang melihat hanya bisa geleng-geleng kepalanya.


Di ruang keluarga papa Kenan asyik membaca koran.


"Pa.....papa!"


"hemmmm"


"pa...papa!!"


"Apa sih fer! ganggu aja!"


"papa punya ide gak?"


"Ide apa?"


"Ide biar Ferdi gak tinggal ama papi Kenzo!"


"Nyerah papa Fer kalo soal itu! kamu kan biasanya punya banyak ide!"


"ya nyerah lah! papa kan takut sama papi Kenzo!"


"kayak kamu gak ajak fer...fer!!"


Ferdi berpikir apa ya yang bisa membuat Kenzo melepaskan Raisya agar tinggal sama dia di rumah papa Kenan. Dia merasa tidak bisa lepas dari papa dan mama angkat nya itu, apalagi Haris sudah membawa Kayla keluar dari rumah utama. Hingga bibir nya terangkat sebelah seperti mendapatkan ide, Ferdi mengeluarkan ponselnya dan..


"Hallo..... Rasya!!"...


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2