Penyesalan Mantan

Penyesalan Mantan
S2. Ciuman Paksa


__ADS_3

Malam pun berganti pagi. Zia serta Ayuna pun memilih berangkat menuju ke kampus berdua saja.


Walaupun sebenarnya Ayuna pun sangat ingin Zey berada satu mobil dengan nya. Namun apalah daya, jika diri nya pun tidak mampu untuk memaksa Zey yang terlalu cuek dengan nya tersebut.


Sedangkan disisi lain, Zey pun terlihat melajukan mobilnya dengan sangat kencang ketika Zia dan Ayuna telah meninggalkan area kompleks perumahan elit tersebut.


Mobil Zey pun segera menyalip mobil yang sedang di kendarai oleh kembaran nya tersebut dengan melesat cepat membelah jalan raya.


"Itu kan mobil Kak Zey?? Yahh ternyata Kak Zey beneran tidak mau satu mobil denganku," ucap Ayuna dengan wajah sedihnya.


"Sudahlah jangan bersedih. Jangan terlalu berharap dengan lelaki seperti Kak Zey. Seperti nya kita para wanita di takdir kan untuk di cintai oleh lelaki yang mampu mencintai kita setulus hati. Bukan kita yang mengejar nya terus menerus. Membuat hati kita lelah dan capek jika terus di perlakukan seperti itu," tutur Zia sembari menasehati Ayuna.


"Apa Kak Zia juga pernah mengalami apa yang aku rasakan?" tanya Ayuna kemudian.


"Pernah sekali. Aku pun sudah menaruh hati kepadanya sedari kecil. Bahkan kedua orang tua kami telah menjodohkan kami sedari kecil. Namun sebulan yang lalu diri nya memilih untuk menolak perjodohan tersebut secara mentah-mentah karena dirinya yang masih menunggu seseorang yang dikagumi nya sedari kecil. Hal itu lah yang membuat ku putus asa dan memilih untuk tidak lagi menaruh hati pada nya," terang nya Zia kemudian.


"Ternyata Kak Zia sedang patah hati ini ya??" tanya Ayuna dengan menoleh ke arah Zia.


"Patah hati sih banget. Tapi aku sedang berusaha untuk mengubur dalam-dalam perasaanku ini. Sialnya lagi laki-laki itu tidak mau jika aku terlihat dekat atau di dekati oleh laki-laki lain. Egois banget kan jika seperti itu?" tanya Zia kemudian.


"Astaga, ada ya lelaki yang seperti itu kak. Jadi mau nya lelaki itu apa ya kak? Jika cemburu kenapa harus bersusah payah menolak perjodohan kalian," ucap Ayuna dengan wajah jengkel kepada sosok lelaki yang di ceritakan oleh Zia.

__ADS_1


"Ya begitulah. Makanya kamu pun jangan terlalu berharap banyak dengan kakak ku. Sebenarnya kakak ku itu juga masih menunggu seseorang yang lain dan juga merupakan mantan kekasih kakak ku," terang Zia dengan memberi tahu kebenaran yang ada.


"Aku pun sudah mencoba nya Kak. Namun rasa nya sangat sulit. Perasaan ku terhadap kak Zey terlalu dalam hingga sulit di ganti dengan lelaki yang lain nya," ucap Ayuna dengan wajah yang terlihat sendu.


"Ya di coba terus. Seperti aku ini, walaupun rasa nya berat dan tidak mampu untuk merubah lagi perasaan kita dengan lelaki baru lain nya. Kamu itu sangat cantik, jadi pasti ada satu laki-laki yang mencintai mu dengan setulus hati. Kita sudah sampai turun lah," ucap Zia ketika berada di lingkungan fakultas dimana Ayuna menimba ilmu.


"Baiklah Kak. Aku akan mencoba saran Kakak. Aku turun dulu Kak. Hati-hati ya kalau mau menuju ke fakultas Kak Zia. Hehehe ... byee Kak Zia," ucap Ayuna dengan melambaikan tangan nya.


Zia pun nampak mengangguk dan segera menutup pintu kaca nya kembali. Namun sayang nya keberadaan nya tersebut nampak di ketahui oleh Ryu. Dengan cepat Ryu pun menahan pintu kaca mobil milik Zia tersebut.


"Zia! tunggu sebentar. Ayo kita mengobrol sebentar," ucap Ryu yang kemudian segera masuk ke dalam mobil milik Zia tersebut.


"Dosen pembimbing yang mana?? Bukan kah kamu sudah satu bulan ini tidak menginjakkan kaki di fakultas kita?? Kamu kenapa sih kelihatan nya seperti sengaja menjauhi ku akhir-akhir ini??" tanya Ryu dengan menatap wajah Zia yang kini tidak lagi terlihat mengganggu nya dengan ocehan panjang lebarnya yang membuat nya merasakan kesunyian seorang diri.


"Aku sibuk. Dunia ku tidak lagi berputar untuk membuat mu terganggu dengan ocehanku. Aku telah memiliki kekasih. Kekasih ku itulah yang memintaku agar tidak lagi dekat dengan lelaki mana pun. Jadi ya seperti ini yang terjadi. Sudahlah cepat turun dari mobilku," ucap Zia dengan menatap jengkel ke arah Ryu.


Mendengar ucapan Zia yang mengatakan jika dirinya telah memiliki kekasih pun membuat Ryu mengepalkan tangan nya secara diam-diam.


Bagaimana mungkin Zia memiliki seorang kekasih? Sedangkan seluruh lelaki yang telah berusaha ingin dekat nya pun sudah aku singkirkan. Gumam Ryu dengan masih menatap wajah datar Zia.


"Heran jika aku memiliki kekasih? Mau marah? Cemburu? Kamu saja menolak perjodohan kita mentah-mentah di depan seluruh keluarga ku dan keluarga mu. Jadi untuk apa aku masih menunjukkan muka ku di hadapan kamu jika hanya aku seorang diri yang mengalami rasa patah hati? Jangan lagi ikut campur dengan urusan ku ataupjn mencoba menghalau diriku untuk dekat dengan lelaki mana pun!" ucap Zia dengan cepat menyambar tas nya.

__ADS_1


"Jika kamu masih ingin terus di dalam mobil ku silahkan saja. Jangan lupa untuk mengembalikan mobilku ini di rumah kedua orang tua ku," ucap Zia dengan segera membuka pintu mobilnya.


Namun gerakan nya tersebut segera di gagalkan oleh Ryu yang terlihat menahan Zia dengan amarah yang bergejolak di dalam hati mendengar ucapan yang terlontar dari bibir mungil milik Zia yang kini sudah tidak lagi terlihat cerewet di depan nya tersebut.


Dengan cepat Ryu pun menarik tubuh Zia dan menutup pintu mobil tersebut.


"Apa sih mau ka--" ucapan Zia pun terpotong oleh ciuman yang di berikan oleh Ryu secara tiba-tiba.


Zia pun sangat terkejut dan syok begitu tau ciuman pertama nya tersebut telah di curi paksa oleh seseorang yang amat di cintai nya.


"Lepaaskan!" ucap Zia dengan mendorong tubuh Ryu dan segera keluar dari dalam mobilnya dengan terus mengumpati Ryu.


"Dasar lelaki brengsekk! Untuk apa dia tiba-tiba terlihat marah dan kemudian mencuri ciuman pertamaku ini!" ucap Zia dengan terus mengusap bibirnya dan melangkah menjauh meninggalkan kampus tersebut dengan menghentikan sebuah taksi yang terlihat lewat didepan gerbang fakultas tempat kakaknya menimba ilmu tersebut.


Sedangkan Ryu yang telah tersadar dari segala perbuatan aneh nya dengan mencium paksa Zia karena tidak suka dengan ucapan yang terlontar dari bibir Zia yang mengatakan jika dirinya telah memiliki seorang kekasih pun membuatnya semakin bingung dengan apa yang kini sedang di rasakan oleh Ryu tersebut.


Dengan cepat Ryu pun segera turun dari mobil milik Zia tersebut dan segera mengejar keberadaan Zia.


"Ziaa!!!" teriak Ryu dengan setengah berlari mengejar Zia.


Namun sayang sekali, Zia pun tidak terlihat mengindahkan teriakan Ryu tersebut serta dengan segera memasuki sebuah taksi dan segera meninggalkan tempat tersebut.

__ADS_1


__ADS_2