
Dio pun bergegas kembali menuju ke rumah sang mama. Di sepanjang perjalanan Dio pun terlihat kebingungan dalam mencari cara agar Vania mau mengakui perbuatan nya.
Tak lama kemudian Dio pun nampak kembali memarkirkan mobilnya ke dalam basement yang tersedia di rumah mewah orang tua nya tersebut.
Dio pun segera masuk ke dalam rumah orangtuanya tersebut. Nampak terlihat Vania yang kemudian mendekat ke arah Dio.
"Sayang, boleh kah malam ini aku keluar menikmati udara malam sendiri an menggunakan mobilmu?" tanya Vania yang telah mengganti baju rumahan nya dengan baju yang terlihat kurang bahan.
"Terserah, tapi jangan pernah kamu menyentuh mobil mahalku," jawab Dio dengan raut muka datarnya dan segera menuju ke ruang kerja nya kembali.
Sedangkan Vania pun terlihat memekik kegirangan karena telah mendapatkan izin dari suaminya tersebut.
Dengan cepat Vania pun segera menuju dimana mobil keluarga Dio tersebut yang terlihat berjajar dengan rapi di dalam area basement tersebut. Vania pun kemudian memilih mobil dengan dua seat agar tidak kesusahan untuk memarkirkan mobilnya nanti.
Vania pun terlihat segera melajukan mobil tersebut dan meninggalkan kediaman mewah keluarga Dio dengan perasaan riang gembira dengan menuju ke sebuah hotel berbintang.
Vania pun segera menuju ke resepsionis dan kemudian melenggang ke sebuah kamar mewah yang telah di booking oleh seseorang.
Vania pun terlihat mengetuk pintu kamar hotel tersebut dan tak lama kemudian muncul lah seorang lelaki yang sudah berumur 15 tahun lebih tua dari nya.
"Masuklah sayangku," ucap lelaki tersebut dengan menggandeng Vania masuk.
Vania pun terlihat tersenyum dengan senang dan segera mengikuti langkah kaki lelaki tersebut.
"Duduklah sayang, mau langsung atau kita mengobrol terlebih dulu? Kalau om sih pengin nya langsung saja karena om sudah sangat terangsangg melihat tubuhmu yang terlihat sangat sintall karena dirimu yang sedang hamil muda itu sayangku," ucap lelaki hidung belang tersebut dengan menyentuh beberapa area sensitif milik Vania yang membuat Vania terlihat merem melek merasakan sentuhan lelaki yang telah membooking nya dengan harga fantastis tersebut.
"Aku memang sangat suka sekali menatap dan menyentuh wanita yang sedang hamil," ucap lelaki hidung belang tersebut dengan terus memegang dan meremass kuat kedua melon lokal milik Vania yang memang terlihat pas di tangan lebar milik lelaki tersebut.
"Ahh om nakal ih, transfer dulu separuh dari harga yang om tawarkan dong. Begini-begini tubuhku baru di sentuh oleh satu orang lelaki saja yang telah membuatku hamil seperti ini," ucap Vania dengan suara yang dibuat dengan sedikit mendesahh.
"Tenang sayangku. Om transfer sekarang juga dengan harga full karena om sudah sangat menginginkan tubuhmu yang sesuai dengan bayangan fantasikuu," jawab lelaki tersebut dengan segera mengambil hpnya dan kemudian menstransfer uang ke rekening milik Vania.
__ADS_1
Mata Vania pun terlihat berbinar melihat nominal yang telah om-om tersebut berikan kepadanya.
"Salah sendiri Dio tidak kunjung juga mau menyentuhku. Aku kan juga rindu akan belaian. Itung-itung juga menambah pundi-pundi keuangan ku untuk membeli tas keluaran terbaru," gumam Vania di dalam hatinya.
Dengan cepat Vania pun segera menanggalkan seluruh pakaian yang ia kenakan. Begitu juga dengan om-om tersebut.
"Mau dengan obat laknat untuk membuat gairahh kamu meningkat atau tidak sayang?" tanya lelaki tersebut dengan menciumm bibir Vania tersebut.
Vania pun tanpa berpikir lama segera menganggukkan kepala. "Boleh om, tapi sedikit saja dengan dosis rendah ya om," jawab Vania dengan menggesekkan melon lokal nya tersebut ke tubuh om-om tersebut.
Dengan cepat lelaki tersebut pun menuang anggur merah dengan di campur sedikit obat perangsang namun dengan dosis yang tinggi.
Lelaki tersebut pun segera menyodorkan kan minuman tersebut kepada Vania. Kemudian Vania pun segera menerima gelas tersebut dan segera di minumnya sekali teguk dan tandas tanpa sisa.
Kedua nya pun segera melakukan pemanasan yang membuat tubuh Vania pun lama kelamaan menjadi panas dingin. Sedang lelaki tersebut pun masih tampak menciumm perut Vania yang terlihat membuncit tersebut dengan sangat beringas hingga menimbulkan banyak jejak kemerahan.
Begitu juga dengan melon lokal Vania pun yang kemudian di hisapp nya dengan kuat hingga chocochipnya pun terlihat menonjol keluar.
"Sayang cantikku, bagaimana kalau kita main bertiga? Akan aku tambah bayaran kamu dua kali lipat dari ini? Bagaimana mau tidak?" tanya lelaki tersebut.
Vania yang mendengar kata dua kali lipat pun menjadi sangat tergiur. Vania yang masih nampak terpengaruh oleh obat laknat pun segera menerima ajakan lelaki tersebut.
"Keluarlah!" ucap lelaki tersebut dengan memanggil teman kencan lain nya yang ternyata bersembunyi di balik kamar mandi dan mengintip permainan Vania dengan atasan nya tersebut.
Vania pun nampak terkejut melihat seorang lelaki tampan dan muda yang keluar dari dalam kamar mandi dalam keadaan tubuh nya sudah poloss tanpa sehelai benang pun.
Lelaki muda tersebut pun segera mendekat dan kemudian ketiga nya pun bermain gila hingga pagi hari.
Sedangkan Dio terlihat menyibukkan diri dengan menempelkan Foto cantik milik Aninda disetiap sudut ruangan rumah mewah orang tuanya tersebut.
Diruang tamu dan ruang keluarga pun nampak foto Aninda dengan Dio yang terlihat berpelukan dengan mesra yang sengaja Dio cetak sangat besar untuk memancing amarah Vania.
__ADS_1
Begitu juga di dalam kamar Vania pun segera Dio letakkan poster cetak foto Aninda dengan nuansa background pemandangan daun maple yang sedang berguguran yang membuat Aninda semkain cantik menawan.
Dengan cepat Dio pun memasang cctv tersembunyi untuk memantau perilaku Vania di dalam kamarnya tersebut. Hingga tengah malam Dio pun baru selesai mengerjakan semuanya seorang diri.
Hingga pukul satu dini hari pun tidak tampak wujud Vania kembali ke kediaman keluarga Dio. Hingga mentari pagi bersinar terang pun Vania juga tidak nampak pulang.
"Haih, kemana wanita ular itu pergi hingga waktunya sarapan pagi pun belum juga kembali pulang. Pasti sedang mencari mangsa baru untuk memuaskan dirinya hingga lupa waktu. Ah biarkan sajalah toh bukan urusan aku. Tinggal menunggu detik-detik semua bukti terkumpul saja maka akan mudah bagiku untuk menendangnya dari rumah ini dan dari kehidupan ku untuk selamanya," gumam Dio dengan terus menuruni anak tangga menuju ke ruang makan.
Di ruang makan terlihat sang mama dan sang papa yang melihat Dio dengan tatapan menusuk.
"Dio! Apa bisamu sekarang hanya membuat masalah dan menambah masalah? Kenapa kamu tega terhadap Vania dengan menempelkan foto Aninda bersama dengan mu dengan sangat lebar dan tersebar di seluruh penjuru ruangan?"
"Apa kamu tidak merasa bersalah sedikitpun terhadap Vania? Vania selama disini pun selalu bersikap baik dan tidak pernah pergi kemana pun apalagi berbuat neko-neko. Kenapa kamu tidak kunjung move on untuk melupakan Aninda?!" pekik papa Dio dengan suara lantang dan menggelegar.
"Dio tidak pernah menghamili Vania pa. Dio hanya menghamili Aninda saja. Makanya diriku pun terlihat menggila seperti ini karena tidak ada seorang pun yang berusaha menolongku untuk menemukan dimana Aninda berada. Cucu mama dan papa yang asli tengah bersemayam di perut Aninda,"
"Sedangkan yang berada di dalam perut Vania itu bukan milik Dio. Papa lihatlah sendiri menantu yang papa banggakan itu belum juga kembali pulang dari semalam. Mungkin sedang keasikan memanjat tebing mengarungi lembah hingga lupa waktu," ucap Dio dengan penuh kata kiasan untuk mengejek persepsi papanya terhadap Vania selama ini.
Hingga tak berapa lama terlihat mobil yang dikendarai oleh Vania pun memasuki halaman rumah. Vania pun segera melenggang masuk ke dalam rumah orang tua Dio dengan jalan yang terlihat mengangkang menahan rasa perih di area nya yang telah di arungi oleh dua pria brutal secara bersamaan.
"Lihat lah menantu idaman papa. Pulang pagi dengan wajah terlihat kacau serta jalan nya pun terlihat mengangkang seperti wanita murahan yang telah menjajakan tubuhnya hingga lupa waktu," ucap Dio dengan nada yang sengaja di ucapakan nya dengan sangat keras.
Vania yang mendengar ucapan Dio pun wajahnya mendadak berubah menjadi pucat dan pias karena takut jika apa yang telah ia lakukan tersebut di ketahui oleh Dio bahkan kedua mertua nya.
"Ma-maksud kamu apa sayang. Jalan ku seperti ini karena aku tadi habis jatuh terpeleset di lantai rumah teman kenalan ku. Maaf ya sayang karena aku lupa mengabarimu karena baterai ponselku telah habis dan lupa tidak membawa charger," ucap Vania dengan perlahan agar Dio tidak kembali curiga.
Dio pun terlihat menarik Vania mendekat ke arah kedua orangtuanya.
"Pa, ma ... di tubuh Vania pun tercium aroma parfum laki-laki," ucap Dio yang kemudian menarik kardigan Vania secara tiba-tiba dan cepat hingga kardigan tersebut pun terlepas.
Tubuh Vania pun tampak terekspos dengan hanya terlihat mengenakan tanktop saja dengan banyak bekas percintaan yang terlihat di tubuh nya tersebut.
__ADS_1
"Dio!!" pekik Vania karena tidak terima kardigan nya nampak di tarik paksa hingga bekas percintaan ditubuhnya pun terlihat dengan sangat jelas di hadapan semua orang yang ada di ruang tersebut.