
" ehmmmm ehmmm...."
Naina mencoba melepaskan diri dari jeratan Krisna,karena melihat Naina yang hampir kehabisan nafas, Krisna melepaskan nya.
"Kakak kenapa sih?!??"
tanya Naina yang masih tersengal-sengal, mengatur nafasnya.
Krisna hanya diam sambil menyentuh bibir Naina yang sedikit bengkak dibagian bawah karena ulahnya.
'Bagaimana kalo papamu menentang kita nai? baru lelaki lain saja yang bilang seperti itu sudah bisa mengobarkan api cemburu di dadaku! bagaimana dengan papamu! orang yang bahkan lebih kamu sayangi dibanding aku!apa aku sanggup jauh dari kamu?' batin Krisna yang terus memandangi wajah Naina.
"Maaf..." ucap Krisna lirih.
"Sakit?"...tanya Krisna yang masih menyentuh bibir Naina.
Naina hanya diam,namun menganguk menjawab pertanyaan Krisna.
"Kakak sudah pesen tiket buat lusa,kakak sekalian ada pekerjaan disana"
ucap Krisna sambil menjauh untuk membuka pintu kamar karena tidak mau ibu atau bapaknya marah, melihat dia terus menganggu Naina.
"Iya kak,kakak akan lama disana?"
"kakak belum tau,kakak akan meninjau cabang yang disana juga"
Krisna membawa Naina duduk di ruang tengah, dilihatnya sang ibu sudah tidak ada di dapur,dan Naina bilang sudah berangkat ke rumah Bu RT.
"kenapa kak?"
melihat Krisna yang gelisah.
"bibir kamu dikasih salep ya,...biar bengkak nya ilang"
Krisna malah mengalihkan pembicaraan.
"iih ini semua gara-gara kakak!! emang yang telpon siapa sih?"
"Tau ah..." jawab Krisna malas.
Jujur Krisna merasa sedikit gelisah walaupun dia tak akan gentar menghadapi papa Naina,tapi bagaimana juga,dia adalah orang tua Naina yang masih punya hak penuh atas Naina.
######
"Bagaimana urusan kuliah Naina Jay?"
tanya Kenan di sambungan telpon nya dengan asisten setianya Jay.
"Semuanya sudah siap pak,tapi nona Naina sepertinya memang tidak begitu minat ke negara itu sekarang"
__ADS_1
"Memang, apa yang diincarnya sudah tak berada disana Jay!"
"Jay?? "
"Ya pak...."
"Lakukan sesuatu,aku ingin, seandainya aku bener-bener melepas dia,dia mendapatkan kehidupan yang lebih baik dan bahagia!"
tut.
Kenan memandang langit senja dari balkon kamarnya, mengingat betapa cepatnya kehidupan yang dia jalani,dulu.. kehilangan seorang erlita sang mama,membuat Kenan hilang arah...merasa belum siap ditinggal orang yang sangat dia sayangi walaupun saat itu dia sudah punya Syila sang istri dan anak mereka Naina. bukannya dia tak sayang dengan mama kandungnya yang bernama Naina,namun karena tak pernah mengenal sosok Nainalah yang membuat Kenan, Kenzo dan Namira sang kakak nampak asing dengan ibu kandung mereka,bagi mereka perjuangan Erlita yang membekas dihati ke tiganya.
Namun,begitu tau bagaimana pengorbanan Naina sang bunda,tak dapat di pungkiri bahwa rasa sayang dan cinta pada sosok Naina muncul dengan sendirinya.
sekarang, Kenan dihadapkan dengan suatu hal yang bahkan belum terbesit di pikiran nya sedikitpun, Anak gadisnya Naina sekarang sudah tumbuh besar dan seakan berjalan menjauh mencari kehidupan barunya.
Kenan bukannya tak tau siapa Krisna dan bagaimana perasaan sang putri pada Krisna.namun rasanya Kenan belum siap jika harus jauh dari Naina anak gadisnya itu.
Bahkan tanpa sepengetahuan semua orang, Kenan sudah tau bahwa Krisna pernah menyerah akan perasaan nya pada Naina,dia juga sudah menyelidiki penyebab kepergian Krisna ke luar negeri,hanya demi menghindari Naina.
Namun tak disangka... Naina sang putri lah yang datang memperjuangkan cintanya.
Naina bahkan berani mengorbankan kuliah S2 nya hanya karena mengetahui bahwa lelaki pujaan hatinya pulang kembali ke tanah air.
"Apa yang harus papa lakukan Nai?"
######
"Rese' kan!!!! dasar bocil,makanya aku gak suka ya jalan sama anak-anak!"
Ferdi terus saja mengomel tidak jelas,hanya karena ulah Kayla yang mengajaknya keliling mall dan hampir 4 jam tidak mendapatkan apa-apa bahkan seolah Kayla tak ingin membeli apa-apa sama sekali.
Kayla memang jarang ke mall tanpa pengawalan,biasanya Kenan akan memberikan pengawal untuk menemani Kayla kalo sedang keluar,namun lain cerita jika ditemani Ferdi, satu-satunya sahabat lelaki Naina maka Kenan sang papa akan membiarkan saja.
"Kak!! bisa gak sih gak manggil aku anak-anak!!"
ucap Kayla geram sambil menarik rambut gondrong Ferdi.
"aduh duuuhh Kay,sakit tau!!"
Akhirnya karena kecapekan, Ferdi memutuskan untuk makan jam sudah menunjukkan lewat dari jam makan siang.
"Kakak lapar! makan dulu Kay!"
"iya ya...."
Sebenarnya kalo tau mereka akan pergi berdua saja jelas Ferdi menolak,dia memang tak pernah bisa akur dengan Kayla,tadinya Belinda ikut bergabung tapi ternyata dia tidak bisa ikut karena Abizam baru saja pulang dari perjalanan bisnisnya dengan sang papa dan meminta Belinda untuk menemani nya.
Belinda dan Abizam sudah setahun ini bertunangan,awalnya sungguh mereka tidak tau kalo mereka berdua di jodohkan oleh papanya Abizam yaitu papa Alex dengan anak sahabatnya yang tak lain adalah Belinda.
__ADS_1
Abizam yang memang sudah menaruh hati pada Belinda sejak bangku sekolah namun es batu itu merasa gengsi dan akhirnya cintanya dia pendam saja sampai ia tau akan perjodohan itu dan diapun mengiyakan saja perjodohan itu.
kembali pada sepasang Tom and Jerry ini,mereka sedang makan di sebuah cafe di dalam mall itu,
makanan yang mereka pesan kebetulan adalah makanan yang sama,memang selain perbedaan diantara mereka,satu kesamaan Ferdi dan Kayla adalah makanan kesukaan.
"Kak....memang kakak akan melanjutkan kuliah S2 disini juga?"
"hemm... aku sudah ditawari oleh om Kenzo untuk bergabung dengan beliau,ada posisi yang sama dengan jurusan yang aku ambil"
"Jadi kakak gak akan pulang ke kota S? lalu bagaimana dengan pabrik kakak disana?"
"Bukan pabrik kakak bocil!!"
ucap Ferdi sambil menjitak kepala Kayla pelan.
"Trus punya siapa?"
"itu punya orangtua kakak cil!semenjak ibu meninggal 3 tahun lalu,pabrik sudah diambil alih oleh kakaknya kakak,jadi kakak udah gak ikut campur lagi masalah pabrik"
Ditengah-tengah acara makan mereka,ada seorang wanita yang mendekati mereka, wanita itu seakan memastikan penglihatannya.
"Ferdi?.. Ferdi bukan?"
Ferdi menoleh kearah suara itu,dan dia terkejut seketika,karena wanita dihadapannya ini adalah Sonia,orang yang dia taksir di masa SMA,dan Ferdi mendapatkan penolakan hanya karena dia anak seorang pengusaha krupuk.
"Iya.....Sonia ya?"
kata Ferdi.
"Ya Tuhan jadi ini benar kamu kan,aku hampir saja tak mengenali kamu, sekarang kamu gondrong ya... tapi makin ganteng dan gagah!
jadi nyesel aku pernah nolak kamu!"
kata perempuan itu mengoda Ferdi,tanpa mempedulikan adanya Kayla di antara mereka.Ferdi hanya diam saja,terus terang bertemu dengan Sonia sungguh tak diharapkan nya lagi,ini sama saja membuka luka lama atas penghinaaan yang pernah Sonia lakukan.
"Kamu kuliah di kota ini juga?waahh tampilan kamu keren sekarang"
ucap Sonia bener-bener mengabaikan Kayla,dan Ferdi yang tak segera memperkenalkan Kayla pada Sonia membuat Kayla bagai obat nyamuk diantara mereka.
"Sayang.....ayo kita beli es cream...anak kamu ini udah minta daritadi!! ntar ileran lho sayang...kan aku lagi ngidam"
ucap Kayla semanja mungkin sambil berdiri mengelus perutnya dalam balutan dress selutut.Mendegar apa yang dikatakan Kayla, Ferdi ketika melebarkan matanya.
'Oh Tuhan permainan apa lagi ini bociiiill!!!!'
batin Ferdi geram.
bersambung
__ADS_1