Penyesalan Mantan

Penyesalan Mantan
( PM 2) Bab 32


__ADS_3

" Saya ingin menciumnya sebentar Pak." Ucap Andra. " Tolong" pinta Andra dengan suara bergetar, bagaimana pun juga Andra begitu merasa bersalah terhadap anaknya itu, dan juga mantan istrinya, apalagi Dimas begitu cuek padanya, hati Andra rasanya teriris-iris akan sikap Dimas itu, Andra lelaki yang tak pernah puas dengan apa yang di miliki, dan selalu kurang dengan yang sudah ia punya, sekarang lihatlah, walaupun gaji Andra menumpuk, hidupnya tak ada kemajuan sama sekali bahkan makin ke sini dia makin k*re saja, sebab orang-orang terdekatnya lah yang menjadikan Andra seperti ini.


" Silahkan" seru Biyan dengan suara beratnya, Pria itu tahu bahwa Andra sangat merindukan anaknya, mata Andra terlihat berkaca-kaca.


Andra lalu mencium pipi Dimas agak lama, sampai Dimas terusik dari tidurnya.


" Dimas mau di gendong sama Ayah?" tanya Biyan dengan lembut, bocah kecil itu hanya menggeleng kan kepalanya saja, lalu matanya tertutup kembali, badannya masih terlihat lemas, mungkin karena efek dari obat yang di minumnya.


Mitha dan Wulan hanya mengawasi interaksi kedua pria itu tanpa berkata apapun juga, mereka membisu.


Mitha dengan pikiran dia sendiri, sementara Wulan lebih berpikir keras lagi, wanita itu tak dapat berkata apa-apa lagi, yang di pikiran Wulan saat ini adalah dia kalah saing dengan Mitha, bagaimana itu bisa terjadi, sebab sudah banyak jeratan-jeratan yang di pasang Wulan untuk mendapat kan duda tampan dan kaya raya itu, dan tak ada satupun yang mempan, dia malu dan tak terima ketika kalah saingan dengan seorang Mitha, bagaimana bisa seorang pria gagah dan tampan dan pengusaha kaya raya seperti Biyan bisa takluk dengan wanita kampung yang sederhana seperti Mitha.


Jujur Wulan iri dengan kedekatan Mitha dengan Abiyan apalagi mendengar mereka mau nikah, Wulan kian tak terima saja, walaupun dia sudah punya Andra, tetapi hasrat ingin memiliki Biyan masih begitu besar sampai sekarang.


Sudah sejak lama sekali Wulan mendekati pria itu, tetapi selalu gagal, tubuh moleknya tak mempan di mata Abiyan, justru wanita tertutup seperti Mitha yang bisa meluluhkan hati Abiyan, dan kenapa juga Biyan begitu luluh dengan wanita lugu itu, d*kun mana yang bisa memberikan jampi-jampi yang manjur untuk menaklukkan hati Biyan, begitu pikir Wulan, sungguh Wulan benar-benar tak habis pikir, wanita itu hanya memandang segala sesuatu dari segi kecantikan fisik saja, tak ada yang lain.

__ADS_1


" Mitha nitip Dimas ya, nanti pulang dari periksakan Angga aku akan ke sana menengok Dimas," ucap Andra mengalihkan pandangannya ke arah di mana Mitha berada.


Tatapan memuja, itulah yang terlihat pada sang mantan kepada Mitha, wanita yang pernah menemaninya itu selama tiga tahun, Mitha memang berubah dari segi penampilan wajahnya, Mitha terlihat cantik dan kulit wajahnya terawat dengan baik, serta bajunya terlihat modis sekali, tak seperti dulu sewaktu bersama dengan dia, jangankan untuk bersolek, bahkan makan saja Mitha harus sambil menggendong anaknya Dimas yang kala itu masih kecil, padahal di rumah itu banyak orang dewasanya, tetapi semua seolah b*ta dan t*li ketika Mitha bergelut dengan kesibukan seisi rumah seorang diri.


" Kamu langsung saja ke rumah saya saja bila mau ketemu dengan Dimas" balas Biyan menyela pembicaraan.


" Kenapa bisa gitu Pak?bukankah kalian belum resmi menikah?" tanya Andra dengan muka yang terlihat kaku sekali.


" Kami memang belum resmi menikah, tetapi sebulan lagi kalian akan mendapatkan undangan dari kami, jadi sementara Dimas ikut tinggal bersama aku, sebab aku kalau malam tak ada kegiatan dan Mitha bisa istirahat, sebab dia seharian harus kerja, dan harus mempersiapkan pernikahan kami." Ucap Biyan dengan sindirannya yang begitu menyakitkan bagi Andra, mendengar penjelasan itu sang Mantan menelan ludahnya dengan susah payah, rasanya tak terima sang mantan istri di miliki oleh pria lain.


" Dan saya tidak mau mengambil resiko bila kamu ke rumah calon istri saya pasti kamu akan membuat keributan lagi." Ucap Biyan memperingatkan Andra, Biyan sepertinya tak pernah main-main dengan ucapannya.


" Hum? yakin kamu bisa mengurus anak dua? anak satu saja kamu keteteran, aku hanya meminimalisir kecerobohan saja." Ucap Biyan dengan sinis dan tanpa berdosa, dan memang benar semua yang di katakan Abiyan, sejauh ini Andra yang kerepotan harus mengurus anak sambungnya itu.


Dan Biyan pria itu seenaknya sendiri membuat keputusan, membuat Mitha menjadi pusing dengan semua keputusan Abiyan, padahal Mitha belum menerima lamaran dia itu, sudah berani-beraninya menentukan hari pernikahan tanpa tanya sama dia.

__ADS_1


Apalagi untuk menjalin hubungan saja Mitha harus memikir dua kali, sebab Mitha tak mau mendapatkan pria br*ngsek seperti Andra.


" Kabari aku bila kamu ingin menengok Dimas, mintalah nomor ku pada istri mu itu." Ucap lelaki gagah dan tampan itu bicara sambil melirik ke arah Wulan, lalu lelaki itu berlalu meninggalkan sepasang suami-istri itu, mereka masih shock dengan semua ucapan Biyan yang mereka anggap tak masuk akal tersebut.


Tubuh kedua suami istri itu bergeser ke tepi, Biyan mengundurkan mobil sport mewahnya, dan sengaja membuka jendela kaca yang ada di sebelah Mitha untuk menyapa pasangan suami istri tersebut, lalu Biyan tersenyum pada ketiga orang yang berdiri mematung di luar sana sambil menggendong anak kecil, Dimas sendiri begitu cuek sekali anak itu merebahkan kepalnya di dada Biyan, bocah itu duduk dengan melingkar kan kakinya di perut Biyan membelakangi kemudi, dan tangannya merangkul tubuh Biyan yang kekar.


Hati Andra sakit sekali melihat pemandangan itu, anaknya sudah tak mampu dia raih kembali hatinya.


Itu semua karena kesalahan Andra sendiri yang mengabaikan istri dan anaknya dulu.


Seolah Biyan lah yang mempu bisa melindungi dia.


Andra seperti seorang robot saja bagi keluarganya, kalau pagi Andra harus kerja, dan pulang kerja dia harus mengurus anak sambungnya itu, kerjaan mencuci dan setrika pun Andra lakukan seorang diri, memasak pun ala kadarnya, hidup semakin berantakan, bukan hanya mencari uang saja, dia juga malah di jadikan pembantu oleh Wulan.


Suatu hari pernah Andra mencucikan baju di tempat Mitha, karena Andra begitu sibuk dengan seisi rumah dan Wulan tak mau tahu, karena uang menipis akhirnya pria itu harus ngutang sebab dia sama sekali tak memegang uang.

__ADS_1


Maka terjadilah keributan di antara Mitha dan Andra, bahkan Wulan ikut-ikutan memaki-maki Mitha yang tak tahu permasalahannya, menuduh Mitha merayu suaminya itu, hingga membuat malu Mitha.


Sungguh tragis nasibnya, penyesalan sang mantan memang datangnya belakangan, kalau di depan namanya pendaftaran.


__ADS_2