
Mual dan pusing yang sedang melanda Akio pun seketika menghilang ketika mendapatkan telepon dari Dio bahwa Aninda telah di culik oleh Akano.
Adrenalin Akio seketika membuncah ingin ikut segera bergabung untuk menolong Aninda.
Dengan cepat ia pun nampak membuka ruang penyimpanan alat-alat yang telah berhasil ia ciptakan dengan hasil yang memuaskan. Dan ini lah saat nya untuk menguji coba dari alat yang ia kembangkan tersebut.
Akio pun segera menelepon Edrick.
"Ed, kepung lebih dahulu kediaman milik Akano tersebut dari jarak dekat. Anak buah mu jangan sampai ada yang mendekat karena aku akan melumpuhkan bodyguard mereka dengan serbuk bius yang akan aku tebarkan menggunakan mini drone ku," ucap Akio memberi instruksi.
"Jika para bodyguard yang berjaga di depan sudah nampak lumpuh semua maka kalian segeralah masuk dengan segera. Namun tutuplah hidung kalian karena sisa-sisa serbuk tersebut pasti akan masih ada," ucap Akio lebih lanjut.
"Perintah aku terima Kio," jawab Edrick dengan memutus panggilan segera dan memberikan instruksi kepada seluruh anak buah nya tersebut sesuai dengan apa yang Akio perintahkan.
Akio pun dengan segera mengambil serbuk obat tidur yang telah ia racik tersebut. Serbuk tersebut pun akan membaur dengan udara dan akan membuat siapa pun yang menghirup udara yang telah bercampur dengan serbuk tersebut secara otomatis perlahan-lahan akan merasakan kantuk yang sangat luar biasa dan kemudian tertidur.
Akio pun menempatkan serbuk tersebut di dalam drone. Dengan segera Akio pun meluncurkan drone yang di lengkapi kamera dan gps tersebut menuju ke titik gps yang telah di setting oleh Akio tersebut.
Drone tersebut secara otomatis terbang menuju ke lokasi yang telah di tetapkan oleh Akio tersebut dengan melesat sangat cepat tanpa hambatan.
Drone pun perlahan sampai dan nampak mengitari rumah milik Akano. Dengan segera Akio pun mengontrol dan menyebarkan drone miliknya tersebut ke berbagai sudut rumah milik Akano itu.
"Take action, meluncur!" pekik Akio dengan gemas dan menekan tombol enter di layar keyboard yang telah tersambung dengan drone nya itu.
Secara otomatis drone pun meluncurkan serbuk-serbuk obat tidur dan tak lama kemudian seluruh penjaga yang berjaga di luar dan di halaman pun nampak telah tertidur.
__ADS_1
Akio pun mengarahkan tombol kontrol di keyboard nya agar seluruh drone yang tersebut dapat mencari celah untuk masuk ke dalam rumah milik Akano.
Dengan gesit seluruh drone tersebut bergerak dengan cepat memasuki setiap ruangan yang ia temui dan menebarkan serbuk bius tersebut hingga tanpa sisa.
Namun drone milik Akio tersebut nampak kesulitan untuk memasuki sebuah kamar yang di yakini kamar tersebut adalah milik Akano yang tidak memiliki celah sama sekali untuk drone nya tersebut masuk ke dalam.
Akio pun segera menelepon Edrick kembali.
"Ed, Bodyguard telah lumpuh. Segera masuklah untuk mengeksekusi rumah Akano. Namun sepertinya Akano masih belum terkena pengaruh serbukku. Karena kamar nya tidak ada celah sama sekali untuk membuat drone ku bisa masuk kedalam kamar nya itu. Jadi berhati-hatilah," ucap Akio memberikan aba-aba.
Edrick pun segera bergerak bersama dengan anak buah nya dan di ikuti oleh Dio yang semua nya nampak menggunakan masker agar terhindar dari serbuk obat tidur buatan Akio tersebut.
Anak buah Edrick pun dengan segera meringkus para anak buah Akano yang masih nampak tertidur dengan pulas.
Sedangkan Dio dan Edrick pun segera memasuki rumah mewah dan nampak sangat luas milik Akano tersebut dan membuka satu persatu ruangan mencari keberadaan Aninda.
Akano pun nampak tidak sabar menunggu reaksi yang ditunjukkan oleh Aninda. Hingga tanpa menunggu lama, Akio pun segera melepas satu persatu baju yang di kenakan oleh Aninda hingga seluruh tubuhnya pun nampak telah te lan jang.
Akano yang melihat tubuh Aninda telah polos tanpa sehelai benang pun dan nampak sangat indah di pandang tersebut membuat tubuhnya pun merasa panas dingin ingin segera menerkam tubuh se*si milik Aninda itu.
Dengan cepat Akano pun segera melepaskan seluruh pakaian yang melekat ditubuh nya itu dan naik ke atas ranjang menindih tubuh Aninda.
Akano pun nampak menciumi wajah Aninda. Kemudian menyentuh dan mencium bibir Aninda. Dengan tak sabar Akano pun nampak me re mas kedua mochi milik Aninda secara bergantian dengan sangat kuat dan beringas.
Reaksi dari obat pe rang sang pun mulai bereaksi ditubuh Aninda. Aninda pun nampak melenguh dan menggelinjang tidak tenang ketika kedua mochinya tersebut di re mas oleh tangan Akano.
__ADS_1
Akano yang melihat reaksi dari tubuh Aninda pun tersenyum dengan senang dan ciuman pun semakin turun menuju kedua buah mochi milik Aninda dan menghisapnya perlahan dan sangat menikmati setiap hisapan nya tersebut.
"Oouuch ahh, Dio. Geli sekali," racau Aninda dengan menyebut nama Dio dan terlihat sangat berat sekali untuk membuka mata nya tersebut.
Akano pun nampak mencengkeram dagu Aninda dengan sangat kuat ketika Aninda menyebut nama lelaki lain di depan nya itu.
"Buka mata kamu, dan lihatlah dengan benar siapa aku!" ucap Akano dengan geram dengan segera me lu mat dan menggigit lidah Aninda dengan sangat kencang.
Aninda pun sangat ingin membuka mata nya namun entah kenapa ia merasakan kantuk yang sangat luar biasa namun berbeda dengan tubuhnya menginginkan sentuhan demi sentuhan yang bisa mendinginkan rasa panas yang menjalar di sekujur tubuhnya itu.
"Awwhh, sakit ... " rintih Aninda ketika Akano pun nampak menggigit lidah nya tersebut.
Akano pun nampak tidak memperdulikan rintihan Aninda tersebut dan masih me lu mat dan menghisap bibir Aninda hingga tampak membengkak.
Akano pun kemudian menjilati area telinga Aninda dan sesekali menyesap daun telinga tersebut hingga Aninda pun merasakan ga i rah nya semakin tidak tertahan namun sama sekali tidak mampu untuk membuka mata nya.
Aninda pun nampak menggeliatkan tubuhnya dan meraba mencari-cari sesuatu untuk mendinginkan tubuhnya hingga tubuhnya pun nampak menyentuh tubuh milik Akano.
Aninda pun reflek memeluk tubuh Akano dengan erat hingga pedang pusaka milik Akano pun nampak semakin membesar dan memanjang ketika tubuhnya bersentuhan dengan tubuh Aninda.
"Ahh baru bersentuhan begini saja tubuhku sudah nampak sangat terpuaskan," racau Akano dengan segera menghisap leher Aninda dengan sangat kuat hingga menimbulkan titik-titik merah yang sangat banyak.
Akano pun nampak memposisikan pedang pusaka nya menuju lembah milik Aninda. Namun ketukan dari luar kamar nya pun nampak semakin menggema dengan keras sehingga membuat Akano merasa jengkel karena merasa sangat terganggu.
"Siapa sih yang berani-beraninya menggedor pintu kamarku!" pekik Akano dengan menyelimuti tubuh milik Aninda agar tidak di lihat oleh pengawalnya.
__ADS_1
Sedangkan Dio yang telah mendengar suara erangan dan rintihan dari dalam ruangan yang di yakini adalah kamar Akano pun membuat hatinya mendidih dan sangat murka.
Sedangkan Edrick masih setia menggedor kamar Akano dengan sangat keras agar Akano menjadi terganggu dan membuka pintunya tersebut tanpa perlu bersusah payah mendobrak pintu kamar tersebut.