Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
ultah papa Kenan dan Kenzo


__ADS_3

Hari ini adalah hari ulang tahun Papa Kenan dan Papi Kenzo share serta hari peringatan meninggalnya Bunda Naina bunda kandung mereka,yang telah melahirkan si kembar dan juga Namira anak sulung keluarga Hardiansyah.


peringatan ulang tahun mereka tak seperti peringatan ulang tahun kebanyakan orang,tidak ada lilin yang menghiasi kue di atas meja, hanya beberapa kue saja yang ada di sana! tidak ada hingar-bingar banyaknya tamu di antara mereka, yang hadir hanya seluruh keluarga saja mereka seperti hanya mengadakan syukuran saja.


seperti biasa Papa Kenan akan memandang lebih lama foto keluarga yang ada di ruang keluarga,memandang ke arah foto seorang wanita cantik yang memang masih terlihat sangat muda, itu adalah foto Bunda mereka Bunda Naina yang kala itu meninggalkan mereka di usia bundanya sekitar 20tahun Setelah melahirkan Kenan dan Kenzo, wajah yang pernah dia lihat secara nyata di depannya, hanya dia lihat melalui sebuah foto dan video saja, bunda yang sangat di cintai oleh papa Aryo, wanita yang bahkan membuat seorang Arya depresi kala itu.


Dunia papa Aryo dan mama Erlita kelam seketika ketika bunda Naina meninggalkan mereka untuk selamanya, papa Aryo sibuk dengan penyesalan dan depresi nya hingga membuatnya mengabaikan mama Erli yang berjuang sendiri membesarkan ketiga anaknya walaupun mereka tetap berada di dalam satu rumah. papa Aryo dan nyonya Ratna kala itu sempat mengabaikan si kembar dan Namira, anak yang sangat mereka inginkan karena rasa bersalah pada Bunda Naina, wanita yang penuh dengan pengorbanan.


"Bunda.....!" ucap papa Kenan sambil menatap wajah foto seorang wanita tergantung di sana.

__ADS_1


"Kita selalu merindukan nya!" saut papi Kenzo sambil merangkul pundak sang adik kembar.


"Ya...kita selalu merindukan nya!" ucap pula aunty Namira yang di rangkul mereka berdua, kakak yang selalu di jadikan tempat bermanja papa Kenan, ya bila bersama aunty Namira,papa Kenan mendadak berubah menjadi anak kecil lagi, begitu sangat manja.


"Rasa kehilangan itu tak pernah pergi ya zo....rasanya baru kemarin kita kehilangan Mereka, rasanya sangat-sangat batu!" kata papa Kenan.


"Ya.....tapi kita harus bahagia Ken!! agar pengorbanan Bunda tak pernah sia-sia!''


penyesalan yang diderita Aryo hingga membuatnya depresi tak pernah membuat Aryo bahagia sepenuhnya seumur hidupnya. dalam hati dan otaknya selalu ada nama Naina dan rasa bersalah sampai akhir hayatnya. Pun dengan Erlita, memegang penuh tanggung jawab akan keluarga Hardiansyah,ketiga anaknya yang dia perjuangkan seorang diri hingga beberapa tahun karena tidak pedulinya Aryo akan hidup Erlita dan juga anaknya akibat depresi dan rasa bersalah yang dia derita. belum juga perjuangan Erlita untuk merangkul Richo adik dari Naina karena kehilangan ibunya.

__ADS_1


namun begitulah takdir dari cinta segitiga diantara mereka tak ada yang pernah benar-benar bahagia dan tak ada yang pernah benar-benar menderita,semuanya seakan seimbang seperti yang telah ditakdirkan oleh Tuhan.


Kini semuanya telah berlalu, kebahagiaan sudah menyertai keluarga Hardiansyah.Richo menyaksikan sendiri kebahagiaan dari ketiga keponakan nya pun merasa sangat bahagia, dia bersyukur masih diberi kesempatan untuk melihat mereka tersenyum dan bahagia bersama keluarga besarnya.


"Happy birthday Opa! semoga Opa berdua selaluu sehat dan bahagia bersama kami!" ucap Kamila,cucu sulung dari keluarga Hardiansyah.


"Terima kasih sayang!" jawab papa Kenan dan papi Kenzo bersamaan.


"Sehat selalu pa...pi...!" ucapan datang dari Kayla dan Naina.

__ADS_1


Disusul semuanya yang ada di ruangan tersebut, bahagia menyebar keseluruhan penjuru rumah, bahkan para pelayan pun ikut bersuka cita bersama. Ferdi lagi-lagi bersyukurlah, masuknya dia ke keluarga Hardiansyah menjadi sebuah anugerah baginya dari Tuhan.


bersambung


__ADS_2