
"Gerak cepat Jay!!" kata Kenan melalui telepon genggamnya.
"Ada apa pa?" tanya syila ikut cemas.
"Sayang...kita dapat info tentang penampung sayur itu.... barangkali dia tahu soal pak Rahmat" ucap Kenan antusias.
"Benarkah..hiks...hikss...." tangis syila pecah juga.
"berdoalah sayang...semoga anak-anak baik-baik saja"
Kembali lagi ke bis di mana dua orang gadis kecil sedang berdebat.
"aAduuuh beeeelll,gak bakalan deh mama kamu marah...lagian kan itu suara aku jadi mama kamu pasti tau kalo sosmed kamu lagi aku bajak!" ucap Nisa yang terus membujuk Belinda.
"Ehh Belinda!...boleh tuker tempat duduk gak?" ucap Caca salah satu temannya.
"Kenapa? kamu duduk sama siapa?"
"Sama papan catur!putih sih kulit nya tapi item tatapannya...kayak papan catur!" ucap Caca sambil berbisik.
membuat Nisa yang melihat ke arah depan dan tau siapa si 'papan catur' cekikikan sendiri.
"sapa?" tanya Belinda ke Nisa.
"Abi"
Glek....
Belinda menelan air liurnya dengan susah payah,cowok dengan wajah blesteran itu emang papan catur beneran,pikir Belinda.
Belinda sudah buka suara mau menolak permintaan Caca, tapi melihat Caca dengan mimik memelas membuatnya kasihan juga.
"Permisi aku gantiin Caca duduk disini" ucap Belinda pada Abi dan surprise!!!! Abi bener-bener gak menghiraukan Belinda,dia malah memasang earphone nya kembali.
Belinda akhirnya hanya melihat-lihat hpnya saja, berharap cowok di samping nya itu ngajak ngobrol walaupun itu jelas tak mungkin.satu kelas bahkan satu sekolah tau siapa Abizam,cowok super irit bicara,irit list pertemanan juga.
melihat Abi yang tak lagi fokus dengan HP-nya, Belinda mengajaknya berbicara.
"Mau roti?"
di jawab gelengan oleh Abi.
"mau minuman?"
kembali di jawab gelengan oleh Abi.
__ADS_1
"mau kerupuk?"
kini bukan gelengan yang diberikan oleh abi tapi tatapan tajam.
"o-okey....no problem....santai" ujar Belinda sambil nyengir kuda.
Abi melihat-lihat galery fotonya, ditatapnya foto naina dengan lekat.
"Kamu dimana nai?" gumam Abi lirih.
Belinda melirik ke HP punya Abi yang memperlihatkan foto Naina dan Abi tersenyum bahagia.
"ihh masih Sd aja udah punya pacar" celetuk Belinda, kemudian menyadari nya dan menutup mulutnya rapat-rapat.
"Eh tunggu deh....coba liat..."
dengan cepat Belinda merampasnya, Abi hanya melotot melihat apa yang dilakukan oleh teman sebangkunya sekarang,bahkan dia gak tau nama dari temennya itu.
"Balikin!!!"
"Bentar!!"
"kira-kira sama gak,dengan gadis divideo aku ini?"
Dengan malas Abi melihat video itu,terlihat jelas hasil rekaman dengan hp mahal itu,mata Abi melotot sempurna dan ada binar bahagia di matanya serta tercetak senyum tipis dibibirnya.
"Dimana diambil rekaman ini?" tanya Abi antusias.
"Di tempat museum yang kita kunjungi tadi"
Abi berlari menuju samping kemudi bis sambil membawa hp Belinda..
"ehh hp ku..."teriak Belinda tanpa dipedulikan oleh Abi.
"berhenti pak sopir!!! berhenti!!" perintah Abi.
"lhooo ada apa Bi..??" tanya salah satu guru ny binggung.
Bis berhenti dan Abi menerobos keluar bis tanpa memedulikan pertanyaan gurunya,dia berlari kembali ke arah museum berharap masih ada Naina disana.
"Tunggu bii... Abizam!!!! berhenti!!!" teriak guru abi untuk menghentikan abizam,sayangnya dia tak menghiraukan teriakan sang guru.
mau tak mau guru lelaki tersebut berlari mengejar Abi yang semakin menjauh, temen-temennya hanya memandang guru mereka yang mengejar Abizam.
######
__ADS_1
"Disini tempatnya pak" ucap Jay pada Kenan.
sebuah penampungan sayu mayur yang cukup besar, Jay harus mencari pemasok sayur terbesar di sana,salah satu tukang sayur itu menunjukkan tempat di mana seorang lelaki paru baya sedang mengatur anak buahnya untuk memilah sayur mayur yang akan di setornya ke beberapa pedagang dan rumah makan di daerah situ.
"pak Bisri....pak.." teriak seseorang memanggil lelaki itu.
"Ada apa Ton?"
"Ada yang ingin bertemu..."
"Hallo pak....saya Jay dan ini bos saya Kenan,bisa kita berbicara dengan bapak?"
"Har, kamu teruskan.." perintahnya pada anak buahnya tadi.
"Mari-mari silahkan masuk... silahkan duduk"
"Terimakasih pak";jawab Jay
"Ada apa ini? apa yang bisa saya bantu?" tanya pak Bisri to the point.
"dengan pak..."
"Bisri...saya bisri"
"Pak maaf apa bapak mengenal pak Rahmat?" kali ini Kenan yang bertanya.
"Rahmat??" pak Bisri nampak berpikir seperti mengingat seseorang.
"Iya pak, sekitar 6bulan yang lalu,dia mengirim sayur mayur dari desa yang terkena dampak banjir bandang" Jay ikut menjelaskan siapa pak Rahmat yang di carinya.
"oohh iya ..ya Rahmat yang itu...iya ya dia pria yang baik,sudah mau membantu saya mengangkut sayuran dari desa itu"
"Apa kami boleh tau alamatnya dimana?"
"maaf..maaf nih....saya gak bisa ngasih tau begitu saja alamatnya,saya bahkan tak tau tujuan anda-anda ini apa! bisa saja kalian berniat kurang baik sama pak Rahmat"
"Anak saya terbawa oleh pak Rahmat pak... maksud saya dia sudah menyelamatkan kedua anak saya"
"begini saja....biar saya juga enak dan gak was-was ya...gimana kalo besok pagi kalian kesini dan kita sama-sama kesana,saya tunjukkan jalannya saja gimana?"
"Kenapa gak sekarng saja pak?" tanya Kenan dengan gak sabar.
"ini sudah petang pak....gimana?"
"sudahlah pak,yang penting kita sudah dapat petunjuk dimana anak-anak sekarang" bujuk Jay yang melihat sang bos yang sudah tidak sabar.
__ADS_1
"Baiklah....saya mohon pak...saya ingin menemukan anak-anak saya" ucap Kenan dengan tulus dan mata yang berkaca-kaca.
bersambung...