
Zey pun terbangun dari tidur lelap nya dengan menahan pening di kepala nya akibat rasa sisa-sisa mabuk nya semalam.
Sedangkan ke dua teman nya pun terlihat masih tertidur dengan pulas di sofa ruang tamu apartemen milik Set tersebut.
Dengan cepat Zey pun membersihkan tubuh nya dari bau alkohol yang masih menguar begitu kuat di tubuh nya tersebut.
Di dalam kamar mandi tersebut nampak Zey mengingat-ingat kembali apa yang telah terjadi semalam. Namun ingatan nya pun terhenti ketika diri nya hampir di sentuh oleh wanita penghibur yang ada di dalam club tersebut.
Selebihnya itu Zey pun nampak tidak mengingat apa pun lagi. Termasuk bayangan wajah DJ semalam yang menyerupai wajah mantan kekasih nya tersebut.
"Sebaiknya aku membuat sup pereda pengar yang masih membuat perutku kurang nyaman," gumam Zey yang terlihat melilitkan handuk karena telah menyelesaikan ritual mandi nya tersebut.
Zey pun melangkah menuju lemari baju yang terlihat berjejer-jejer dengan sangat rapi.
Dirinya pun memilih atasan kaos oblong dengan bawahan celana rumahan yang membuat diri nya nyaman dan leluasa untuk memasak.
Tak lama kemudian Zey pun berkutat di dapur memasak beberapa menu masakan untuk dirinya bersama ke dua sahabat nya tersebut.
Bau harum masakan Zey pun tercium hingga ke ruang tamu yang membuat kedua sahabatnya tersebut terbangun karena mencium bau masakan yang sangat lezat.
Ramos serta Bariq pun terlihat terduduk dengan mengusap-usap wajah masing-masing. Kedua nya pun menuju ke dapur dimana Zey berada.
"Kalian mandi lah dulu. Baru cicipi masakan ku kemudian," ucap Zey dengan menutup hidung nya karena mencium aroma yang tak sedap dari tubuh kedua sahabatnya tersebut.
Ramos serta Bariq pun segera bergantian membersihkan diri tanpa membantah ucapan Zey.
Tak lama kemudian terlihat ketiga nya pun nampak duduk di meja makan serta memakan masakan buatan Zey dengan masing-masing yang terlihat sibuk dengan pikirannya sendiri-sendiri.
__ADS_1
...----------------...
Ditempat yang lain, terlihat Clara pulang kembali ke apartemen nya dengan Yuota yang nampak mengekor di belakang wanita cantik tersebut.
Kedatangan Clara pun di sambut dengan penuh antusias oleh putra nya tersebut.
"Mama!! Eiji tangen!!" teriak putra semata wayang Clara dengan memeluk erat tubuh Mama nya tersebut.
"Haii, putra Mama. Sudah mandi belum? Tidak menangis dan rewel kan sewaktu di tinggal mama bekerja selama beberapa hari?" tanya Clara dengan mengusap lembut wajah putra nya tersebut.
"Tidak, Nyonya. Seperti nya sekarang Zeiji sudah memahami kesibukan nyonya," ucap sang pengasuh sekaligus yang menjaga Zeiji jika Clara ada kerja di luar bersama Yuota selama beberapa hari.
"Hai ganteng, ini uncle bawakan oleh-oleh dari Indonesia," ucap Youta dengan menyodorkan mainan mobil-mobilan kepada putra semata wayang wanita yang diam-diam telah di sukai nya.
"Maacih, Uncle," jawab Zeiji dengan antusias menerima hadiah pemberian dari sahabat mama nya tersebut.
Zeiji pun terlihat asik memainkan mobil-mobilan nya tersebut dengan di dampingi oleh sang pengasuh.
"Apakah kamu tidak berencana memberitahu nya jika ada Zeiji di antara kalian? Apalagi nenek kamu pun telah meninggal sejak dua tahun yang lalu. Apa yang perlu kamu takut kan lagi?" tanya Yuota dengan menatap wajah Clara dengan sangat serius.
"Aku belum siap, Ota. Aku takut akan di salahkan oleh Zey dan diri nya hanya mau memiliki Zey saja. Bagaimana dengan nasib ku jika Zeiji di ambil paksa oleh ayah kandung nya? Sedangkan di akhir pertemuan ku dengan Zey beberapa tahun silam pun hanya menganggap ku wanita murahan? Apalagi dirinya semalam telah melihatku di club' malam milikmu di Bali. Pasti pemikiran Zey semakin tidak karuan dalam menilai ku," ucap Clara dengan panjang lebar menjelaskan ketakutan di dalam hati nya.
Sedangkan Youta yang mendengarkan penuturan dari Clara pun nampak mengerutkan keningnya.
"Namun Zeiji cepat atau lambat pasti akan menanyakan dimana keberadaan ayah nya kan, Cla? Bagaimana kamu akan menjawab nya? Atau bagaimana jika kamu menikah dengan ku saja? Dengan begitu Zeiji tidak akan bertanya-tanya dengan siapa ayah kandungnya karena telah memiliki ku sebagai ayah pengganti nya?" ucap Youta dengan penuh harap.
Dengan cepat Clara pun menggelengkan kepalanya. "Aku belum siap, Ota. Aku belum siap untuk membuka hati ku untuk siapa pun. Kamu tahu sendiri kan status ku seperti apa. Janda bukan, gadis pun juga bukan."
__ADS_1
Youta yang mendengar jawaban Clara pun terkekeh pelan. "Aku tidak peduli dengan statusmu. Keluarga ku pun sangat fleksibel untuk menentukan pilihan masa depanku. Asalkan bukan pasangan sesama jenis pastinya keluarga ku tidak akan menentang nya. Hahaha."
"Gila kamu, Ota. Wanita Jepang di lingkungan kita yang cantik menawan pun masih banyak," ucap Clara dengan memukul tubuh Youta yang pandai membuatnya tersenyum lebar.
"Tapi aku dari dulu suka nya sama kamu. Sejak pertama kita bertemu dahulu. Aku pun sudah terpana akan kecantikan mu. Bukan hanya itu saja, diri mu yang baik hati dan pintar pun menambah nilai plus di mata ku," ucap Youta dengan gamblang.
"Terimakasih, Ota ... waktu itu kamu lah penyelamat ku. Kamu lah yang membawaku menjauh dari perjodohan konyol dengan lelaki tua itu dan membawa ku ke negara asalmu ini. Walau pun tak berapa lama diri ku di nyatakan hamil pun kamu masih setia ada di samping ku," ucap Clara dengan kembali menerawang jauh ke masa lalu nya yang begitu kelam.
"Sudahlah, tidak perlu kamu ingat kembali. Yang penting kamu sekarang telah aman dari kekejaman nenek kamu itu. Jika kamu tidak ingin menikah dengan ku setidaknya jangan menikah dengan lelaki lain ya, Cla? Boleh kan aku sedikit egois untuk terus melihatmu seperti ini?" ucap Youta dengan menangkup kan wajah cantik Clara tersebut dengan kedua tangan nya.
Mendengar ucapan Youta dan jarak di antara ke dua nya yang terlihat intim pun membuat Clara gugup.
"Ak--aku tidak ingin memberikan harapan palsu untukmu. Setidaknya carilah yang masih single dan belum memiliki anak seperti ku. Janganlah hidup menyendiri dan jangan jadikan diriku alasan di balik kesendirian kamu itu. Orang tua kamu butuh penerus," ucap Clara dengan menggeser duduknya agar memiliki jarak antara diri nya dengan Youta.
Youta pun ikut menggeser duduk nya hingga Clara pun mentok berada di sudut sofa dan tidak bisa menggeser kan tubuh nya kembali.
"Clara ... jangan menjauh lagi dari ku," ucap Youta dengan meraih kedua tangan Clara.
"Aku siap menunggu hatimu kembali terbuka. Dan aku lah yang pertama kali mengikat hatimu tersebut untuk kumiliki," ucap Youta dengan menatap kedua mata Clara yang nampak begitu indah.
"A--Ak ..." ucapan Clara pun terpotong dengan ciuman mendadak yang di berikan oleh Youta.
Youta pun menelusupkan lidahnya dan menjelajah ke dalam rongga mulut Clara tersebut dengan lembut.
Clara yang semula menolak pun nampak terhanyut dengan ciuman yang di berikan oleh Youta hingga tak berapa lama kesadaran nya pun kembali.
"Jangan seperti ini, Ota!" pekik Clara dengan mendorong Youta agar menjauh dari nya.
__ADS_1
"Kamu terlihat sangat menikmati nya sayang. Baiklah aku pulang terlebih dahulu. Sampai jumpa nanti malam," ucap Youta dengan kembali mengecup kening Clara secara singkat dan segera menuju ke pintu keluar.
"Ota!!! Awas kamu!" pekik Clara dengan mengejar Ota dan siap menimpuk tubuh lelaki Jepang tersebut dengan sandal yang tak jauh dari pintu apartemen nya tersebut.