Penyesalan Mantan

Penyesalan Mantan
Bertemu Sang Anak


__ADS_3

Di dalam pelarian nya dari kejaran anak buah kembaran nya tersebut membuat akses bergerak Akane pun menjadi sempit. Mau tidak mau Akane pun setiap kali ingin keluar dari ruang rawat inap keponakan yang sudah di anggap putra nya sendiri pun selalu menyamar sebagai orang lain.


Dari memakai wig, menggunakan softlens dengan warna mata yang berbeda dan berpenampilan culun yang membuat sakit mata bagi orang yang melihatnya. Semua nya di lakukan Akane untuk melindungi dirinya bersama keponakan nya tersebut.


Suster Reina pun nampak bingung ketika melihat papa muda yang nampak tampan dan gagah tersebut ketika hendak keluar pasti menyamar sebagai orang cupu.


Namun suster Reina pun tidak ada keberanian sama sekali untuk bertanya tentang itu semua. Tugas nya adalah merawat pasien secara tulus dan tanpa memandang status.


Namun nampak berbeda dengan keadaan Kano pagi ini. Tubuhnya pun nampak semakin lemah. Akane telah membangunkan Kano berkali-kali pun tak ada respon.


Dengan segera Akane memencet tombol darurat agar petugas medis segera datang. Air mata Akane pun mulai bercucuran melihat kondisi putra nya tersebut yang nampak lemah dan semakin pucat.


Tubuh Akane pun nampak bergetar menahan tangis yang ada di dalam dirinya melihat Kano kecil yang tergolek lemah. Akane pun tak henti-hentinya menggenggam jemari kecil milik Kano dengan tubuh yang masih bergetar.


Petugas medis pun segera datang. Nampak dengan cekatan dokter pun memeriksa kondisinya fisik Kano.


"Mohon maaf tuan. Putra tuan harus segera di lakukan transplantasi sumsum tulang belakang secepatnya. Karena kondisinya yang sudah semakin memburuk," ungkap dokter tersebut menjelaskan.


Air mata Akane pun nampak mengalir dengan sangat deras mendengar penuturan dokter tersebut. Bayi mungil yang sedari lahir ia timang-timang dengan penuh kasih sayang pun harus merasakan penderitaan yang bertubi-tubi.


"Baiklah, mari ikut saya untuk menjalani serangkaian pemeriksaan kecocokan sumsum tuan. Karena biasanya memang sumsum tulang belakang dari pihak ayah lah yang cocok untuk proses tranplantasi tersebut," ucap dokter tersebut menjelaskan.


"Tapi dok, saya sebenarnya hanyalah paman dari Kano kecil. Saya saudara kembar ayah dari Kano kecil dok," ucap Akane menjelaskan.


Dokter pun nampak termenung melihat penjelasan Akane tersebut.


"Baiklah mari kita coba saja tuan, siapa tau cocok," ungkap dokter tersebut.


Tak berapa lama kemudian Akane pun menjalani serangkaian pemeriksaan. Dan tak lama kemudian hasil laboratorium pun keluar dengan hasil mengecewakan. Ternyata sumsum tulang belakang nya tersebut tidak lah cocok untuk menjadi pendonor Kano kecil.


"Seperti yang saya katakan bahwa mendapatkan pendonor sumsum tulang belakang memang sangatlah sulit. Namun biasanya sumsum tulang belakang dari ayah kandung pasien sangatlah cocok 99% untuk menjadi pendonor. Bagaimana dengan ayah kandung Kano tuan?"

__ADS_1


Akane pun nampak diam menunduk. Dokter pun segera mengerti dengan kesulitan Akane tersebut.


"Baiklah saya mengerti tuan, dari pihak rumah sakit pun belum ada yang menjadi pendonor yang benar-benar cocok untuk Kano. Namun jika tidak secepatnya mendapatkan pendonor maka akan membuat Kano kecil kehilangan kesadaran nya bahkan nyawa nya pun sudah di ujung tanduk," papar dokter tersebut lagi dan lagi.


"Baiklah dokter. Saya usahakan untuk mendapatkan pendonor yang cocok untuk putra saya. Terimakasih dokter," ucap Akane lemah keluar dari ruang dokter tersebut.


Disepanjang koridor rumah sakit tersebut nampak Akane menghela nafas panjang. Berharap ada keajaiban datang.


Namun jika ia tidak segera bertindak maka nyawa Kano kecil lah yang menjadi taruhan nya.


Dengan segera Akane kembali memasuki ruang perawatan Kano kecil. Tampak Kano kecil yang amsih tertidur namun sudah tidak sepucat tadi.


Dengan cepat Akano pun nampak menjentikkan keyboard nya mencari keberadaan Akano dan bermaksut untuk menemui dan memaksa Akano menjadi pendonor sumsum tulang belakang apa pun yang terjadi.


Namun alangkah terkejutnya Akano melihat rekaman cctv di tempat club' malam milik saudara kembarnya tersebut telah ditutup oleh pihak berwajib dan keberadaan Akano yang tidak di ketahui.


Berkat kecerdasan nya tersebut Akane pun menemukan titik terang jika kembaran nya tersebut telah melakukan kesalahan yang sangat fatal dan melibatkan mafia terbesar di negeri tersebut yakni Edrick lah yang telah membawa Akano ke markasnya.


...----------------...


Setelah Akane menjelaskan dengan detail kondisi Kano kecil yang sangat membutuhkan donor sumsum tulang belakang pun membuat Dio dan Edrick menitikkan air mata dan iba.


"Baiklah kami mengerti. Bolehkah kita menemui Kano kecil?" tanya Dio kepada Akane.


"Boleh Dio, ayo mari kita bertemu putra ku sekarang juga pun lebih baik,"


Kemudian ketiga nya pun segera menuju ke rumah sakit dimana Kano kecil di rawat. Dengan membuka perlahan pintu rawat inap tersebut dan nampak Kano dengan wajahnya yang kembali memucat dan masih di dampingi oleh suster Reina.


"Sus, kenapa putra saya wajahnya menjadi semakin pucat??" tanya Akane dengan raut wajah panik.


"Anu tuan, tadi Kano kecil sempat drop kembali ketika belajar membaca bersama saya. Bukunya pun terkena darah yang menetes dari hidungnya tuan. Namun sudah di berikan obat kembali oleh dokter," ucap suster Reina dengan raut wajah yang juga kawatir.

__ADS_1


Wajah Akane pun berubah menjadi lebih sendu. Edrick dan Dio yang melihat kondisi Kano yang benar-benar memprihatinkan pun menjadi sangat iba.


"Baiklah, akan aku bawa Akano kemari sekarang juga," ucap Edrick dengan cepat dan segera menelepon bawahan nya.


Dio pun nampak mengelus wajah tampan Kano kecil yang masih tampak sangat pucat tersebut.


"Setengah jam lagi kemungkinan Akano telah sampai disini di antar oleh anak buah ku," ucap Edrick.


Mendengar penuturan Edrick pun membuat Akane menjadi tersenyum dengan cerah karena ada harapan yang tinggi untuk kesembuhan Kano kecil.


"Terimakasih tuan Edrick dan tuan Dio!" ucapnya dengan berlutut di hadapan keduanya.


"Jangan seperti ini. Aku hanya melakukan apa yang seharusnya aku lakukan. Aku pun akan segera memiliki anak. Jadi bagaimana mungkin aku dengan tega membiarkan anak kecil yang tidak berdosa yang sangat kesakitan? Namun perlu di ingat, setelah semuanya selesai maka serahkan Akano kembali kepadaku," ucap Edrick yang masih belum puas memberikan pelajaran untuk Akano.


"Baik tuan terimakasih," ucapnya Akane lagi.


Tak berapa lama, nampak Akano yang telah sampai di ruang perawatan tersebut dengan wajah bingung.


Akano pun nampak melihat wajah kembaran nya tersebut dan melihat anak kecil yang terbaring lemah dibangsal rumah sakit.


"Apa maksudnya ini?" tanya Akano denga bingung dan wajah yang di penuhi oleh luka lebam dan memar di sekujur tubuh nya.


"Kemarilah, lihatlah anak kecil ini," ucap Akane.


Akano pun nampak berjalan dengan tertatih mendekat melihat anak kecil tersebut. Akano pun nampak mengamati wajah bocah kecil tampan tersebut dan nampak sangat familier.


"Dia putra mu," ucap Akane.


Sontak wajah Akane pun berubah menjadi pias. "Pu-putraku?" ucapnya terbata.


"Ya, dia adalah putramu dengan Naomi," ucap Akane yang membuat tubuh Akano pun terasa limbung dan lemas.

__ADS_1


"De-dengan Na-naomi??" ucapnya lirih dan terbata hingga tubuhnya pun ambruk tak sadarkan diri.


__ADS_2