Penyesalan Mantan

Penyesalan Mantan
Amel Ngambek


__ADS_3

Mama Akio pun kemudian nampak bangkit dari duduknya tersebut dan kemudian nampak mengutak-atik hp nya dengan sangat serius.


"Hallo, Mia??" ucap mama Akio yang terlihat menelepon seseorang.


Dio yang mendengar nama mama nya di sebut di dalam telepon mama nya Akio pun menjadi terkulai lemah karena pasti ia sangat membuat mama nya tersebut terpukul, khawatir serta malu.


"Iya ada apa Din tumben meneleponku?" jawab mama Mia dengan suara yang lemah dan lemas.


"Kamu kenapa suara kamu tampak begitu lemas Mia??" tanya Mama Akio dengan sangat cemas dengan sahabat nya tersebut.


"Aku hanya merasa lemas karena aku sedang hamil lagi adiknya Dio, Din," jawab mama Dio dengan sejujurnya karena dirinya pun tengah hamil 3 bulan sehingga mama dan papa Dio pun akhirnya memutuskan untuk membatalkan rencana perceraian nya tersebut.


Papa Dio sendiri menjadi sangat protektif terhadap mama Dio dan mama Dio pun selalu di larang suaminya tersebut untuk melakukan pekerjaan apa pun.


"Astaga?? Jadi kamu hamil lagi Mia??" ucap mama Akio dengan nada yang sangat keras sehingga semua orang di dalam ruang tersebut pun menjadi kaget.


Dio pun terlonjak kaget mendengar percakapan antara mamanya Akio dengan mama nya tersebut.


"Jadi mama sedang hamil?" ucap Dio di dalam hati dengan raut wajah yang sulit untuk di jelaskan.


"Kenapa aku baru punya adem sekarang?" gumam Dio dalam hati.


"Iya Din. Ada apa kamu meneleponku?" tanya mama Dio lagi.


"Nikah kan anak kamu itu segera. Dio telah menodai anak gadis orang," ucap mama Akio dengan gamblang.


Mama Dio pun nampak terkejut.


"Siapa yang di nodai Dio, Din? Bukan kah Dio masih kuliah disini? Kenapa bisa kamu yang menghubungiku dengan tiba-tiba untuk menikahkan putra ku dengan segera??" tanya mama Dio dengan raut muka bingung.


Karena setahu mama Dio tersebut jika putra nya itu telah kembali dari Thailand dan sedang kuliah seperti biasanya.


"Dio sudah berada di Jepang kurang lebih nya satu Minggu. Ini ngobrol sendiri dengan Dio ya Mia," ucap mama Akio dengan memberikan hp nya tersebut kepada Dio.

__ADS_1


"Hallo ma, apa kabar ma?" tanya Dio kepada mamanya.


"Mama baik, Dio. Mama sedang hamil. Jadi kamu sebentar lagi pun akan segera memiliki adik," tutur sang mama.


"Iya ma. Maaf kan Dio ya ma jika Dio membuat mama merasa kecewa dengan Dio. Dio pun ingin segera menikah ma. Restui niat baik Dio iya ma?" pinta Dio.


"Dengan siapa kamu menikah Dio? Jadi benar apa yang di katakan mama nya Akio jika kamu telah menodai gadis disana??" tanya mama dengan nada khawatir.


"Dengan wanita yang pernah aku ceritakan ke mama waktu itu Ma. Dio tidak bisa menjelaskan secara jelas. Biar mama Kio yang menjelaskan iya ma?" pinta Dio dengan lembut.


"Baiklah berikan telepon nya kepada mama Akio lagi ya,"


Telepon pun segera di kembalikan ke mama Akio kembali. Setelah nampak mama Akio tersebut menceritakan secara gamblang dengan apa yang terjadi dari masalah Akio hingga mengerucut ke masalah yang sedang Dio hadapi.


Mama Akio dan mama Dio pun telibat obrolan yang sangat panjang hingga melupakan jika Aninda membutuhkan waktu untuk memulihkan tubuhnya.


Dengan sigap Akio pun mengkode sang mama untuk mengobrol di luar saja agar tidak mengganggu Aninda yang sedang pulas tertidur tersebut.


Dio dan Akio pun nampak menuju ke dapur. Sedangkan Amel pun nampak berbaring di sebelah Aninda menunggu sahabat nya tersebut siuman.


Sedangkan Dio dan Akio pun nampak akur di dapur dengan membuat menu untuk makan mereka bersama.


Masakan pun telah siap untuk di sajikan. Dio dan Akio pun masing-masing membawa satu mangkok bubur untuk di berikan kepada pujaan hati mereka masing-masing.


Ketika kedua nya nampak memasuki kamar Aninda tersebut, kedua nya pun nampak melihat Aninda dan Amel yang tidur saling berpelukan dengan nyenyak nya.


Dio dan Akio pun menjadi tidak tega untuk membangunkan kedua nya dari tidur nyenyak nya tersebut.


Kedua nya pun nampak menunggu Aninda dan Amel dengan bermain game online hingga matahari pun terbenam. Aninda pun nampak menggeliatkan tubuhnya dan dengan perlahan pun bangun dari tidur lelapnya tersebut.


"Amel ..." ucap Aninda dengan lirih.


Dio yang melihat Aninda telah bangun pun segera mendekat dan menawarkan makanan untuk Aninda.

__ADS_1


"Bubur nya telah dingin sayang, aku buatkan lagi ya?" ucap Dio.


"Tidak usah, seadanya saja. Yang kamu pegang itu pun bau nya sudah sangat menggugah selera," jawab Aninda dengan tersenyum.


Dio yang melihat Aninda telah tersenyum kembali pun merasa sangat bersyukur. Dengan cepat Dio pun menyuapi Aninda dengan perlahan.


Hingga di suapan terakhir nampak Amel yang menggeliatkan tubuh nya tersebut dan membuka mat perlahan.


"Anin? Kamu makan apa itu? Seperti nya enak?" tanya Amel dengan segera mendekat kearah Dio dan Aninda.


"Yahh ... sudah habis," ucap Amel dengan lemah.


"Lihatlah itu Akio juga membawa semangkuk bubur untukmu," kata Dio dengan menunjuk Akio yang masih tampak sibuk dengan game di hp nya itu.


Amel pun menatap ke arah Akio dengan muka sebal karena Akio pun nampak mengabaikan nya dan lebih memilih fokus dengan hp nya tersebut.


Amel pun berjalan melewati Akio begitu saja dan segera menuju ke dapur untuk mencari persediaan mie instan yang di miliki oleh Dio.


Dengan segera Amel pun memasak mie tersebut hingga bau harum mie yang telah masak tersebut tercium sampai ke dalam kamar Aninda.


"Siapa yang memasak ramen instan?" tanya Akio dengan menoleh ke arah Dio dan Aninda. Dua detik kemudian Akio pun baru menyadari jika Amel pun sudah tidak berada di ranjang milik Aninda itu.


Dengan cepat Akio pun menuju ke dapur dan mendapati Amel yang tampak memakan semangkuk super spicy ramyun.


"Sayang, kenapa kamu memakan ramen yang sangat pedas itu?? Ini lho sudah aku masakin bubur buat kamu," ucap Akio dengan menyodorkan semangkuk bubur yang telah dingin tersebut.


Amel pun tidak nampak menanggapi obrolan Akio dan tetap melanjutkan memakan mie ramen nya tersebut. Hingga Akio pun terpaksa merebut mie instan tersebut dan memakan nya hingga habis tanpa sisa.


Amel pun hanya nampak mendengus dengan kesal dan kemudian pergi meninggalkan Akio dan kemudian menuju ke ruang tengah dan menyalakan televisi.


"Sayang ..." ucap Dio mengekor kemana pun Amel pergi.


"Kamu marah sama aku ya?" lanjut Akio.

__ADS_1


"Sudah tau nanya!" jawab Amel dengan nada tinggi dan kembali menjauh dari Akio.


__ADS_2