Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
Tentang hati Raisya


__ADS_3

Raisya berada di ambang pintu kamar Ferdi, dia melihat betapa seksinya Ferdi, sedangkan Ferdi hanya sedang berbaring memberi minum Eno dengan botol susunya.


"uuuhhhh Hot Daddy!!! seksinya!!...... mau dong diajakin bikin dedek bayi !!"


Ferdi yang mendengar celetuk Raisya langsung saja melotot.


"Oohhh bencana datang!!" gumam Ferdi lirih.


Pandangan Ferdi beralih ke arah Eno kembali, dia mencoba tak memperdulikan kedatangan Raisya.


"Sayang....belum tidur ya?" tanya Raisya yang sebenarnya ditujukan pada bayi Eno, namun Ferdi malah yang Baper.


"Gak usah pake sayang-sayang segala deh!!"


"Duuuhh yang lagi Baper, mau di panggil sayang juga ya?" ucap Raisya sambil mengedip-ngedipkan matanya.


"Eh......" Ferdi merasa malu dia mengira Raisya memangil nya sayang... nyatanya panggilan itu untuk Eno sang keponakan.


Raisya terus memandangi Ferdi yang terlihat salah tingkah.


"Kencan yuk!"


ajak Raisya. Namun Ferdi mengabaikannya, dia terus berusaha menidurkan Eno,karena setelah susunya habis Eno mulai terlihat mengantuk.


Karena merasa di abai kan Raisya berjalan-jalan di dalam kamar Ferdi, melihat apa aj yang ada di kamar tersebut.


Di sebuah meja kecil Raisya melihat sebuah buku tebal.."Don't be sad" judul buku yang ada di meja tersebut.


Raisya menarik kursi dan duduk sambil membuka buku tersebut, di buka nya satu persatu halaman buku tebal tersebut, dia mulai menyukai isi buku tersebut dan tenggelam di dalamnya.


Ketika membuka lembar berikutnya yang dia dapatkan adalah selembar foto kecil ukuran 5 x 10 terselip disana.


di pandang i foto tersebut, kemudian dia tersenyum sambil terus memandangi foto itu, terlihat tawa getir di wajahnya. Raisya mengigit ujung bibir bawahnya mencoba tidak menangis. Jujur dia sangat terluka, perjuangan dan cintanya untuk Ferdi nyatanya benar-benar terhalang cinta pertama Ferdi siapa lagi kalo buka Cindy, ya itu adalah foto Cindy yang di yakini Raisya sebagai kenangan terindah buat Ferdi.


Sesaat kemudian Raisya merasakan rasa asin di mulutnya, ternyata bibirnya berdarah! lagi-lagi berdarah karena menangis i Ferdi. Raisya menyembunyikan luka di bibirnya dengan ibu jarinya.


"Kak!! aku pulang dulu ya udah malam!" Raisya berlalu dari kamar Ferdi tanpa melihat ke arah ferdi, belum juga Ferdi menjawab Raisya sudah hilang di balik pintu.


"Tidak apa-apa Sya!!! semuanya akan baik-baik saja!!! sabar sya!!" di depan pintu kamar Ferdi Raisya berhenti dan berkata pada dirinya sendiri seolah menguatkan dirinya.Mama syila yang melihat itu semua merasa iba dengan perjuangan cinta Raisya, namun entahlah Ferdi seakan tak tersentuh sama sekali.


"Pa.... Raisya pulang ya mau ketemu sama papi!" ucap Raisya setelah sampai di ruang keluarga dan melihat Kenan sendiri disana.


"Kamu gak nunggu Kayla?"


"gak pa...salam buat mama dan kayla aja ya pa... Raisya pulang dulu...!" teriak Raisya sambil berjalan keluar rumah tersebut.

__ADS_1


********


"Udah Kay.....kamu harus lebih tabah lagi dari siapapun! ingat ada si kembar yang butuh perhatian kamu!" ucap mama Syila setelah beberapa hari kepergian Haris


"Ya ma....ma Kay butuh baby sitter ma... Kay ingin menemui kak Haris jika si kembar mulai agak besar! dua atau tiga hari di sana juga Kay gak papa!"


"Ya lagian kamu juga akan kerepotan sendiri Kay, kak ferdi akan sangat sibuk dengan kantornya, apalagi dia juga harus memantau perusahaan kak Krisna sementara ini!"


"Eno dimana ma?"


"Eno sama Ferdi! kamu tau kan kalo anak itu menempel saja pada Ferdi!"


"Sore tante Syila yang cantik!!" kata Raisya yang tiba-tiba datang.


"Lhoo Sya datang lagi kamu? ck...gak bosen ya tiap hari datang?" celetuk Kayla.


"Apaan sih Kay!! kali ini aku datang buat tante Syila!"


"Te ini pesenannya kata mama" lanjut Raisya.


"oya....ini gaun temen mama yang di luar kota, besok mau di bawa sama Amar karena kebetulan Amar mau meninjau pekerjaan di sana!"


"ooohh gitu! kamu gak nyari kak Ferdi?" tanya Kayla.


"Ya nyarilah!! hehehheehehe mana dia?"


"Maaf nyonya, ada tamu!"


"Ya ?"


"ini tadi den Ferdi pesen kalo ada yang mencari langsung di suruh ke teras belakang katanya"


bibi menjelaskan.


"Selamat sore nyonya, saya Adel sekertarisnya pak Ferdi" Adel memperkenalkan diri.


"ooya....saya mamanya Ferdi"


"ini Raisya dan ini Kayla adiknya!"


"Salam kenal Nona-nona"


Raisya melihat seorang wanita dengan wajah yang terlihat dewasa, ramah dan murah senyum rasanya dia tak rela melihat Adel selalu ada di dekat Ferdi, namun bila melihat sekilas lagi, wanita ini seperti sudah menikah, Kayla yang melihat Raisya dengan wajah cemburu nya, timbul rasa jail di otaknya.


"Dia janda anak 2" bisik Kayla di telinga Raisya.

__ADS_1


raut wajah Raisya semakin tak suka.


"Teman sekolah kak Ferdi!!"


"Orangnya ramah, murah senyum, dan baik hati!"


"Anak-anaknya juga suka sama kak Ferdi!"


"Kamu tau kan kalo kak Ferdi suka anak-anak!"


kalimat demi kalimat keluar dari mulut Kayla dengan tujuan menjahili Raisya, semakin merah saja muka Raisya, Kayla merasa puas mengerjai Raisya, dia cekikikan tanpa suara di belakang Raisya.


"Lho del! kami sudah datang?" sapa Ferdi yang datang sambil membawa Eno di dalam gendongannya.


"Hemm iya Fer, ini berkas-berkas yang kamu minta udah aku beresin!"


Ferdi mendekati mereka, dan menyerahkan Eno pada sang mama, karena Kayla sedang mengendong Rio.


"Pelan ma... Eno baru aja tidur!" ucap Ferdi sambil menyerahkan Eno.


"Ayo Del ke ruang kerja aku aja!...ma tinggal dulu ya!"


"Oya..." saut Adel.


"Ngapain berduaan di ruang kerja??!!" rasa cemburu Raisya membuat dia ngomong sekenanya.


"Sya!!" pekik Kayla.


"Itu ruang kerja aku Del, kamu masuk aja dulu!"


Ferdi merasa tak enak dengan Adel hingga menyuruh Adel masuk terlebih dahulu sebelum mendapatkan omelan tak jelas dari Raisya.


"Kamu apaan sih Sya? gak enak tau sama Adel! tentu saja aku berduaan sama dia, orang dia kerja sama aku!!"


"Tapi kan gak perlu berduaan di ruang kerja kamu! lagian kemana sih Amar? biasanya juga kamu sama dia! atau kamu bisa kan bahas pekerjaan di teras belakang!!"


"ini urusan pekerjaan aku ya Sya dan kamu gak ada hak buat mencampur i urusan aku!!" tegas Ferdi.


Kayla dan mama Syila hanya diam saja melihat pertengkaran mereka berdua sudah seperti seorang istri yang cemburu karena perselingkuhan suaminya. Kayla merasa bersalah karena telah memanas-manasi Raisya.


"Ohh jadi karena dia kamu gak pernah bisa membuka hati kamu buat aku!! karena dia selalu ada di sekitar kamu ya kan?? apa sih lebihnya janda itu daripada aku!!"


Kata-kata Raisya sudah tak jelas kemana arahnya, rasa cemburunya seakan membutakan dirinya.


"Diam kamu Sya!! kamu gak berhak berkata apapun tentang dia!! dan kamu bukan siapa-siapa aku!! jadi stop! kamu ngurusin semua urusan hidup aku!!" bentak Ferdi.

__ADS_1


Deg.....


bersambung...


__ADS_2