
Dengan wajah lesu namira memasuki rumah besar orang tuanya.Dia masih shock dengan kebenaran yang ditemukan.
namira berhenti ditempatnya ketika melihat erlita sedang sibuk mengatur ruangan yang dijadikan tempat untuk acara ulang tahun si kembar.
'apa mungkin dia bukan mama yang telah mengandungku? rasanya itu tidak mungkin sekali,dia sangat menyayangi ku' batin namira.
tiba-tiba saja airmata menetes di pipinya.dia tidak bisa membayangkan kalo itu benar-benar terjadi.
"sayang ....namira kamu sudah kembali" panggilan erlita membuyarkan lamunan namira.
seketika namira berlari ke arah erlita dan memeluk erlita dengan erat.
erlita yang keheranan hanya bisa diam dan membalas pelukan sang putri.
"ada apa? kamu ada masalah sama alex?"
"enggak ma"
"trus kenapa nih?? kok sampai manja banget gini?"
"namira sayang banget sama mama"
"mama juga sayang banget sama namnam"
" ihh mama masih suka aja panggil aku namnam"
" kamu tau sayang,mama punya seorang temen yang sangat baik dan dia suka sekali memanggil kamu dengan sebutan namnam"
"seperti gak ada temen mama yang manggil aku dengan sebutan itu?"
"dia sudah tidak ada sayang,dia sudah meninggalkan mama" jawab erlita dengan wajah sendu.
"maaf ma,aku gak tau...kenapa dia bisa meninggal ma?"
"Dia berkorban untuk orang-orang yang di cintai nya"
__ADS_1
"ya sudah masuk kamar dan mandi sana" lanjut erlita.
Namira berlalu ke kamarnya, sedangkan erlita hanya diam memandang kepergian anaknya itu.
"dia sudah besar nai, wajahnya selalu mengobati rasa kangen ku padamu" tanpa terasa erlita terisak lirih, obrolannya dengan namira membuat dia mengingat naina,gadis yang penuh pengorbanan dalam hidupnya.
tanpa disadari Erlita, sedari tadi ada yang memperhatikan obrolan mereka, setelah kepergian namira dan melihat erlita terisak dia keluar dari tempatnya sembunyi dan kemudian memeluk erlita, erlita kaget dan langsung melihat siapa yang memeluknya.
"aku juga kangen banget sama dia kak" ucap richo sambil memeluk kakaknya,ya... ternyata richo sudah dari tadi memperhatikan mereka berdua.
tangis Erlita pecah di pelukan adik kandung naina yang sudah dianggap sebagai adiknya sendiri.
"kakak kangen banget sama dia rich, kakak ingin sekali mereka mengenal naina,kakak ingin mereka mengenang pengorbanan dan perjuangan naina"
"Sudah kak er...jangan nangis lagi,ini keinginan kak nai kita harus mewujudkan keinginan terakhir kak nai"
Sadar akan hal itu malah membuat erlita semakin terisak,karna tak ingin menarik perhatian semua yang ada di rumah itu,richo menarik kakaknya masuk ke dalam kamarnya.
"kakak merasa sangat bersalah ric"
setelah memenangkan erlita kemudian dia meminta erlita pergi ke kamarnya sendiri untuk beristirahat terlebih dahulu.
Richo masuk ke kamar sang mama, dilihatnya mamanya duduk bersandar pada ranjangnya.
dia memandang liontin pada kalung dipegangnya,sebuah liontin yang bisa dibuka.
nyonya ratna sedang memandang liotin tersebut,richo datang dan duduk disamping mamanya dan ikut memandang isi dari liotin tersebut.
"senyumnya selalu membuat mama bersemangat untuk hidup ric" ucap sang mama memecah keheningan.richo memandang wajah tua itu sambil tersenyum,rupanya hari ini semua orang sedang mengenang wanita yang sama,diapun datang untuk mengenang sang kakak,rumah terakhir yang ditempati oleh mediang kakaknya naina.
"dia sangat cantik dan manis ma,sama kayak aku yang tampan" richo coba memecah hawa sedih di antara mereka.
"tapi dia tidak jahil seperti kamu"
"hehehehehe biar jahil tapi mama sayang kan?" ucap richo sambil memeluk bahu nyonya ratna.
__ADS_1
Ditempat lain,aryo sedang termenung dikursi kebesaran nya,dia juga sedang memandang sebuah foto kecil di arloji antik miliknya,arloji jaman dahulu yang berubah menjadi bingkai foto naina, arloji yang tak pernah berpindah dari ruangan tersebut.
Tiba-tiba pintu ruangan diketuk dari luar.
"masuk..." perintah nya.
"siang pa"
"kenzo?ada apa kamu kemari sayang?"
" kenzo mau hadiah ultah nya lebih awal pa"
"apa yang kamu inginkan nak?apapun akan papa berikan padamu"
Kenzo menatap lekat mata sang papa, sesuatu yang akan dimintanya bisa saja melukai hati sang papa.kenzo bahkan tidak yakin kalo papa akan mengabulkan permintaan yang akan dijadikan sebagai hadiah ulangtahun nya kali ini.
sebenarnya kenzo ragu dengan hadiah yang dimintanya.tapi rasa penasaran yang lebih mendominasi hatinya membuat dia datang ke kantor sang papa hanya untuk meminta hadiah ulangtahun yang akan diadakan malam nanti.
"apapun pa?"
"ya apapun!papa akan berikan apapun yang kalian butuhkan, sekarang katakan apa yang kamu minta enzo?"
"aku minta papa...." ragu-ragu kenzo mengutarakan keinginannya, sampai-sampai aryo mengerutkan dahinya karna heran melihat kenzo yang gelisah.
" aku minta papa cerita kisah gadis ini pa"
kenzo menyodorkan sebuah foto dihadapan papanya.deg!!! aryo tak dapat menyembunyikan wajah terkejutnya atas permintaan kenzo.aryo menatap manik mata kenzo dan sayangnya mata itu sama dengan manik matanya sendiri,begitu tajam.kemudian aryo menyandarkan punggungnya ke kursi nya sambil memejamkan matanya.
"Ya pa...aku ingin tau kisah Naina,jadikan itu sebagai hadiah ulangtahun ku".
*****
bagaimana kenzo bisa tau? trus bagaimana tanggapan aryo??
jangan lupa pencet favorit n like vote n komen
__ADS_1