Pengorbanan Naina

Pengorbanan Naina
Flash back kisah Ricko


__ADS_3

Beberapa hari ini Erlita sibuk wira - Wiri kesana kemari, dia harus mengurus Ricko yang baru saja kehilangan sang Mama, Ricko belum mau meninggalkan rumah sederhana itu,dia masih ingin mengenang berapa banyak kenangan yang diingat tentang sang mama, tentang sang kakak, Ricko sering tidur di kamarnya Naina,menghayati dan mengenang kembali kakaknya, kadangkala dia akan duduk termenung di ruang tamu,dimana dia sering bersantai dengan mama dan juga kakaknya, beberapa tahun yang lalu.


Ricko memang masih terlalu muda untuk mencerna segala takdir yang Tuhan berikan padanya, namun bagaimana pun, takdir Tuhan tak akan terganti.Hari berlalu begitu saja, bulan pun telah berganti,namun Ricko masih enggan untuk pergi dari rumah tersebut, Ricko menjalani pendidikan homeschooling atas persetujuan Erlita, ya . Erlita lah yang mengurus segala keperluan Ricko. Namun Ricko berjanji jika memasukinya SMP dia ingin sekolah normal seperti teman-teman nya. Ricko lebih sering di temani bibi Lastri sekarang, bi Lastri meminta tolong pada Erlita agar bisa bekerja di rumah Ricko saja, BI Lastri benar-benar teringat akan Naina,gadis malang tersebut, dengan mengurus keperluan Ricko, Bi Lastri serasa bersama dengan Naina kembali.


Seorang wanita paruh baya datang ke rumah sederhana di mana Ricko tinggal, ini kali pertama nyonya Ratna datang ke rumah Naina. Dia hanya terdiam di ambang pintu ketika melihat Ricko sedang menonton film di televisi, sesekali Richo tertawa kecil sambil mengunyah camilan di tangannya, dia terlihat kurus.


"Nyonya...." sapa bi Lastri yang tak menyangka bahwa nyonya besar Hardiansyah datang ke sana.


"Nyonya!" sapa Ricko seketika berdiri dan membersihkan sisa makanan nya.


"Kau sedang apa?" tanya nyonya Ratna pada Ricko.


"Saya sedang melihat film sama bik Lastri nyonya." jawab Richo

__ADS_1


"Berkemas lah,bik Lastri yang akan membantu mu!" kata Nyonya Ratna


"Kita mau kemana Nyonya?' tanya Ricko


"Kamu mau tidak tinggal dengan Namira dan si kembar?" tanya Nyonya Ratna, dan benar saja Ricko nampak berbinar mendengar ketiga anak Erli disebut.


"Boleh Nyonya?" tanya Ricko memastikan, karena jujur saja beberapa waktu lalu dia mendapatkan tawaran itu namun dia menolak karena takut merepotkan.


Ricko sangat senang bisa tinggal di rumah keluarga Hardiansyah, itu artinya dia akan sering bertemu dengan si kembar dan juga Namira, terlebih dia akan setiap hari bertemu Erlita, Erlita yang dulu sering bahkan setiap hari datang menjadi sedikit berkurang, karena Erli tengah sibuk dengan anak-anak dan juga Aryo yang butuh menanganan serius dokter karena depresi nya di tinggal Naina. Setelah tiba di kediaman keluarga Hardiansyah, Ricko di sambut Namira yang terlihat riang dan langsung memeluk Ricko. Sedangkan Erli yang masih mengurus si kembar di dalam kamar tak mengetahui rencana sang mertua untuk membawa Ricko tinggal bersama mereka.


"Kak Erli!" panggil Ricko ketika melihat Erli keluar dari kamar bersama si kembar yang salah satunya di gendong oleh baby sitter.


"Ricko?'' Erli sedikit berlari menuju ke arah Ricko dan ternyata di sana masih ada Nyonya Ratna yang duduk di sofa ruang keluarga.

__ADS_1


"Kamu sama siapa ke sini?" tanya Erli


"Mama yang menjemput" jawab Ricko, ya... di sepanjang jalan Nyonya Ratna banyak berbincang dengan Ricko, dan pada akhirnya dia meminta Ricko untuk memanggil Mama padanya.


"Mama?" tanya Erli,lalu pandangan nya beralih ke sang mertua, Erli tak menyangka bahwa mertuanya sepeduli itu juga pada Ricko.


"Kata Mama, Ricko akan tinggal di sini Kak!! sama Kakak dan si kembar...juga sama Namira" ucap Ricko sambil memeluk Namira, mereka tertawa-tawa berdua sambil terus berpelukan.


Erlita mengembangkan senyumnya, sebenarnya dia sudah lama ingin Ricko tinggal bersama nya, namun selain Ricko yang menolak, Erli juga tak enak hati dengan mertua nya,namun saat ini sang Mama lah yang membawa Ricko sendiri ke rumah ini.


"Terimakasih ma" ucap Erli


bersambung

__ADS_1


__ADS_2