Penyesalan Mantan

Penyesalan Mantan
( PM 2) Bab 25


__ADS_3

Hanya sehari Abiyan dan Mitha menginap di rumah Siti, sementara Abiyan memberikan ijin pada Siti untuk merawat sang Ibu sampai bisa di tinggalkan oleh Siti, inilah yang Abiyan harapkan, dengan begitu Abiyan bisa lebih dekat dengan Mitha, sebab Malika itu kalau tidak ada Siti dia uring-uringan, dan Mitha lah nanti yang pastinya akan direcoki oleh Biyan, Biyan tahu ini merepotkan Mitha tetapi dia juga tahu Mitha pasti bisa mengendalikan anak itu, sebab sering Mitha mengasuh dua bocil itu tanpa adanya Siti, kadang kalau lagi di rumah Kontrakan Mitha pasti temannya yang bernama Titi pasti akan membantu kerepotan Mitha, dan untungnya kedua anak itu tidak terlalu merepotkan bagi Mitha.


Pagi-pagi sekali mereka sudah pada siap-siap untuk balik ke ibukota, setelah subuh rencananya, tapi berhubung Dimas masih belum bangun maka di undur keberangkatan mereka.


" Sudah siap semua," tanya biyan pada ibu satu anak itu.


" Sudah Pak." Ucap Mitha yang nampak gugup.


Sebab pria itu malah seperti suaminya saja, ia yang mengurusi Dimas dan barang-barang miliknya, sementara Mitha mengurusi Malaika yang memang sudah lengket dengan dia.


Setelah berpamitan pada keluarga Siti, Mitha di suruh naik duluan ke dalam mobil sementara Abiyan memasukkan tas jinjing yang berisikan baju ganti ke dalam mobilnya, dan di bantu oleh keluarga Siti.


" Masuklah ke dalam dulu, bersama Malika." suruh Biyan pada Mitha yang tengah menggendong Malika, bocah kecil itu menyandarkan kepalanya di dada Mitha sambil tangan mungil itu menyangga botol susu formula kesukaannya, sungguh menggemaskan bocah kecil itu yang tengah asik dengan dunianya sendiri, dia tak menghiraukan bila sang Papa lengket dengan Dimas, sebab Mitha juga sangat menyayangi dia, begitu pikirnya mungkin.


Dan Dimas seperti biasanya dia di gendong oleh Abiyan sambil mengecek barang-barang milik mereka


Ketika semua sudah beres, lalu Abiyan pamitan dan tubuh tinggi kekar itu masuk sambil membawa Dimas di gendong dia.


Bocah itu duduk di pangkuan Abiyan yang lagi menyetir.

__ADS_1


" Apa tidak bahaya nanti Pak, bila Dimas di pangku seperti itu sambil mengemudi?" tanya Mitha yang terlihat khawatir melihat Abiyan kerepotan dalam mengemudi dan mengurus Dimas.


" Tidak apa-apa Mitha, ini masih di jalan kampung bila nanti kita sudah sampai jalan raya aku akan membujuknya untuk pindah di belakang sambil menonton film kartun kesukaan di belakang," Ucap Biyan menjelaskan.


Memang di belakang ada layar monitor kecil yang di pasang di sandaran kursi pengemudi fungsinya untuk menghibur anak-anak biar tidak boring.


Mitha hanya mengangguk mengerti, dan selama perjalanan mereka tak banyak bicara, entahlah kalau berdua begini Biyan yang biasanya cerewet nampak terlihat grogi, dan salah tingkah.


Pria itu tidak seperti Biyan yang cool dan macho, dia akan bersikap dingin terhadap orang lain, tetapi tidak kepada Mitha, sudah seperti di cocok hidungnya saja, dan hanya di sebelah Mitha lah dia bisa mati gaya begini, sungguh Mitha punya magnet tersendiri buat Biyan.


Sebelum sampai di jalan raya Abiyan menaruh Dimas untuk duduk di belakang, pria itu dengan mudah ya membujuk anak itu untuk duduk santai sambil menikmati biskuit dan sebotol susu di kursi belakang, sambil menontonnya kartun kesukaannya, sementara Malika sudah tertidur lagi setelah menghabiskan sebotol susu, bocah kecil itu tidur pulas di dalam dekapan Mitha.


Sekilas Biyan mencium ujung kepala bocah itu lalu mengelus rambutnya yang hitam dan lebat, semua perlakuan Biyan pada Dimas tak lepas dari pantauan Mitha, wanita itu sempat berkaca-kaca melihat kedua orang beda generasi itu terlihat akrab.


Maafkan Ibu nak, kamu tak seberuntung orang lain yang mendapatkan kasih sayang penuh dari seorang ayah, justru di ini kamu mendapat kasih dan sayang dari orang lain yang tak ada hubungan dari sama sekali dengan kamu, lirih Mitha dalam hati.


Biyan menepati janjinya yang akan mengajak Mitha dan anak-anak untuk mampir di suatu obyek wisata keluarga.


Di suatu tempat wisata yang lebih banyak taman bermain anak dan wisata air juga ada di sana, mereka bagaikan keluarga bahagia yang tengah liburan.

__ADS_1


Anak-anak puas dengan permainan di sana, Dimas begitu sangat bahagia bisa main sepuasnya di sana, tak terasa hari menjelang senja, terlihat dari kondisi fisik mereka anak-anak terlihat sangat kelelahan, akhirnya Biyan memutuskan untuk menginap di salah satu hotel terdekat di daerah wisata tersebut.


" Pak kenapa kita tidak pulang saja?" tanya Mitha yang terlihat cemas.


" Kasian anak-anak Mit, biarkan mereka istirahat dulu di sini, lihatlah Malika dan Dimas sudah tertidur, aku tidak mau mereka kelelahan dan jatuh sakit nantinya" Ucap Biyan menjelaskan.


Ketika mereka memasuki lift yang membawa mereka ke lantai 10, dua kamar hotel kelas satu telah di pesan oleh Biyan, kamar mereka saling bersebelahan biar nanti kalau ada apa-apa mereka tak kerepotan, tidak sulit bagi Biyan menidurkan Dimas, Abiyan sudah tahu kebiasaan anak kecil itu, begitu pula dengan Mitha, wanita itu sangat telat mengurus batita itu.


" Mitha, aku pesankan makan malam untuk kamu, bentar lagi petugas akan mengantarkan ke kamar kamu ya" tulis bisan pada sebuah pesan Aplikasi yang berlogo warna hijau itu.


" Maaf aku tak dapat ke situ, sebab Dimas masih terlelap, dan aku tidak tega untuk meninggalkan dia."Tulisnya lagi.


" Baik Pak, terimakasih banyak untuk semuanya, nitip Dimas ya Pak, paling nanti tengah malam dia akan terbangun dan minta susu," balas Mitha.


" Ia Mit, tak masalah nanti sekalian aku gantikan pempes nya dia juga." balas Biyan kemudian.


Saling balas pesan pun di akhiri seiring dengan suara ketukan pintu di luar sana, dan Mitha yang masih duduk di tepi ranjang seketika bangkit dan berjalan ke arah pintu tersebut.


Ternyata makan malam yang Biyan pesan sudah datang, lalu wanita itu mengambil alih troli yang berisi makanan dan membawanya ke dalam, meletakkan Makanan itu ke atas sebuah meja makan yang ada di pinggir ruang yang menghadap langsung ke arah jalan raya yang terlihat pada merayap.

__ADS_1


Sebelum makan Mitha mengambil ponsel dia dan mengabarkan pada Biyan bahwa makan malam sudah datang, dan tak lupa wanita cantik itu mengucapakan kata terimakasih pada Pria yang belum lama dia kenal itu, tetapi berhati bagaikan malaikat untuk dia dan anaknya Dimas.


__ADS_2