Penyesalan Mantan

Penyesalan Mantan
Digiring ke Dalam Tahanan


__ADS_3

"Ma ... ampun maa ... orang-orang itulah yang merekayasa ma. Semua bukti itu juga palsu ma. Ayo kita lakukan tes DNA sekali lagi ma biar semua jelas. Bisa jadi dokter yang memberikan hasil tes DNA itu tertukar ..." ucap Vania yang masih tetap kekeh mengelak atas perbuatan nya.


"Jadi maksud kamu aku telah berbohong dengan memberikan bukti-bukti palsu serta saksi-saksi yang palsu juga??" tanya Dio dengan wajah yang terlihat sangat ingin melenyapkan wanita penuh drama kebohongan tersebut dengan segera.


Mendengar tatapan Dio yang seolah ingin menguliti nya tersebut membuat nyali Vania menciut seketika.


"Bukan kamu yang aku maksud Dio. Namun saksi-saksi itu semua aku sama sekali tidak mengenalnya," ucap Vania dengan wajah yang semakin pias.


Papa Dio pun segera menelepon kedua orang tua Vania agar saat itu juga segera bertolak menuju Jogjakarta untuk menjemput putri ular nya tersebut.


"Vania tidak mungkin melakukan perbuatan hina seperti itu! Kalian pasti sengaja merekayasa bukti agar putriku terlihat sangat bersalah agar putramu itu dengan leluasa bisa menceraikan Vania kan?! Dasar keluarga brengsek! Baiklah kami akan segera menjemput putri kesayangan kami satu-satunya. Jangan sampai kalian melukai Vania seujung kuku pun atau kalian akan berhadapan denganku secara langsung!" pekik papa Vania di dalam telepon dengan tetap membela putrinya yang jelas bersalah tersebut dengan nada kasar dan menggebu-gebu dan segera memutus telepon secara sepihak.


"Aku tidak takut dengan ancaman kamu! Dasar orang tua dan anak sama-sama tidak meliki etika dan tidak bisa membedakan mana yang benar dan salah!" omel papa Dio dengan terus melirik Vania yang terlihat semakin ketakutan.


Papa Dio pun segera mengintrogasi semua saksi-saksi dengan tegas tentang apa yang telah di lakukan dan di instruksikan oleh Vania terhadap mereka.


"Maafkan saya tuan, mungkin yang berada di dalam kandungan Vania adalah bayi kami. Namun saya sama sekali tidak berdaya karena nona Vania yang selalu mengancam saya. Saya pun siap mempertanggung jawabkan kehamilan nona Vania dengan menikahi nya jika nona Vania mau menikah dengan lelaki miskin seperti saya," tutur sang office boy dengan gamblang.


Sedangkan Vania yang mendengar penuturan office boy yang selalu memberikan kenikmatan yang terlihat sangat jujur pun membuat Vania naik pitam.


"Bayi ini bukan milikmu! Namun sedari awal adalah milik Dio! Kamu lelaki miskin jangan mencoba menumpang tenar untuk menjerat wanita kaya!" pekik Vania yang tidak terima karena rahasia di bongkar oleh sang office boy.


Sedangkan papa Dio pun terlihat tidak memperdulikan ucapan Vania yang terus mengumpat seperti orang kesetanan tersebut dan kemudian mengintrogasi pentolan preman dan seluruh anak buahnya.


"Apakah benar wanita itu yang telah memberikan instruksi untuk melenyapkan keluarga Aninda?" tanya papa Dio dengan tatapan tajam ke arah pentolan preman tersebut.

__ADS_1


"Benar tuan. Wanita itu yang mendatangi markas kami dan meminta membunuh sebuah keluarga yang kami tidak tahu nama dan foto target. Wanita itu hanya memberikan alamat target saja kepada kami,"


"Namun setelah kami tiba di rumah target ternyata target korban adalah orang baik yang pernah menolong keluarga kami. Jadi kami pun tidak tega untuk memusnahkan keluarga pak Dirga namun kami pun hanya menginstruksikan kepada keluarga pak Dirga agar segera pindah sejauh mungkin dan segera mengganti identitas agar tidak kembali di temukan pembunuh bayaran lain nya atas perintah wanita itu!" ucap pentolan preman tersebut dengan menunjuk wajah Vania.


Mendengar pentolan preman tersebut mengatakan jika mereka tidak benar-benar membunuh keluarga Aninda pun membuat Vania semakin naik pitam.


"Jadi kalian telah membohongi ku dengan mengatakan telah membunuh keluarga Aninda?! Sialan! Aku telah memberimu uang banyak sekali atas kinerja kalian namun kenapa kalian berani membohongi ku! Kembalikan uang yang telah kalian terima!!" pekik Vania dengan sangat keras hingga siapa pun yang mendengar penuturan Vania pun nampak sangat-sangat geram dan segera ingin menjebloskan nya ke dalam penjara.


"Papa dengar sendiri kan pa dengan pengakuan wanita kejam itu?? Papa masih ingin memiliki menantu otak dari pembunuhan yang telah dirinya rencanakan?" tanya Dio kepada sang papa dengan tujuan agar segera memanggil pihak kepolisian untuk mengusut kekejaman yang Vania lakukan.


Mama dan papa Dio yang mendengar pengakuan Vania secara tidak langsung pun terlihat semakin pias. Dengan cepat papa Dio pun segera menelepon pihak berwajib untuk membawa Vania ke dalam penjara.


Sedangkan Vania nampak menyesali mulut nya yang telah keceplosan mengatakan rahasia besar yang telah ia lakukan selama ini.


"Tidak! Aku tidak melakukan itu! Aku tadi telah dirasuki oleh setan hingga mengatakan omong kosong! Bukan aku yang melakukan nya!" teriak Vania dengan mencoba melarikan diri menuju pintu keluar.


Namun usaha Vania untuk melarikan diri pun nampak gagal karena telah di hadang oleh anak buah Dio.


"Jangan halangi aku! Biarkan aku pergi dari sini!" teriak Vania yang nampak di pegangi oleh anak buah Dio dengan sangat erat.


Tak berapa lama pihak kepolisian pun segera datang dan papa Dio pun segera menjelaskan secara singkat tentang apa yang terjadi. Pihak kepolisian pun segera menatap Vania dan segera memborgol tangan Vania.


"Pak polisi! Saya tidak melakukan apa pun! Saya telah di jebak pak! Tidak seharusnya bapak menangkap saya!" teriak Vania dengan terus meronta-ronta.


"Nona Vania bisa menjelaskan kepada kami jika telah sampai di kantor polisi," ucap polisi tersebut dengan menggiring Vania agar segera memasuki mobil tahanan.

__ADS_1


Sedangkan Dio dan papa Dio pun segera menginstruksikan kepada para saksi untuk mengikutinya menuju ke kantor polisi untuk bersaksi dan mempertanggung jawabkan perbuatan mereka di hadapan polisi dengan sejujurnya agar mendapatkan hukuman yang lebih ringan.


Mereka semua pun nampak patuh dan segera menuju ke kantor polisi. Hingga tak berapa lama mereka semua pun telah sampai di kantor polisi dan Vania pun masih terlihat berteriak kesetanan saat di giring ke dalam sel tahanan.


"Akan ku balas semua penghinaan kalian ini!!" pekik Vania dengan menuding Dio serta papa Dio.


Dio serta papa Dio pun terlihat santai dan biasa saja dengan ancaman yang Vania lakukan.


Beberapa jam kemudian kedua orang tua Vania pun nampak terlihat datang tergopoh-gopoh menuju ke kantor polisi yang tengah menahan putri nya.


Papa Vania pun nampak menatap tajam Papa Dio serta Dio seolah siap untuk saling bertarung.


"Silahkan jika ingin mengajukan gugatan dan banding maka bisa menyewa jasa pengacara untuk mematuhi proses hukum yang sedang berlangsung berdasarkan bukti-bukti yang kami terima," ucap polisi tersebut kepada orang tua Vania.


"Bapak mengenal saya kan? Saya merupakan seorang pejabat yang sering berlalu lalang di media televisi dan sering memberikan banyak bantuan dan santunan kepada rakyat miskin. Tidak lah logis jika putri kami satu-satunya tersebut telah melakukan hal hina. Berapa yang bapak minta untuk mengeluarkan putri kami?" tanya papa Vania secara langsung.


Pihak kepolisian pun nampak gelagapan mendengar penuturan orang tua Vania yang benar merupakan pejabat dan tokoh politik yang sangat di segani.


"Mohon untuk mempersiapkan pihak pengacara terlebih dahulu pak untuk mematuhi segala prosedur proses hukum," ucap salah satu polisi dengan mengedipkan memberi tanda kepada papa Vania untuk menurut terlebih dahulu.


Papa Vania yang mengerti maksud dari salah satu polisi yang berpangkat tinggi tersebut segera menurut.


"Baiklah Pak Polisi. Saya akan menyiapkan pengacara handal yang kami miliki dan tentunya sudah saya siapkan satu koper mata uang dollar untuk bapak agar mempermudah urusan putri saya agar bisa keluar dari tempat dengan segera," bisik papa Vania dengan perlahan.


Polisi tersebut nampak mengangguk dan tersenyum samar mendengar kata satu koper mata uang dollar.

__ADS_1


__ADS_2