Penyesalan Mantan

Penyesalan Mantan
Store Baju Dinas Malam


__ADS_3

Perasaan Dio kini telah sangat lega. Yang mana dirinya telah mendapatkan restu oleh kedua orangtua Aninda dan Aninda pun telah menerima lamaran nya tersebut.


Aninda dan Dio pun nampak sedang mengantar kedua orang tua Aninda menuju Bandara. Kedua orangtua Aninda pun hanya sempat menginap di sebuah hotel yang terdekat dengan gedung pernikahan Amel selama satu malam saja.


"Ayah, Ibu. Kenapa tidak menginap semalam lagi? Aninda kan masih kangen?" tanya Aninda kepada ibu nya tersebut.


"Ayahmu kan banyak kerjaan Nin. Wes ngerti dewe to neg ternake ayahmu ora iso ditinggal suwe-suwe," jawab ibu Aninda dengan menggunakan bahas Jawa. (Sudah tahu sendiri kan kalau hewan ternak ayahmu tidak bisa di tinggal lama-lama.)


Aninda pun nampak mengangguk walaupun dengan wajah cemberut.


"Yawes sing ngati-ngati Yo nduk. Ayah ibuk arep bali ndisek," ucap Ayah Aninda. (Yasudah yang hati-hati ya nak. Ayah ibu mau pulang dulu.)


Dengan segera Aninda dan Dio pun mencium kedua tangan orang tua nya tersebut. "Hati-hati nggih yah, buk," ucap Aninda dengan melambaikan tangan nya dengan mengusap air matanya yang tanpa sengaja meleleh.


Kedua orang tuanya pun nampak mengangguk dan segera menuju ke pesawat yang akan segera lepas landas.


"Doakan saja semoga ayah dan ibu sampai dengan selamat di rumah," ucap Dio dengan menggandeng tangan Aninda menuju ke tempat dimana mobil Dio terparkirkan.


Disepanjang jalan Aninda pun nampak terdiam dan melamun sembari memandangi jalanan.


"Sudah jangan sedih. Kan seminggu lagi kita akan pulang ke Indonesia setelah menghadiri pesta pernikahan Fujiwara dan Edrick," ucap Dio mencoba menghibur Aninda.


Aninda pun nampak mengangguk. Sedangkan mobil Dio pun masih terus melaju hingga mobil pun nampak memasuki tempat pusat perbelanjaan di pusat kota Tokyo tersebut.


Dio pun segera memarkirkan mobilnya dan kemudian mengajak Aninda untuk segera turun.


"Yuk sayang kita turun dulu," ucap Dio.


Sedangkan Aninda pun turun dengan langkah gontai dengan tangan yang masih di gandeng oleh Dio.

__ADS_1


Kedua nya pun nampak menuju ke bioskop. Aninda dan Dio pun nampak melihat jadwal film yang akan segera di putar tersebut.


"Ingin nonton film apa sayang?" tanya Dio kepada Aninda.


"Terserah," jawab Aninda dengan cuek karena Aninda pun sebenarnya belum terlalu memahami bahasa Jepang sepenuhnya.


Jadi jika Aninda menonton film berbahasa Jepang pun hanya memahi bahasa sekitar enam puluh persen saja. Sisanya Aninda pun belajar menggunakan bahasa tubuh dan gerak gerik yang mereka lakukan.


"Bagaimana jika kita menonton film plus-plus?" tanya Dio kepada Aninda.


Mendengar kata plus-plus pun membuat mata Aninda semakin melotot karena tidak suka.


"Katanya terserah aku sayang? Yaudah yuk kalau terserah aku ya aku mau nya nonton yang plus-plus saja," tutur Dio segera menuju ke tempat pembelian tiket.


"Jangan yang itu ih. Yang lebih bermanfaat lain nya saja bisa tidak sih? Lagian aku enggak terlalu paham dengan bahasa Jepang. Yasudah nonton film Hollywood yang sedang booming saja," ucap Aninda dengan melangkah lebih dahulu menuju ke loket pembelian tiket.


"Iya maksud aku dari tadi juga ingin melihat film Hollywood sayangku," jawab Dio yang kemudian merangkul pinggang Aninda.


"Nah gitu dong sayang manggilnya nama aku yang lengkap pakai kata sayang," kata Dio yang masih juga memeluk pinggang Aninda.


Sedangkan Aninda pun nampak memutar kedua bola matanya dengan malas melihat tingkah kekasihnya tersebut.


Setelah membeli tiket pun keduanya nampak memasuki ke sebuah ruang sesuai dengan tiket yang mereka pesan.


Aninda dan Dio pun nampak mencari letak kursi yang telah mereka pesan dengan menatap kedepan kekiri dan ke kanan. Letak tempat duduknya pun persis di pojok paling atas sendiri yang sederet bangkunya semuanya adalah seat couple yang telah di isi oleh orang-orang yang sedang berkencan.


Aninda dan Dio pun segera duduk dengan tenang di kursi yang telah mereka pesan. Sedangkan tak berapa lama kemudian lampu bioskop telah padam dan tergantikan oleh layar bioskop yang menyala terang dengan menayangkan film Hollywood adegan demi adegan.


Baru beberapa saat film di putar nampak sepasang ke kasih di sebelah Aninda pun nampak tengah bermesraan hingga berciuman yang membuat penonton sebelah nya yang melihat keduanya pun nampak risih.

__ADS_1


Keduanya pun bukan hanya terlihat berciuman saja namun keduanya pun juga sudah nampak saling meraba-raba hingga tak lama kemudian petugas bioskop pun nampak datang dan menegur keduanya hingga sepasang kekasih yang memadu kasih tersebut nampak keluar dengan wajah malu.


"Hem, kalau mau mesum mending cari hotel saja iya kan sayang. Pacaran kok di bioskop yang ada kamera cctv nya yang bisa menyorot di dalam ke gelapan," tutur Dio dengan menyinyiri pasangan yang kena tegur petugas tersebut.


"Dasar enggak ngaca," ucap Aninda dengan mata melotot dan segera menyingkirkan tangan Aninda yang nampak di remas pelan oleh Dio.


"Hehehe, kelepasan sayang," jawab Dio dengan muka meringis.


Kedua nya pun nampak menikmati menonton film dengan tenang. Hingga film selesai dan seluruh penonton pun nampak keluar dengan perlahan satu persatu.


Kemudian Dio dan Amel pun nampak berjalan melewati banyak store dengan bermacam-macam merek. Dan Dio pun nampak tertegun melihat penampakan store yang isi nya terpampang dalaman wanita yang terlihat berbagai macam bentuk dan jenis.


Dengan cepat Dio pun nampak menarik tangan Aninda untuk masuk ke dalam store tersebut. Aninda pun nampak sangat malu melihat tingkah Dio tersebut.


"Untuk apa kamu mengajakku masuk kedalam toko baju dinas malam Jumat pasangan halal?"bisik Aninda kepada Dio.


"Untuk kita pakai di malam setelah kita menikahlah sayang. Untuk sebelum kita menikah pun juga tidak masalah kalau kamu mau lagi sebelum kita menikah nanti. Hehehe," ucap Dio dengan tersenyum mesum kearah Aninda.


Sedangkan Aninda pun terlihat memalingkan muka karena malu mendengar ucapan Dio tersebut.


Dengan segera Dio pun meminta kepada pelayan untuk mengeluarkan lingerie cosplay sexy maid.


Tak lama kemudian nampak pelayan tersebut membawa banyak jenis mulai dari costume baby doll pelayan, lingerie pembantu Korea dengan renda-renda dengan berbentuk yang sangat membuat Dio semakin ingin meneteskan air liur nya melihat lingerie tersebut serta membayangkan Aninda yang tengah memakai nya.


"Bungkuskan setiap jenis yang ada serta yang pas ditubuh istriku," pinta Dio kepada pelayan tersebut.


Dengan cekatan sang pelayan pun segera membungkuskan seluruh jenis lingerie yang ada dengan ukuran yang pas ditubuh Aninda.


"Dio, itu terlalu banyak. Jangan menghamburkan uang untuk sesuatu yang tidak terlalu penting," bisik Aninda.

__ADS_1


"Itu kostume nya aku ingin kamu dalam semalam paling tidak berganti-ganti minimal tiga lingerie sayangku," jawab Dio dengan mencubit pipi Aninda dengan gemas.


Sedangkan Aninda pun nampak menggerutu pelan. "Dasar Dio mesum," gerutu Aninda dengan pelan.


__ADS_2