
Resepsi pernikahan yang penuh drama akhirnya terlaksana juga, dengan sedikit omelan dari Kayla, Jhon hanya bisa diam saja mendengar omelan dari adik iparnya itu, selama ini Jhon di paksa oleh Kayla dan Haris untuk tinggal di rumah megah milik Haris,Maka dari itu Rika yang gak mau pernikahan di lakukan dengan mewah, akhirnya memutuskan untuk mengadakan resepsi pernikahan di rumah besar Haris,Haris memang sudah menganggap Jhon sebagai kakaknya sendiri sejak mama Delina merawat Jhon yang di tinggal oleh ibunya meninggal dunia, pernikahan kali ini Hasna dan suaminya serta anak-anak nya juga ikut hadir.
"Terimakasih kak! terima kasih sudah datang!" ucap Jhon pada wanita yang wajahnya lebih mirip mama Delina daripada sang papa walaupun wajah bule nya masih terlihat jelas, namun bagi Jhon hal itu cukup untuk mengobati rasa kangennya pada mama Delina.
"Bagaimana mungkin aku tidak datang!! dasar anak bodoh!!" ucap Hasna sambil menahan airmatanya agak tak jatuh, Jhon dan Haris adalah keluarga terakhir yang dia punya, walaupun jauh Hasna sangat sayang dan perhatian pada kedua adiknya tersebut.
Setelah resepsi pernikahan berakhir, Hasna dan suaminya yang memutuskan untuk tinggal di apartemen Jhon yang lama tak di tempat i Jhon, Jhon hanya sesekali menempati apartemen tersebut.
Jhon memasuki kamarnya yang ada di lantai bawah, karena di atas ada dua kamar di kembar, kamar Kayla dan Haris,satu ruangan kerja Haris dan sebuah kamar yang jarang di pakai, rencana nya Kayla menyuruh Jhon untuk dijadikan kamarnya, namun Jhon lebih memilih kamar di bawah, dia memilih kamar yang paling besar di antara beberapa kamar tamu di sana.
"ini kamar kamu mas?" tanya Rika Setelah masuk kamar Jhon.
"Hemmm... mandilah! kamu pasti gerah!" kata Jhon.
"Apa Farel dan Iqbal pulang?" tanya Rika.
"Ya....kita akan menyusul besok! tadi mereka pulang lebih awal diantar sopirku!...cup!" kata Jhon sambil mendaratkan kecupan di kening sang istri. Rika memutuskan untuk mandi terlebih dahulu, di kamar mandi sudah tersedia baju tidur untuk nya, entah siapa yang menyiapkan.Rika termenung sejenak, dia tak menyangka akan menikah i pria bule yang kaya, walaupun wajah nya selalu terlihat datar, namun easa cintanya Jhon pada dirinya dan anaknya serta Iqbal adiknya dapat dia rasakan di hatinya.
Setelah urusan mandi mereka selesai, Jhon kali ini tidak memaksa sang istri melakukan malam pertama, baginya cicilan pertama di kamar rias beberapa jam lalu cukup untuk mengawali hubungan halal mereka, Jhon melihat sang istri sangat lelah hingga dia hanya memeluk sang istri tanpa melakukan apapun terhadap istrinya, walaupun rasanya dia ingin sekali mengempur istrinya tanpa ampun. Namun Jhon menahannya,dia akan melakukan lanjutan malam pertama mereka di rumah baru mereka, Jhon sudah menyiapkan rumah baru untuk dia dan istrinya, di komplek perumahan yang sama dengan Haris, agar dia dengan mudah pulang pergi dari rumahnya ke rumah Haris menyangkut pekerjaan tentunya. Hal itu menjadi kejutan untuk mereka bertiga yang akan Jhon berikan. Jhon memeluk erat sang istri yang menjadikan lengannya sebagai bantalan,
"Jhon bahagia ma!" gumam Jhon lirih yang hanya bisa dia dengar sendiri, kata yang ditujukan untuk mendiang sang mama, yaitu mama Delina, wanita yang selalu ada untuk nya, wanita yang membimbing nya, dan wanita selain ibu kandung nya yang mencintai nya tanpa syarat. Akhirnya Jhon ikut terlelap dalam mimpi bersama sang istri.
********
"Cepat Ferdi!!!! ke rumah sakit sekarang!!!" telpon dari Krisna.
"A-apa??? ta-tapi kak!!" Ferdi sudah membayangkan permintaan adik angkatnya itu, dia mengelus lembut rambut gondrong nya yang diikat rapi bila sedang berada di kantor, sebenarnya dia ingin merapikan rambutnya,namun Raisya melarang, Raisya lebih senang Ferdi mengurai rambutnya bila mereka sedang bercinta.
"Ferdiiiiiiii!!?" terdengar Teriak an dari Naina.
"Ooh God!! i---iya Nai...aku kesana sekarang!"
__ADS_1
Ferdi dengan tergesa-gesa menutup rapat beserta karyawannya saat itu juga.
"Rapat berakhir!" itulah ucapan terakhir Ferdi sebelum bergegas meninggalkan ruang rapat.Semua karyawan heran kenapa bos-nya bergegas keluar ruang rapat Setelah mendapatkan telepon dari Amar yang ikut berlari di belakang Ferdi juga masih bertanya-tanya ada apa gerangan, Ade di bawah sudah siap dengan mobilnya.
"Rumah sakit keluarga Hardiansyah!" perintah Ferdi, Ferdi terlihat gelisah di bangku belakang, Amar yang daritadi sudah di buat binggung akhirnya memberanikan diri bertanya.
"Siapa yang sakit tuan?" tanya Amar.
"Naina!! Dia mau melahirkan mar!!" ucap Ferdi.
"hah?? lalu? apa ada yang bahaya tuan? kenapa anda terlihat cemas?" tanyanya lagi.
"Dia mau aku menemani nya melahirkan mar!! ooh astaga Naina!! dia mau menghancurkan aku hari ini Amar!!" pekik Ferdi mengingat bagaimana keinginan Naina.Amar yang tak paham akhirnya hanya bisa manggut-manggut saja.
Sesampainya di rumahsakit dia berlari dan bertanya pada seorang suster.
"Ruang bersalin?"
" Akhirnya sampai juga kami Fer!!" ucap Krisna Setelah melihat Ferdi mulai mendekati nya.
"Kak! aku harus menyiapkan mental!!" kata Ferdi
"mental apanya!! udah ayo...!" ajak Krisna yang menarik Ferdi ke dalam ruang bersalin.
"Lhoo tuan! maaf hanya satu orang yang diijinkan masuk!" kata seorang suster dengan sopan.
"Tidak apa dok! istriku ingin kakaknya ikut menemani melahirkan!" kata Krisna yang akhirnya di setujui oleh dokter yang menangani Naina.
"Feeeeerrrr!" jerit Naina
"Oh astaga Nai!!! kau tau rasanya!! aku seperti uji nyali di terowongan setan!!" sungut Ferdi, namun Naina tak menghiraukan nya,dia masih meminta Ferdi mendekat.
__ADS_1
"Baiklah nyonya, pembukaan sempurna!" kata sang dokter.
Ferdi dan Krisna sudah memposisikan diri...
"Baiklah nyonya...kita mulai ya...?" perintah sang dokter.
"1..2...3....mulai mengejan nyonya!" lanjut sang dokter
"Aaargghh........sakittt!!!" Teriak bukan dari Naina melainkan dari mulut Ferdi, karena Naina hanya mengejan dengan suara lembutnya.Sang dokter terkejut seketika, dan beberapa suster yang membantu di sana sudah menahan tawa, melihat rambut gondrong Ferdi di tarik paksa oleh Naina.
"Sekali lagi nyonya.....1..2...3....!" perintah dokter lagi....dan...
"Aaaaaaaaaa.....Naiiiiii berhenti!!!"
"Aaaaaaaaaarghh..Naina!!!!".....
oek...oek....oek...... seketika Naina melepaskan rambut Ferdi, dan Ferdi langsung memegang kepalanya yang terasa pusing, dia hanya melongo melihat beberapa helai rambutnya ada ditangan Naina.
"selamat Tuan, anak anda lelaki!" kata dokternya.
"Fer!!! anak kamu laki-laki!" ucap Krisna yang ingin membangunkan Ferdi dari lamunannya,karena Krisna melihat Ferdi hanya melongo sambil memegang kepalanya, sungguh rasanya dia ingin tertawa namun kasihan melihat wajah adiknya itu.
"Eh apa?? lelaki?...dia anakku kak!! aku yang akan memberi dia nama!!" ucap Ferdi yang terlihat kesal dan keluar dari ruang bersalin tersebut, Naina sungguh tak enak hati, namun melihat Ferdi dia rasanya ingin tertawa,ya tentu saja Ferdi tak benar-benar kesal karena permintaan Naina.
sedangkan dokter dan suster yang ada di sana di buat binggung.
"Apa nyonya ini mempunyai dua suami?" gumam sang dokter dalam hati.
"Ohh my God!! ini tidak mungkin kan?" lanjutnya lagi, sambil berganti an memandang Krisna dan Naina,serta Ferdi yang mulai berjalan keluar ruang rawat.
bersambung......
__ADS_1