Penyesalan Mantan

Penyesalan Mantan
Episode 25


__ADS_3

Pov Pramudya


Pagi ini aku dan Karina berangkat kerja lebih awal, sebab ada meeting besar di perusahaan, ada beberapa perusahaan yang masuk untuk bekerja sama dengan kami. Seminggu sudah kami kembali bekerja di Perusahaan.


Sementara Ibu tak mau ikut bersama dengan kami, akhirnya aku pinta Fatimah untuk mengurus Ibuku di kampung sana, ku suruh Fatimah tinggal di rumahku sebab hanya Fatimah dan ayahnya yang bisa aku andalkan untuk saat ini, dengan begitu aku tidak khawatir dan meninggalkan rumah dengan tenang, sudah tak kepikiran akan ibu yang sudah tua, apalagi ibu tak mau tinggal di kota, sudah di bujuk Karina pun ibu tetap tidak mau, sebab tak ingin meninggalkan rumah yang menjadi peninggalan satu-satunya dari ayah.


" Mas, nanti ke ruanganku dulu ya sebelum rapat di mulai" pinta istriku sebelum kami berpisah di lift, kami beda ruangan dia berada di lantai sepuluh sementara aku berada di lantai delapan, sebab Istriku yang menjabat sebagai Direktur keuangan sekaligus CEO perusahaan ini.


" Iya Yank, nanti Mas mampir ke sana dulu sebelum ke ruang rapat" jawabku sambil mengecup keningnya sebelum aku keluar dari dalam lift, sambil menahan pintu lift itu dengan kakiku, lalu dia mencium punggung tangan ku terus mengecup bibir ku sekilas, aku tersenyum manis ketika melihat ulah nakalnya itu, di lift ini memang hanya untuk pribadi saja, jadi kami leluasa untuk bermain sebentar.


***


" Ada apa sayang ?" tanyaku setelah aku merebahkan tubuhku di atas sofa ruang kerja Karina.


" Ini Mas, nanti calon investor kita orangnya seperti ini, jadi tolong Mas pelajari dulu profilnya dia, Mas kan pandai melobi tuh, dan mengambil sela seseorang, coba Mas ini lihat profil dia dulu ya?" ucap Karina sambil mengulurkan ponselnya kepadaku.


Akupun menerima ponsel tersebut dan membaca semuanya tentang calon Investor perusahaan kami, aku manggut-manggut sambil menyerahkan ponsel itu kembali pada Karina .

__ADS_1


" Masih muda juga ya? usianya lebih muda dari pada aku" ucapku setelah melihat profil dan prestasinya, serta keberhasilan dia di dunia bisnis sebelum dia melanjutkan studinya ke luar negeri.


" Kamu kenal dia di mana Dek?" tanyaku pada istriku.


" Dia juga sama seperti aku Mas, dia saat ini menggantikan Papanya, setelah menyelesaikan studinya S2 di UK.


Bahkan dulu dia juga sempat pegang perusahaan di Singapura juga kok, sebelum pergi UK. " Ucap Karin meberikan penjelasan.


Aku hanya manggut-mangut mendengar penjelasan Karina, seperti istri kenal dekat dengan pria yang bernama Nicolas ini.


" Jadi kalian sudah saling mengenal dong?" tanyaku ingin tahu lebih, aku usahakan tak cemburu, walaupun aku merasa tak nyaman ketika Karina menceritakan tentang Pria tersebut, apalagi Pria itu sudah dia kenal dengan baik dengan keluarga Karina.


Akupun senang bila Karina bersikap manja padaku, dia itu selalu bersikap manja sekali di saat kami berdua, dan akan garang bila ia sudah berhadapan relasi ataupun pada karyawan.


" Alhamdulillah, Mas jadi tak khawatir kalau begini," ucapku jujur sambil ku cium keningnya dengan sayang.


" Sudah yuk, kita pelajari berkas dulu sebelum ketemu sama dia" Ajak Ku pada Karina.

__ADS_1


" Yuk, e... tunggu dulu mas mau di bikinkan kopi Ndak nih, sebelum kita bertempur?" tanya Karina sebelum dia bangkit dari tempat duduk yang kami duduki.


" Ga usah sayang tadi pagi kan sudah minum kopi, tapi sayang belum minum S*s*nya." ucapku sambil sambil cengar-cengir melihat kearah istriku dengan mata sayu.


" Ih... Mas mulai nakal deh," balasnya sambil mencubit pinggangku lama sekali, seketika aku merengek minta di lepaskan.


" Udah sayang Mas kapok," ucapku sembari mengangkat tanganku tinggi-tinggi.


Lalu Karina bangkit dan berjalan ke arah meja kerjanya, dan mengambil beberapa berkas yang menumpuk di sana, dan mengambil salah satunya dan di berikan padaku.


" Ini kah yang kemarin Mas buat?" ucap Karina sambil menyodorkan berkas itu padaku.


Aku tersenyum lalu menerimanya sambil aku membenahi posisi tempat dudukku.


Ku baca helai demi helai, sambil aku diskusikan beberapa hal kepada Karina.


Tok-tok-tok, suara ketukan pintu membuyarkan diskusi kami berdua, tak lama kemudian sekretaris Karina masuk dan memberi tahu bahwa rapat akan segera di mulai, lalu kamipun berhenti dan menyiapkan diri untuk menuju ruang rapat.

__ADS_1


" Ayok sayang kita bertempur " ucapku sambil aku ulurkan tanganku untuk menarik dia dari tempat duduknya.


" Oke Mas " balas Karina semangat, duh seneng deh kalau kerja bareng kaya gini, ga ada perasaan was-was lagi terhadap pasangan kita, tetapi nanti bila Karina hamil mungkin aku tak mengijinkan dia kerja, sebab aku tak mau kalau dia banyak pikiran, aku ingin dia fokus terhadap kandungannya nanti.


__ADS_2