
Kak Kris!!" ucap Naina yang langsung berdiri dari kursinya.
"Kakak dimana? kakak sudah pulang?kak!!"
"hemmmm kakak di rumah ibu sama bapak!"
tut..... sambungan terputus.
"Haloo nai?? hallo? kok terputus?"
tut...tut...
(nomor yang anda tuju sedang tidak aktif cobalah beberapa saat lagi)
"Baterai nya habis kali ya? besok aja aku telpon lagi"
Krisna akhirnya mengerjakan pekerjaannya di lap top setelah mencoba menghubungi Naina dan tak bisa.
Sedangkan Naina sudah berlari membawa tas nya menuju ke lantai bawa,disana terlihat Kenan yang baru saja pulang dari kantor.
"Nai,kamu mau kemana? kok buru-buru gitu?"
"Nai ada urusan pa... penting!! doain Nai ya pa.. nanti nai kabari"
"Tapi nai...mau kemana?"
"Ntar aja pa.....pak yantooo siapkan mobil!"
"baik non"
setelah sampai pekarangan rumah,pak Yanto membuka pintu mobil untuk nonanya,tapi sayang mobil dari tadi dihidupkan gak nyala-nyala.
"Kenapa pak? "
"waduuhh maaf non, mobilnya kayaknya ngambek,kita pake mobil bapak aja ya biar saya keluarkan dulu"
"Gak usah pak kelamaan" Naina berlari ke depan rumah dan setelah beberapa saat menunggu ada sebuah taksi yang lewat yang baru saja mengantar penumpang.
Dengan cepat Naina menaikkan taksi itu dan berkata
"bandara pak!!"
"Baik mbak"
"pak bisa pinjam hpnya gak,hp saya lowbat"
__ADS_1
"ini mbak....."
tut...tut...tut...
"Hallo?"
"Bel? ini aku....tolong pesenin aku tiket ke kota S sekarang juga ya... please....!"
"eh Nai... seenaknya aja kamu minta tiket jam segini....mana dadakan lagi!! susah tau!"
"Tolong doong aku tau kamu bisa,aku lagi dijalan ini ke bandara,pake koneksi penerbangan milik keluarga mu deh please Bel!!" kata Naina dengan sangat memohon.
Belinda,temen sekelas Abizam dulu yang akhirnya jadi sahabat Naina memang anak dari salah satu pemilik maskapai penerbangan di negara itu.naina yakin kalo Belinda bisa membantu makanya dengan yakinnya dia berlari ke bandara dan langsung menuju kota S, tentu saja semuanya tak lepas dari bantuan Belinda.
"Bel??...."
"iya ini lagi di cek.....jangan matiin hpnya,..ini no. sapa sih nai?"
"nomor bapak yang punya taksi" jawab Naina.
hening sesaat, Naina merasa tak sabar....
"Gimana Bel??"
"Makasih Belinda cantik...sayang..."
"ini pak sudah selesai.. makasih,emm masih lama kah pak?"
"tinggal 15 menitan mbak".
Naina duduk diam sambil bersandar, ingatan kembali pada 1 tahun yang lalu...
"Sudah lama kak nunggu?" ucap Naina
"Baru aja,aku baru selesai dengan klienku" jawab Reno.
Kala itu Reno menghubungi Naina untuk bertemu, Reno yang begitu geram menunggu Krisna memperjuangkan Naina, nyatanya malah memilih untuk menyerah.alasan perbedaan antara mereka yang membuat Krisna memilih mundur,padahal di mata Reno, Krisna sekarang sudah bisa di sejajarkan dengan kondisi keluarga Kenan ayah Naina walaupun tergolong masih dibawahnya,namun pengusaha muda seperti Krisna patut di acungi jempol.
Reno ingin tau bagaimana perasaan Naina pada Krisna kalo memang hanya sebatas kakak,maka Reno akan mendukung Krisna untuk mundur.
"Bagaimana kabar kak Kris kak?"
ucap Naina sambil mengigit bibir bawahnya,seakan ragu menanyakan orang yang beberapa tahun ini tak pernah saling mengabari.
"Mau tau kabar Krisna?" tanya Reno dan mendapatkan anggukan dari Naina.
__ADS_1
"Aku video call dia,tapi kamu harus diam..apapun yang aku dan Krisna bicarakan,layar hp aku hadapkan ke kamu supaya bisa liat Krisna,tapi kamera tetap ke aku...takut Krisna curiga..siap?" lagi-lagi Naina mengangguk.
tut....tut....tut...
"Haloo....ada apa Ren?" terdengar suara dan sesaat kemudian nampak seseorang yang sangat di rindukan Naina muncul.
"Lagi dimana? Kris?"
"Di apartemen...baru pulang kerja nih capek??tumben VC?"
"Aku lagi di kota J!gak nitip salam gitu...sama seseorang?" tanya Reno
"udah deh Ren jangan mancing-mancing,kamu gak kasihan apa sama aku?"
"Jadi beneran gak kangen sama dia?gak kangen gitu sama Naina?"
"Kangen banget Ren,,banget!!" wajah Krisna terlihat sendu, Naina yang melihatnya tiba-tiba menutup mulutnya menahan tangisnya agar tak terdengar Krisna.
"Cinta banget kamu sama dia Kris?beneran nyerah Kris?" tanya Reno sambil menatap ke arah Naina.
"Ya...aku cinta banget sama dia Ren,tapi aku memilih menyerah!"
"okeh ntar aku telepon lagi"
Reno terpaksa mematikan teleponnya,karena melihat Naina yang sudah tak bisa menahan suara tangisannya.
Pecah sudah tangisan Naina,ada rasa kecewa dan lega secara bersamaan.
"Kamu gak papa Nai?" tanya Reno khawatir.
"Aku yang akan berjuang kak! Kalo kak Krisna gak mau...aku yang akan berjuang...hiks ..hiks..! ucap Naina tegas.
"Good girl.." ucap Reno sambil tersenyum puas akan usahanya.
ciiiiittt
Suara gesekan ban mobil karena di rem mendadak membuyarkan lamunan nya.Naina menegakkan tubuhnya berusaha mencari tau apa yang terjadi..dan tiba-tiba...
"Awas paaaakkk!!!"....
ciiiittttt... braaakk!!!
bersambung....
#Sabar ya.....sabar...... author lagi mikir keras😁💪💪
__ADS_1