
" Akan Mitha pikirkan Pak, secepatnya Mitha akan kasih jawaban." Ucap Mitha kemudian.
Perasaan lega menyelimuti hati Biyan, paling tidak pria itu sudah mengungkapkan kejujuran dia pada wanita cantik itu.
Sudah empat hari di rawat akhirnya Dimas di nyatakan sembuh, lelaki kecil itu nampak sudah terlihat lebih sehat dan ceria kembali.
" Dimas kangen dedek, Bu" ucap bocah itu yang masih terdengar cedal.
" Ia Nak, sebentar lagi kita akan ketemu masa Dek Lika ya," Jawab Mitha sembari tersenyum sumringah, Lima adalah panggilan untuk Malika, biasanya mereka berdua tiap hari akan main bersama-sama, dan mereka berdua saling menyayangi.
Setelah semua biaya sudah di urus oleh Biyan, akhirnya Dimas bisa pulang ke rumah, namun ketika mereka sampai di parkiran mobil terlihat sepasang suami-istri istri dan seorang anak laki-laki telah keluar dari sebuah mobil yang kebetulan juga mobil tersebut berjajar dengan mobil sport milik Biyan, Biyan berjalan dan Mitha mengekori Biyan dari belakang, pria itu menggendong Dimas sambil membawa travel bag dan meletakkan tas tersebut di belakang mobilnya, mereka saling beradu pandang, nampak Wulan terlihat kaget juga pada keberadaan kami di rumah sakit ini, terlebih Andra yang saat itu tengah menggendong Angga anak dari Wulan dan suaminya yang dulu.
" Ikuti apa yang aku arahkan Mitha." Ucap Abiyan pada Mitha dengan lirih.
Mata mereka bertemu sejenak ketika Mitha mengangguk pada perintah Biyan.
Andra menatap ke arah sepasang pria dan wanita serta anaknya dengan tatapan penuh penjelasan.
__ADS_1
Karena tidak tahan akhirnya Andra melangkah ke arah di mana Biyan dan Mitha berdiri di belakang mobil, " Dimas sakit apa Nak?" tanya Andra ketika kami saling berhadapan.
" Dia terkena gejala typus, tapi Alhamdulillah sudah bisa di bawa pulang." Jawab Mitha dengan datar.
" Kanapa kamu tidak kasih kabar ke aku Mitha, hah?" ucap Andra dengan suara lirih tetapi penuh dengan penekanan.
" Apa kamu selama ini perhatian padanya hah? dan mau menengok dia barang sebentar saja, padahal jarak rumahku dan rumahmu hanya dalam hitungan langkah, tak bisakah kau pakai ot*k kamu itu untuk berpikir bahwa kamu juga punya tanggung jawab sebagai seorang ayah yang harus menghidupi anak kamu, tetapi yang aku rasakan lain, Andra. Tak ada rasa kasih pada anak kamu sendiri, jadi buat apa aku mengabari kamu palingan kamu akan menyusahkan aku saja." Gerutu Mitha dengan sinis nya, dan emosinya mulai terpancing, Abiyan yang ada di sebelah Mitha menegur Mitha dengan lembut.
" Jaga ucapan kamu Mitha." Sentak Andra dengan lirih pula, mereka sadar sedang di tempat umum tak pantas bila berucap terlalu keras.
untung tempat itu tidak terlalu ramai jadi tidak mengundang kecurigaan banyak orang.
" Kenapa bisa begitu Pak, Dimas anak saya buka anak Pak Biyan." Ucap Andra sedikit meninggi.
" Saya tahu itu, tapi dia aku adalah calon Papa sambungnya, dan bila kamu mau menyambangi Dimas artinya kamu harus bertemu juga dengan calon istri ku, makan dari itu bila kamu ingin ke rumah Mitha hubungi aku." Ucap Biyan dengan datar.
" Hah apa? jadi kalian ini ada hubungan, sejak kapan? atau jangan-jangan?-" Ucapan Andra terputus oleh sela an dari Biyan.
__ADS_1
" Jaga sikap kamu Andra, aku bisa berbuat sesukaku untuk menghancurkan hidup kalian bila kamu coba-coba mengusik milikku." Ucap Biyan dengan geram, hingga membuat Dimas yang tengah terlelap menjadi terbangun karena nya.
" Maaf sayang membuat kamu terbangun." Biyan dengan lembut mengelus-elus punggung anak itu dengan sabar.
" Mau minum?" tanya Biyan lagi sambil memperhatikan anaknya Mitha itu.
" Ayo pulang Om." ajak Dimas dengan suaranya yang lirih sambil memejamkan matanya kembali, bocah kecil itu tak peduli ada pertengkaran di sana.
" Dimas, sini nak? Angga turun dulu ya Papa akan menggendong Dimas sebentar" Ucap Andra pada anak sambungnya itu.
Andra tak mungkin menggendong Dimas, sebab di tangan dia sudah ada Angga anak dari Wulan itu.
Angga menggeleng tak mau turun juga dari gendongan dia.
" Baiklah seperti anda kerepotan Pak Andra, mungkin lain kali saja kita bisa bertemu, kebetulan Dimas juga masih butuh istirahat jadi kami permisi dulu." Ucap Biyan lalu melangkah menuju pintu kemudi, namun Andra mengekori Biyan di belakangnya.
" Pak tunggu." cegah Andra ketika Biyan mau masuk ke dalam mobilnya.
__ADS_1
" Ada apa hum?" tanya Biyan terpaku berdiri di hadapan Andra, kedua pria itu saling bertatapan dan mereka menggendong seorang anak laki-laki yang usianya sebaya.
" Saya ingin menciumnya sebentar." Ucap Andra.