Penyesalan Mantan

Penyesalan Mantan
Di Kasur yang Sama


__ADS_3

Aninda pun terpaksa mengekor Dio menuju ke dalam apartemen nya tersebut.


Dio pun nampak tidak menanggapi ocehan dari Aninda yang terus menerus mengatakan jika keberatan untuk tinggal berdua saja dengan dirinya.


Dio pun lantas segera menuju ke dapur dan mengeluarkan bahan masakan dari dalam kulkas yang bisa ia masak untuk makan malam mereka berdua.


Tampak Dio mengeluarkan daging ayam yang kemudian ia cuci dan potong kecil memanjang dan kemudian ia rebus.


Dio pun segera menyiapkan bahan-bahan yang akan ia gunakan untuk memasak chicken teriyaki tersebut.


Aninda yang semula mengomel pun akhirnya ikut membantu Dio membuat bumbu bahan-bahan yang di butuhkan untuk masakan Dio tersebut.


Kedua nya pun bahu membahu membuat menu makan malam mereka hingga tak lama kemudian hidangan sederhana pun tersaji di atas meja.


"Chicken teriyaki saja nggak masalah kan Nin? Kalau kamu besok menginginkan menu baru tinggal bilang saja ya nggak usah sungkan." Ucap Dio dengan meletakkan dua gelas susu putih hangat untuk melengkapi menu makan malam mereka.


"Its oke, ini sudah lebih dari cukup." Jawab Aninda.


Kedua nya pun mulai memakan makanan tersebut dengan sangat khidmat.


Sesuap sendok masakan yang di buat oleh Dio pun rasanya sangat lezat di lidah Aninda. Menu sederhana chicken teriyaki buatan Dio itu pun mampu mengembalikan mood Aninda menjadi membaik kembali.


"Astaga, enak sekali." Gumam Aninda di dalam hati sembari terus menyuap kan makanan ke dalam mulutnya tersebut hingga tandas tak tersisa.


Dio yang melihat Aninda memakan masakan nya tersebut dengan sangat lahap pun membuat dirinya merasa sangat puas.


Tidak sia-sia bakat memasak yang ada di dalam dirinya tersebut sangat berguna untuk memanjakan perut pujaan hatinya tersebut.


"Nin, nambah lagi saja. Dari pada nanti pagi terbuang karena tidak ada yang menghabiskan." Ucap Dio.


"Makanan se enak ini di buangnya?? Astaga, lebih baik aku habiskan semuanya saja dari pada di buang Dio dengan cuma-cuma." Gumam Aninda di dalam hati.

__ADS_1


"Pemborosan sekali makanan se enak ini bisa-bisanya kamu buang." Ucap Aninda.


Tanpa basa basi lagi, Aninda pun segera mengambil nasi dan chicken teriyaki tersebut dan memakan nya dengan sangat lahap.


"Astaga? Aku jadinya benar-benar menghabiskan semua masakan yang telah kamu buat??" Pekik Anindya tidak terima karena dirinya pun teringat jika beberapa hari terakhir ini harus diet karena berat badan nya pun menjadi naik signifikan.


"Astaga? Dietku?? Arrghh, sia-sia sudah semuanya!" Ucap Aninda dengan segera meletakkan sendok nya tersebut dan dengan buru-buru mencuci piring yang telah kotor.


Aninda pun nampak menyibukkan diri membuat kegiatan agar makanan yang telah ia makan tersebut tidak berubah menjadi tumpukan lemak di dalam perutnya tersebut.


"Dio kamarku sebelah mana?? Bagaimana dengan semua keperluan kuliahku yang masih ada di dalam asrama ku?? Besok aku kan harus kuliah Dio, sedangkan tugasku pun belum aku kerjakan sama sekali." Ucap Aninda dengan wajah kebingungan.


"Sudahlah, kamu tenang saja. Sebentar lagi juga ada orang yang mengantarkan barang kamu yang ada di dalam kamar asrama menuju kemari." Ucap Dio dengan santainya sembari menyalakan televisi dan memilih saluran channel drama Korea.


"Beneran kamu enggak bohong? Barangku akan nyampai kesini dengan selamat dan tidak kurang satu pun kan?" Tanya Aninda memastikan kembali.


"Lihat saja nanti. Sini duduklah kita merefresh otak kita dulu dengan melihat serial drama Korea ke sukaan aku." Ucap Dio dengan menepuk sofa di sebelahnya agar segera di duduki oleh Aninda.


Beberapa saat kedua nya pun nampak tertawa bersama melihat serial drama tersebut yang tampak menampilkan adegan yang membuat keduanya pun menjadi tertawa dengan sangat keras.


Hingga tak lama kemudian terdengar bunyi bell dari pintu apartemen Dio tersebut. Dengan sigap Dio pun berdiri dan hendak melihat siapa yang datang.


"Kamu tetaplah duduk, biar aku saja yang melihat siapa yang datang." Ucap Dio.


Dio pun kemudian berjalan dengan santai menuju ke pintu apartemen nya tersebut dan melihat tamunya tersebut dari layar monitor.


"Siapa?" Ucap Dio dari interkom bell pintu yang tersedia.


"Saya yang mengantarkan seluruh barang dari nona Aninda dari asrama tuan." Jawab orang tersebut.


Setelah mendengar jawaban orang tersebut kemudian Dio pun membukakan pintu tersebut dan meminta nya untuk segera di taruh di dalam kamar yang tersedia untuk Aninda tersebut.

__ADS_1


Barang Aninda pun telah tertata dengan rapi di dalam kamar barunya tersebut. Lantas Dio pun memberikan upah yang telah ia lebih kan untuk membayar jasa dari orang tersebut.


"Terimakasih tuan." Ucap orang tersebut dan kemudian segera keluar dari apartemen tersebut.


Dio pun segera menutup pintunya itu dan memasuki kamar yang tersedia untuk Aninda tidur tersebut dengan memeriksa seksama apakah ada sesuatu hal yang nampak mencurigakan atau tidak.


Setelah semua dirasa nampak baik-baik saja dan tidak ada barang aneh yang tampak mencurigakan yang ada di dalam kamar Aninda.


Kemudian Dio pun menuju ke ruang tv untuk memberitahu Aninda jika seluruh barangnya telah berpindah di kamar baru nya itu.


"Anin, barang-barang kamu sudah tertata rapi di dalam kamar mu yang dekat dengan ruang kerjaku. Cobalah kamu check dulu siapa tau masih ada barang yang tertinggal?" Tutur Dio.


Setelah mendengar ucapan Dio tersebut, lantas Aninda pun segera menuju di kamar yang telah di persiapkan untuknya itu.


"Wooww telah tertata dengan sangat rapi ternyata." Gumam Aninda seorang diri.


Dengan cepat Aninda pun memeriksa barangnya satu persatu apakah ada yang tertinggal dan hilang ataukah tidak.


Setelah ia rasa semua barangnya beres dan tidak ada yang tertinggal maupun hilang. Maka Aninda pun segera keluar menemui Dio.


"Dio, aku mau mengerjakan tugas dulu ya. Semuanya sudah beres. Terimakasih untuk bantuan nya hari ini." Ucap Aninda dengan tulus dan segera ia kembali ke dalam kamarnya serta mengerjakan seluruh tugas.


Hingga malam pun semakin larut dan terlihat Aninda tertidur di atas meja belajar nya. Sedangkan Dio nampak baru saja menyelesaikan pekerjaan nya di ruang kerjanya yang berdampingan dengan kamar Aninda tersebut.


"Kenapa lampu masih menyala terang dan pintunya belum ditutup?" Gumam Dio.


Dio pun melangkah kan kakinya menuju ke dalam kamar Aninda tersebut dan melihat Aninda nampak tertidur dengan pulas di meja belajar nya tersebut.


Dengan sigap Dio pun memindahkan tubuh Aninda ke kasur yang tersedia dan mematikan lampu utama serta menyalakan lampu tidur.


Setelah menimbang-nimbang akhirnya Dio pun memutuskan untuk tidur di kamar Aninda.

__ADS_1


"Untuk malam ini saja aku ingin tidur memelukmu." Ucap Dio yang kemudian merebahkan tubuhnya di samping Aninda dan memeluk tubuh Aninda dengan erat.


__ADS_2