
"kenapa harus aku sih" daniel ngedumel tidak jelas di dalam mobil nya.
dia mau tak mau harus mengabulkan permintaan naina.
"demi keponakan mu yang akan lahir nanti niel" kilah aryo saat di telpon tadi.
"dasar aryo.. alasannya ada aja, harusnya kan dia..bapak dari si bayi"...gumam daniel kemudian.
#####
"Ini martabak manisnya buat calon keponakan ku yang manis" ....ucap Daniel sesampainya dikediaman aryo.
"Maaf dokter...aku merepotkan mu" kata naina merasa tidak enak hati,tapi entah apa yang membuat dia bener2 ingin hanya Daniel yang membeli untuk nya.
"Yang ikhlas niel..." kata erlita yang kebetulan berada disitu sehabis minum dari dapur,karna melihat rame di ruang keluarga dia ikut bergabung.
"Mau kak?"...kata naina.
"Makasih nai....aku kenyang" saut erlita.
"Namira sudah tidur sayang?" tanya aryo sambil mendekati erlita,satu kecupan mampir dikening istrinya itu.
"hemmm....sudah walaupun harus drama dulu...giginya ada yang tumbuh jadi dia sedikit rewel tadi"
" Apa tidak perlu ke dokter kak?" tanya naina sedikit cemas.
"tidaklah nai.....dia baik-baik saja"..jawab erlita sambil tersenyum.
Karna semakin malam,danielpun berniat penginap saja.
"apa perlu dibersihkan dulu kamarnya dokter,biar aku bersihkan"
"tidak usah nai...kamarku slalu bersih kok" kata Daniel sambil melangkah ke arah kamarnya.
#####
"kau senang ar...naina hamil lagi?" tanya erlita setelah mereka kembali ke kamarnya.
__ADS_1
"Entahlah...aku mereka was-was,kau tau er.... bagaimana naina melahirkan namira...aku sungguh masih merasa bersalah"..ucap aryo sambil menarik Erlita ke dalam dekapannya.
"Apa kau akan membiarkan naina pergi setelah melahirkan nanti?"
"Apa yang ingin kamu katakan er?" aryo menatap ke arah erlita dengan tatapan menyelidik.
"sudahlah ar... ayo tidur... aku rindu dipeluk olehmu"....
Erlita pun tertidur dipelukan sang suami sedangkan aryo malah susah terpejam karna ingat akan kata2 erlita .
sepintas dia teringat naina.... kemudian memandang wajah istrinya.
"Oohh Tuhan apa yang terjadi padaku" gumam aryo sendiri.
#####
"pagi bi...." terlihat eelita dan aryo yang membawa namira turun dari lantai 2.
Mereka mendengar suara ribut di belakang rumah tepatnya di taman belakang rumah.
"ayooo dokter...ya...ya... ya...naina mohonn"naina merayu daniel
"Naiiiii aku masih ngantuk....jangan sekarang ya" kata daniel dengan muka bantalnya dan masih terlihat mengantuk.
"mas daniieellll" manja naina pada daniel.
panggilan itu telak membuat aryo melebarkan matanya...'ckck..mas daniel? sejak kapan naina memanggil daniel dengan mas' batin aryo yang terlihat cemburu.
"ada apa nai?" karena merasa penasaran aryopun bertanya.
"eh mas aryo...aku mau mangga itu" naina sambil menunjuk pohon buah mangga yang sangat lebat.
"biar aku ambilkan saja...er tolong gendong namira" sambil menyerahkan namira ke pada erlita.aryo sudah siap2 mau melangkah ke arah pohon yang dimaksud oleh aryo tapi tiba-tiba naina melarangnya.
"Jangan mas aryo..."
" kenapa nai?" aryo merasa heran.
__ADS_1
"ehmmmm... anu mas..." naina merasa malu dan tak enak hati dengan aryo akhirnya melanjutkan kata-katanya...
"nai mau dokter daniel yang manjat"...
"naiiiii aku masih ngantuk..aryo aja ya...kan dia bapaknya nai....kenapa harus omnya yang susah payah"....daniel masih bersikukuh tak mau manjat pohon mangga itu.
"ayo dong mas daniellll.....aku maunya liat mas daniel manjat"...rayu naina lagi.
Seketika kantuk daniel hilang dan langsung menganga mulutnya mendengar alasan yang naina lontarkan dan erlita yang dari tadi hanya melihat gini tertawa terbahak-bahak,jangan tanya bagaimana wajah aryo...dia merasa kesal...dia merasa ayah dari bayi yang dikandung naina..tapi ketika naina dalam mode 'ngidam' harus daniel yang melakukan segalanya.
"Ya...ya..ya..aku akan ambilkan mangganya"
"aduuhh dokter daniel ini bener2 selain ganteng dokter ternyata sangggaaat baik"
"tadi mas daniel kok sekarang diganti lagi sih" protes daniel sambil melangkah menuju pohon yang diinginkan naina....
"nyesel aku nginep disini...udah pagi buta dibangunkan eh sekarang disuruh manjat pohon mangga...nasib2" gumam daniel yang masih bisa didengar oleh naina.walau dia sama sekali tak keberatan asal jangan pagi buta yang menganggu tidurnya pikir daniel seperti itu.
"semangat mas daniellll...." kata naina yang mengikuti daniel dari belakang.
setelah selesai acara manjat memanjat kini mereka berkumpul diruang makan untuk sarapan.
naina yang duduk di sebelah daniel kemudian memandang daniel dengan mimik mata memohon,daniel seakan tau kalo naina akan berbuat yang aneh-aneh lagi padanya kemudian bertanya pada naina
"apa lagi? aku sedang makan...jangan aneh-aneh lagi"
"Bikinin rujak mangga ya mas daniellll... please"
"segalanya harus daniel ya?" kali ini pertanyaan keluar dari mulut aryo.
"ehmmmm gak tau....tapi hari ini aku hanya ingin meminta bantuan dokter daniel..." ucap naina sambil tertunduk.
"oh Tuhan.....iya nai..iya...apa sih yang tidak buat kamu..."ucap daniel kemudian.
Naina tersenyum dengan sangat lebar.
bersambung.,.......
__ADS_1