Penyesalan Mantan

Penyesalan Mantan
Akano


__ADS_3

Dio pun masih setia mengawasi gerak gerik dari sensei Akane tersebut. Nampak sesekali sensei Akane terlihat menerima telepon dengan sesekali memarahi orang yang berada di balik telepon itu.


"Sangat arogan dan kasar sekali." Gumam Dio.


Tak lama kemudian nampak sensei Akane terlihat meninggalkan kantin tersebut dengan langkah terburu-buru.


Dengan langkah cepat pula Dio mengikuti kemana sensei Akane melangkah.


Nampak sensei Akane tersebut tergesa menuju mobilnya yang tengah terparkir berdampingan dengan mobil yang digunakan oleh Dio.


Dengan cekatan pun Dio segera memotret plat nomer mobil yang di gunakan oleh sensei Akane tersebut.


Kali ini nampak Dio melilih untuk tidak mengikuti sensei Akane lebih lanjut karena Dio pun lebih memilih untuk menjaga Aninda dan mengawasi nya dari jarak dekat.


Sedangkan sensei Akane nampak melajukan mobilnya dengan sangat cepat hingga tak lama kemudian sampai di sebuah club malam ternama di pusat kota Tokyo.


Akane pun nampak melemparkan kunci mobil nya kepada anak buah nya yang berjaga di area parkir club malam tersebut.


Seluruh penjaga yang berada di area club malam tersebut pun tampak menundukkan kepala dan serempak menyapa.


"Selamat datang boss Akano!!" Sapa seluruh karyawan dengan serentak ketika tampak Akano memasuki club malam tersebut.


Akano pun terus berjalan tanpa menjawab sapaan dari para bawahan nya tersebut. Akano pun nampak memasuki ruang rahasia di dalam club' tersebut.


Dengan penuh emosi kemudian Akano pun nampak memukuli anak buah nya tersebut dengan sangat kejam.


"Dasar bodoh! Sudah susah payah aku menyamar di sekolahan tempat Akane mengajar selama berbulan-bulan lamanya dan menyekap saudara kembarku yang genius namun sok baik itu. Namun kamu dengan lalai nya malah kehilangan jejak Akane setelah aku menyuruhnya meretas cctv dan mengawasi Aninda secara langsung?!" Hardik Akano sembari menendang dan menginjak kepala bodyguard yang lalai menjaga Akane hingga terkapar tak berdaya.

__ADS_1


"Dasar bodyguard bodoh! Bagaimana caraku membuka akses transaksi jual beli budak wanita penghibur ke banyak negara jika tanpa adanya Akano?! Situs telah lumpuh! Transaksi menjadi terhenti jika terus seperti ini! Cepat kalian temukan Akano dan telusuri semua daerah terpencil sekalipun!" Ucap Akano memberikan perintah kepada seluruh bawahan nya tersebut.


Dengan segera para anak buah Akano pun nampak menyebar ke seluruh pelosok penjuru Tokyo mencari jejak Akane yang telah melarikan diri dari cengkeraman kembaran nya yang sama sekali tidak memilikk hati nurani tersebut.


Sebenarnya yang ditemui oleh Ammar dan Aninda selama di sekolah tempatnya mengajar atau pun di kampus tersebut bukan lah sensei Akane yang asli. Melainkan kembaran sensei Akane yang bernama Akano.


Akano sendiri merupakan pemilik klub malam yang berkecimpung di dunia hitam dengan memperjual belikan budak pemuas nafsu para lelaki hidung belang.


Akano pun sering keluar masuk ke pasar gelap mengikuti pelelangan jual beli budak **** yang rata-rata para pelaku mendapatkan para gadis pemuas nafsu tersebut dengan cara menculik dan menyekap wanita yang telah ia target kan dengan cara kerja yang sangat rapi sehingga tidak pernah sekalipun terendus oleh pihak berwajib.


Kali ini selera sekelompok mafia pecinta budak se* wanita tersebut rata-rata menyukai wanita yang nampak memiliki postur tubuh, suara dan bentuk wajah serta rambut yang sama seperti yang Aninda miliki.


Bahkan Akano sendiri telah mendaftar kan Aninda untuk ia lelangkan di pelelangan yang akan di lakukan satu minggu lagi.


"Sebaiknya Tubuh Aninda aku cicipi terlebih dahulu atau kah aku jual dengan harga yang fantastis saja ya? Hemmm. Atau coba aku rasakan terlebih dahulu sebelum aku jual ke pelelangan Minggu depan." Gumam Akano sembari membayangkan bentuk tubuh Aninda yang terlihat sintal dan indah.


"Hemm, sebaiknya Aninda harus segera aku tangkap dan aku sekap untuk ku miliki lebih dulu seutuhnya. Baru setelah itu biar dia menjadi budak se* para mafia yang gila akan wanita." Ucap Akano dengan penuh seringai jahatnya.


Kemudian pun nampak mengambil hp nya dan memandangi wajah cantik Aninda melalui ponsel pintarnya.


"Dimana tasku?" Gumam Akano mencari-cari tas nya.


"Hemm.. Mungkin masih tertinggal di dalam mobil. Ah yasudah lah ku ambil nanti saja." Ucap Akano dengan berlalu menuju ke ruang istirahat nya dan memanggil salah satu pengawalnya untuk mendekat.


"Bawakan aku wanita yang masih perawan untuk aku cicipi sekarang juga." Ucap Akano memberi perintah.


"Baik boss." Ucap pengawal tersebut segera berlalu.

__ADS_1


Akano pun berjalan menuju ke meja nakas mengambil sebuah serbuk dari dalam laci tersebut dan menuangkan sejenis wiski ke dalam gelas yang tersedia dengan memasukkan serbuk tersebut ke dalam minuman wiski yang telah ia tuang.


Tak berapa lama seorang gadis perawan yang ia minta dari anak buahnya pun datang dengan menggunakan baju yang sangat transparan dan nampak menggoda.


"Hemm, sekilas memang mirip seperti Anin." Gumam Akano dalam hati.


"Kemarilah, dan minumlah ini lebih dulu biar kamu tidak merasa kehausan." Ucap Akano dengan lembut.


Gadis tersebut pun nampak menggangguk dan mendekat ke arah Akano dengan wajah yang bersemu memerah karena terpana dengan wajah tampan Akano yang nampak bertelanjang dada dan hanya mengenakan cd saja.


Wanita tersebut pun dengan patuh nya menurut dengan perintah yang Alami berikan. Meneguk pelan wiski yang telah di sodorkan oleh Akano.


"Ini rasanya pahit tuan." Ucap gadis tersebut menolak minuman wiski tersebut dengan halus.


"Minumlah sedikit demi sedikit saja. Dan nikmatilah rasa yang belum pernah kamu cicipi tersebut." Tutur Akano dengan wajah tampan nya yang membuat siapa pun akan luluh mendengar perintah nya.


Gadis tersebut pun kemudian meneguk sedikit demi sedikit hingga minuman tersebut tandas tidak tersisa.


"Duduklah di sebelah ku." Ucap Akano dengan nada penuh perintah.


Gadis tersebut pun dengan segera duduk di dekat Akano dengan kondisi setengah mabuk.


Lantas Akano pun mengambil topeng untuk menutup wajahnya itu dan segera menyalakan kamera perekam yang akan menyiarkan seluruh adegan yang akan mereka lakukan secara live melalui situs yang biasa digunakan oleh para penggila se* tersebut.


"Tuan, tolong aku. Tubuhku rasanya sangat panas tuan. Aku ingin air." Ucap gadis tersebut dengan tubuh yang telah polos.


"Yang kamu butuhkan adalah sentuhan ku sayang. Bukan air, namun sentuhan ku inilah yang bisa membuat tubuhmu merasa kan kenyamanan yang belum pernah kamu rasakan sebelumnya." Jawab Akano dengan seringai liciknya.

__ADS_1


__ADS_2