Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
Titik terang teka-teki


__ADS_3

Sesuai permintaan Ferdi akhirnya Abizam melakukan apa yang diperintahkan, dan segera menyerahkan hasilnya pada Ferdi.


"ini fer!...kamu yakin nyari dokternya sendiri? gak usah aku bantu!"


"iya zam aku sendiri aja! aku akan menyelesaikan semuanya sebelum papa Kenan meminta ku menjabat jadi Ceo!"


"Aku temani kamu ketemu dokternya!"


"Tidak usah zam, aku bisa sendiri!"


"Aku tidak menerima penolakan kamu Fer!!"


Abizam menatap sahabatnya yang terlihat sendu itu, banyak sekali beban hidup yang di pikul seorang Ferdi, dia tau Ferdi sangat menyayangi semua keluarga Kenan apalagi selama beberapa taun ini merekalah yang menjadi satu-satunya keluarga yang Ferdi miliki di kota J, ditambah kepergian sang ibu dan kakak satu-satunya membuat Ferdi kehilangan segalanya.


Di rumah sakit Naina yang meninggalkan baby nya bersama bu Kasih hari ini menemui Kayla bersama Krisna.


"Kay.... selamat ya sayang!"


"Makasih ya kak!"


"Waahhh nona berisik akan lebih berisik ini kedapatan si kembar!" celetuk Krisna.


"iiih apaain sih kak Kris ini!" Kayla memanyunkan bibirnya.


"Ris...kamu pucat banget!" tanya Krisna melihat Haris terlihat pucat.


"Gimana gak pucat! udah 2 hari dia gak tidur! kalo siang berkutak sama lap top dan berkas-berkasnya kalo malam nemeni si kembar tuh! mereka berdua betah melek!"


"hahahhahahahahaha... berarti pinteran anakku dong! kalo malam tidur nyenyak anak aku! tau banget deh pokoknya kalo malam jatah bapaknya yang dimanjakan!" ucap Krisna.


"Apaan sih kamu!! niatnya Kayla mau ngerjai Ferdi kalo si kembar lahir dan sayangnya aku setuju, ehhh ternyata aku yang di kerjai sama si kembar!"


jawab Haris.


"Kapan bisa pulang Kay?"


"Katanya besok kak!"


"Papi sudah kemari Kay?"


"udah kemarin barengan sama aunty Namira juga,kak katanya kak Belinda juga tengah hamil muda ya?"


"Iya, kamu tau gak! Abizam sampai gak bisa ngantor hehehehehe!"


"kok bisa?"


"katanya dia tuh mual dan muntah terus! tapi kalo Abi di rumah dan nemeni dia, rasa mual dan muntah nya hilang! nah kamu tau sendiri kan aunty Mira gimana? jelas dia lebih milih menantunya baik-baik saja daripada melihat Abi masuk kantor!" terang Naina.


"Dan itu bencana buat om Alex hahahhaha!" Kayla dan Naina berkata sama persis secara bersamaan.


"Bisa lembur terus om Alex trs ketemu sama aunty Mira nya lebih sedikit waktunya, si Mr posesif itu bisa gila lama-lama hahahahhahaha!" lanjut Kayla dia tau bagaimana posesif nya uncle Alex suaminya aunty Mira nya.


"Ya udah kakak pamit dulu ya..."


"ya...kak makasih!"


"Ris tidur dulu sana, mumpung si kembar juga tidur!" ucap Krisna.

__ADS_1


"hemmmm" saut Haris yang sudah memejamkan mata sambil duduk di samping Kayla.aakhirnya Kayla meminta sang suami untuk tidur di sofa, mengistirahatkan diri sebelum si kembar bangun.


******


"Permisi mbak, bisa bertemu dengan tuan Kenan?"


tanya Kenan di depan meja sekertaris di depan ruang kerja papa Kenan.


"Sebentar pak!" saut sekertaris tersebut yang menunduk karena mengambil sesuatu di bawah mejanya.


"Iya pak ada yang bisa dibantu?" lanjutnya dengan tegar berdiri.


"Papa Kenan ada di dalam?"


"Ada pak...mari saya antarkan!"


Ferdi mengamati si sekertaris di depannya, seperti dia pernah melihatnya tapi dimana ya? dia berpikir keras dan akhirnya...


"Adel?? Adelia kan?"


"Ya? bapak mengenal i saya?"


"Ya Tuhan Adel!!! kamu Adel kan? temannya sonia?"


"ehmmm iya! kamu siapa?"


"Aku Ferdi!! ingat? kita satu SMA dulu di kota S!"


"Benarkah? kamu Ferdi? cowok yang nembak Sonia trus di tolak itu?"


"Hehehheehe aku dah lama gak ketemu dia! aku baru pindah ke sini satu setengah tahun yang lalu, setelah suamiku meninggal!"


"hemmm.....kamu yang ngantiin bu Dewi berarti ya?"


"Iya aku mencoba melamar kerja di sini, eh malah keterima seneng banget aku! kapan-kapan mampir deh ke rumah!"


"beres deh!! Ya udah aku ketemu papa dulu!"


"Eh.. bukannya kamu anaknya jurangan kerupuk? kok jadi ananknya tuan Kenan?"


"Hehehehehe dia papa angkat aku! udah ya...aku masuk dulu!"


Ferdi melenggang masuk ke dalam ruang kerja Kenan yang di dalamnya juga sudah ada Jay sang asisten.


"Anak angkat? wahh sudah lama aku gak ikutan reunian makanya aku sampai gak tau berita temen-temen SMA ku , seperti mereka semua sudah sukses!" gumam Adelia dan kembali menerus kan pekerjaan nya.


*******


Seminggu sejak kelahirannya si kembar, di adakan syukuran dan pemberian nama pada si kembar, hadir juga mama Delina dan suaminya, serta kakak dari Haris. setelah acara syukuran berakhir mereka kembali ke rumah masing-masing.


"Bee.... ambilkan popoknya, Eno pipisnya udah banyak nih!" teriak Kayla


"Bentar Mine! Rio masih rewel ini!" saut Haris.


Nama yang di berikan Haris untuk kedua anaknya adalah Valerio Dawson dan Valeno Dawson.


Mereka bahu membahu merawat anak kembar mereka, Haris benar-benar menjadi seorang suami yang siaga dan ayah yang baik buat anak-anaknya.

__ADS_1


Tentunya Ferdi mama Syila dan papa Kenan tak kalah repot di buat oleh si kembar yang lebih banyak rewel di malam hari, jadi kadang kala mama Syila dan papa Kenan harus tidur di kamar si kembar untuk menjaganya, melihat keadaan Haris yang terlihat kelelahan karena mengurus anak-anaknya membuat kedua orangtuanya itu tidak tega.


"Giliran aku deh malam ini!! mumpung malam minggu! kata Ferdi yang berniat menjaga mereka.


"Eh iya uncle jomblo abadi! makasih!" ucap Kayla.


"eh Kay!! si janda yang kamu bilang sekertarisnya papa itu ternyata teman sekolah aku!"


"oya? kok kakak tau?"


" kemarin ketemu pas nemuin papa di kantor!"


"Cieee.....lagak-lagaknya bakalan ada cinlok nih!!"


"Emang aku semurah itu!! dikit-dikit jatuh cinta!! gak lah!!"


"Iya deh! Raisya aja gak bisa nembus dinding hati kakak!! padahal dia cinta banget sama kakak!"


"Jangan gitu ntar kejadian bener lho....dapat janda anak 2 hehehheeh!!" lanjut Kayla.


Ferdi diam saja ketika Kayla menyebutkan nama Raisya, rasa bersalah masih ada di hati Ferdi, dia menghela nafas beratnya berulang kali.


*******


"Eh kamu disini fer?" kata Haris ketika mendengar suara Ferdi yang tengah bermain dengan si kembar!"


"Iya....jatah aku melek malam ini!" kata Ferdi.


"Mereka benar-benar mengemaskan ya Fer? aku beruntung punya mereka!" kata Haris sambil membelai Eno si kakak yang belum tertidur.


"Hemmmm akan lebih beruntung kalo kamu mau nurut sama aku!!" ucap Ferdi tanpa menatap ke arah Haris.


"Aku juga berusaha Fer!! tanpa jauh dari mereka!"


"Hanya sebentar menjauh saja apa bedanya?"


" Apa kalo aku ke sana juga bisa menjamin kalo di sana beda? sama saja Fer! sama!"


"Tapi di sana lebih maksimal!!kita harus mencobanya!"


"Disini juga maksimal Fer!"


"Keras kepala!!"


"Kamu gak tau bagaimana perasaan aku Fer!!"


"Kamu yang lebih gak tau perasaan aku!! ini benar-benar bisa membuat aku gila kak!!"


"Kamu gak akan gila!! kamu bisa usil tuh sama si bocil! atau main-main sama Eno dan Rio!! mereka mau bikin kamu jengkel setiap waktu!!" goda Haris.


"Dasar pasangan suami-istri kurang ajar!! udah sana keloni aja si bocil!! aku mau tidur disini!" usir Ferdi.


"Aku yakin kamu gak bisa tidur Fer! hahahahahah!" ucap Haris sambil melangkah keluar kamar si kembar.


Ferdi hanya menatap kepergian Haris, entahlah terlalu banyak hal yang dipikirkan oleh Ferdi.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2