
Pagi itu, dikediaman rumah mewah Dio pun sudah terlihat ramai oleh banyaknya orang yang menyaksikan akad pernikahan Zia dan Ryu.
Sedangkan Zia masih terlihat di rias oleh sang MUA profesional yang telah di datangkan oleh Akio.
Nampak wajah Zia yang terlihat sangat cantik dengan balutan gaun pengantin yang pas sekali ditubuhnya tersebut yang membuat siapa pun yang melihatnya akan sangat terpesona.
Hingga tak berapa lama keduanya pun telah resmi menyandang status sebagai suami istri.
Ryu pun terlihat tersenyum lebar setelah dirinya melakukan akad pernikahan. Dirinya pun terlihat terus memeluk pinggang Zia dengan sangat posesif.
Sedangkan Zia pun terlihat geram akan tangan Ryu yang terus melingkar di pinggangnya tersebut.
Namun rasa geram nya tersebut tidak Zia tunjukkan secara terang-terangan mengingat dirinya kini tengah berpindah tempat dan sedang berada di hotel milik Ryu untuk melangsungkan acara resepsi dengan menyambut banyak nya tamu relasi dari kedua pihak yang datang ke acara pernikahan dadakan tersebut.
Banyak yang memuji akan kecantikan wajah yang Zia miliki hingga banyak dari tamu undangan dari pihak Akio yang mengira jika sang menantu merupakan seorang selebriti.
"Cantik sekali menantu Tuan Akio," ucap salah satu rekan bisnis Akio yang datang menyalami nya tersebut.
Ada rasa bangga tersendiri di hati Akio mendengar pujian dari banyaknya relasi bisnis yang terus mengatakan ucapan yang sama silih berganti.
"Iya memang benar jika menantu ku itu sudah cantik sedari orok. Putraku saja yang nampak bodoh baru menyadari kecantikan dari putri seorang Dio. Astaga, jika diriku ini mengingat kembali tindakan asusila yang telah di lakukan oleh putraku itu rasanya kepalaku pun kembali terasa pening sekali," batin Akio dengan terus memijat kepala nya karena pening yang kembali mendera nya.
Sang istri yang melihat suami nya terus memijat keningnya pun segera menyodorkan air minum kepada suami nya tersebut.
"Papa kenapa lagi??" tanya Amel dengan raut wajah khawatir melihat sang suami yang terlihat terus memijat keningnya tersebut.
"Jika mengingat kembali tindakan bodoh putraku itu, rasanya kepalaku kembali pusing tujuh keliling, Ma," jawab Akio yang kemudian terlihat segera meminum mineral yang telah diberikan oleh istri tercinta nya tersebut.
"Sudahlah Pa, jangan terlalu di fikirkan. Yang penting keduanya telah resmi menikah. Tugas kita selanjutnya adalah mengawasi gerak-gerik Ryu agar tidak melakukan kesalahan fatal kembali," ucap Amel dengan menenangkan sang suami.
__ADS_1
"Iya, Ma. Pekerjaan ku sekarang pun pasti bertambah padat karena otomatis Ryu akan beralih menjadi asisten pribadi Zia di perusahaan milik Dio," ucap Akio yang kembali kelimpungan mengingat jika dirinya akan menghandle seluruh perusahaan nya seorang diri.
"Jangan terlalu memikirkan pekerjaan, Pa. Kita bisa mengajari adik Ryu yang sebentar lagi akan lulus sekolah menengah atas untu mengelola perusahaan dengan perlahan," tutur Amel dengan terus memberikan jawaban yang menenangkan untuk sang suami.
Akio pun nampak mengangguk dan tersenyum kepada sang istri yang terus mengerti akan keluh kesahnya selama ini.
"Terimakasih karena selalu mengertiku dan selalu mendukung ku sayang," ucap Akio dengan tersenyum lembut ke arah sang istri.
Malam harinya, kedua pasangan pengantin baru tersebut pun sudah terlihat berada di dalam sebuah presidential suite room, hotel milik Papa Ryu.
"Ingat akan perjanjian yang telah kita sepakati untuk tidak menyentuhku lebih dulu karena aku masih sangat trauma dengan sentuhan demi sentuhan menjijikkan yang kamu torehkan kepadaku malam itu!" bentak Zia dengan menghempaskan tangan Ryu yang masih berusaha untuk menyentuh dirinya.
Sedangkan Ryu pun hanya mampu menelan ludah karena terus melihat tubuh Zia yang telah berganti kostum dengan mengenakan setelan lingerie yang terlihat sangat menggoda di hadapan nya tersebut.
"Jangan lihat-lihat! Bukan keinganku untuk memakai baju haram ini karena di dalam koper milikku semua baju yang telah di siapkan untukku pun isi nya seperti ini semua! Entah siapa yang tega memasukkan semua jenis baju tembus pandang itu di dalam koperku!" gerutu Zia dengan terus melihat ke arah cermin dengan terus memandangi tampilan dirinya menggunakan baju kurang bahan tersebut.
"Sial! Aku yang melihat tubuhku memakai baju model ini pun rasanya sangat malu dan terasa sangat kedinginan!" celetuk Zia yang kemudian membongkar kembali kopernya dan mencari baju yang lebih tertutup lagi.
Melihat Zia yang terus berlalu lalang di hadapan nya dengan baju minim bahan pun membuat milik Ryu terasa penuh sesak.
Dengan cepat Ryu pun segera menutupi tubuhnya dengan selimut hotel yang tersedia agar tidak membuatnya terus merasa pening karena menahan h*srat yang terus menggelora di dalam dirinya.
"Tidur lah! Jangan terus mondar-mandir di depan ku dengan menggunakan baju tembus pandang itu. Jika kamu tidak mengindahkan peringatan ku ini, maka jangan salahkan aku jika diriku terpaksa meminta hakku sebagai suami mu malam ini juga," ucap Ryu dengan wajah yang terlihat sudah memerah karena terus menahan hasr*t di tubuhnya tersebut.
Mendengar ucapan frontal yang keluar begitu saja dari mulut Ryu pun membuat Zia kembali bergidik ngeri membayangkan bagaimana gila nya Ryu ketika memaksa menodai tubuhnya malam itu untuk kedua kalinya.
Dengan cepat Zia pun segera merebahkan tubuhnya di atas kasur tersebut dengan selimut yang terus menempel di tubuhnya.
Sedangkan Ryu pun terlihat segera menuju ke dalam kamar mandi untuk menyalurkan hasr*t nya tersebut dengan bantuan sabun cair yang tersedia di kamar mandi hotel tersebut dengan terus menger*ng.
__ADS_1
Sudah berkali-kali miliknya pun berhasil keluar berkat sabun cair tersebut. Namun miliknya tersebut seolah tak kunjung juga tertidur yang membuatnya semakin pening dan mengumpat kesal.
Dengan langkah lunglai, Ryu pun segera keluar dari dalam kamar mandi dengan senjata yang masih terlihat menyembul di balik celana piyama nya tersebut dengan menghampiri ranjang dimana Zia berada.
"Zia sayang! Kita batalkan perjanjian yang telah kita sepakati saja ya!" ucap Ryu dengan cepat menggoyangkan tubuh Zia yang ternyata sudah nampak tertidur dengan pulas tersebut.
Namun seolah Zia tidak peduli dengan terus berada di dalam mimpi indahnya karena mata nya yang sudah terlihat sangat mengantuk hingga tidak menghiraukan panggilan suaminya atau pun senjata milik suaminya yang masih terlihat menyembul.
"Astaga!" ucap Ryu dengan mengacak rambutnya dengan frustasi.
Dengan sekuat tenaga, Ryu pun menekan segala jenis hars*tnya tersebut dengan merebahkan tubuhnya di atas sofa dengan memunggungi ranjang tidur yang saat ini di gunakan oleh Zia yang telah lelap di dalam mimpinya.
Sial!
Gerutu Ryu karena hingga menjelang pagi pun dirinya tidak kunjung sanggup untuk memejamkan matanya karena senjatanya tersebut masih juga berada di mode on.
...----------------...
Hallo, Haiii my beloved readers😍🤗
Author mau ijin promo nih untuk karya author yang baru launching, jangan lupa mampir dan berikan like, komen, serta gift yaa😍😍
Karya terbaru author tidak kalah menariknya dengan novel ini lohh❤️
Semoga berkenan mampir dan suka❤
Judulnya My Impotent Husband
__ADS_1
By Devi Chan
Terimakasih masih setia bersama dengan novel author di noveltoon/mangatoon ini❤