Penyesalan Mantan

Penyesalan Mantan
Episode 10


__ADS_3

Aku tersentak kaget mendengar suara ketukan pintu di saat aku lagi mengerjakan beberapa berkas yang ada di meja kerjaku, dan ada seorang wanita berparas cantik menerobos masuk begitu saja, aroma parfum yang lembut memenuhi isi ruangan ini.


" Karin" seruku yang nampak kaget di buatnya.


" Ada apa?" tanyaku yang di buat heran, dia bertingkah tak seperti biasanya, yang selalu sopan walaupun kami punya hubungan.


Hubungan kami sudah berjalan hampir 2 bulan, dan sekarang makin panas saja tingkah dia, kadang aku takut lepas kendali, aku lelaki punya hasrat yang tinggi apa lagi hanya dia yang berani senekat ini sama aku.


Wanita cantik yang tak lain adalah tunangan baru ku itu melenggang masuk dan langsung mendudukkan bokongnya di atas pangkuanku, dan mengalungkan tangannya di leherku, aku terperanjat kaget dengan tingkah dia yang manja ini.


detak jantungku berpacu kian kencang.


" Mas kunci pintu dulu gih" suruhnya dengan manja.


" Buat apa Karin?" balasku hampir tak percaya pada tingkahnya yang tiba-tiba agresif ini.


Sebuah ciuman mendarat di bibirku dan lama-lama berujung pada *******-******* kecil, aku terpaku tak membalasnya.


" Mas kok diam sih?" serunya, dan mengakhiri ciuman itu.


" Maaf Karin, aku kaget saja aku tak biasa seperti ini, aku belum pernah melakukannya, walaupun itu hanya sebatas cium, apa lagi ciuman di bibir." ucapku jujur.


" Bagaimana dengan Zaenab? tanyanya penuh selidik.


" Tak seperti yang kamu pikirkan sayang," Aku mencoba untuk memberi pengertian pada Karina yang mungkin berpikir macam-macam padaku ataupun pada Zaenab.

__ADS_1


" Oh ya?" pertanyaannya sepertinya dia meragukan aku kejujuranku.


" Tapi Mas percaya pada Zaenab?" kali ini pertanyaan itu membuat aku tercengang.


" Maksud kamu apa sayang?" tanyaku lagi yang tak mengerti, sebab yang aku tahu selama ini Zaenab adalah gadis yang pendiam dan baik, terutama pada ibuku, hingga membuat ibuku kecewa karena keputusan keluarganya.


" Udah ah, nanti Mas Pram tahu sendiri, " jawabnya hingga membuat aku jadi penasaran.


" Jangan begitu Karin, Mas memang benar-benar tak tahu kok, sayang." Ucapku Jujur.


" Karin kan calon istri kamu Mas" ujarnya sambil menyandarkan kepalanya di bahu ku dan tangan kanannya mengelus dada bidangku, aku bertambah berdebar-debar tak karuan. Dan berhasil dia mengalihkan pertanyaan aku tadi.


" Jangan gini sayang, " ucapku dengan menahan gairah yang begitu tinggi, ulah Karina membangunkan seekor ular yang lagi tertidur di bawah sana, ular yang tersembunyi di balik celana bahan yang berwarna hitam itu lama-kelamaan menggeliat.


" Jangan begini sayang " pintaku dengan penuh iba, dan berusaha mencegah tangan Karin untuk berhenti mengelus-elus ular yang sudah berdiri itu.


Aku memegang pergelangan tangan Karin lalu aku mengangkat dan mencium jari-jemarinya dengan lembut.


" Kamu telah membangunkannya sayang, tolong jangan ganggu dulu ya." Tuturku dengan lembut,


" Tolong jangan begini dulu ya, kita harus sabar Yank," ucapku menasehatinya.


Aku mendesah karena Karina ga mau diam dia malah kembali mencium bibirku dengan ********** dengan lembut, aku yang ga tahan lagi menyambut bibir indah Karin dengan cara mengimbanginya saja, sebab ini baru pertama kali aku melakukan di luar batas.


Tangan Karin sudah mulai melepas gesper ku dengan cepat dan karena dia tahu sesuatu di balik celana itu sudah tak muat lagi, kini tangannya membuka kain celanaku, kontan sesuatu di balik cd aku menonjol dan benar - benar tak muat lagi, tangan Karin kembali mengelus dengan lembut ular itu.

__ADS_1


" Mas aku bantu ya menidurkannya kembali, aku tanggung jawab kok " ucapnya di dekat telingaku setelah dia menghentikan ciumannya itu.


" Ga usah sayang, aku akan selesai sendiri" ucapku sembari menahan sesuatu itu dengan sekuat tenaga.


" Karin balik gih ke ruang sana" usir ku secara halus.


" Ga mau," jawabnya dengan cemberut.


" Ya sudah Mas ke kamar mandi dulu ya?" ucapku minta ijin ke dia.


" ih kok malah ke kamar mandi sih Mas, kan sudah aku bilang mau bantu tidurkan ini" serunya dengan manja, sambil mengelus ular besar itu.


Aku gelagapan sendiri tak bisa menjawab semua alasan dia, untuk membantu aku menidurkan milikku.


" Oh... Karin," aku yang ga tahan langsung ******* habis bibirnya yang ranum itu.


dan beralih ke leher jenjang yang putih mulus itu, belum sempat aku menelusuri leher jenjang itu keseluruhan, tiba-tiba kami dikagetkan dengan suara ketukan pintu,tok-tok-tok.


" Ayo berdiri sayang ada tamu di luar" bisikku pada Karin yang sudah kelewat horny padaku.


Lalu di berdiri dan merapikan bajunya sementara aku juga demikian dan Karina membantu aku menghapus listrik yang menempel di bibir dan pipiku juga.


setelah semua rapi aku baru mempersilahkan seseorang di balik pintu itu untuk masuk.


" Silahkan masuk." Seruku dari dalam

__ADS_1


__ADS_2