
" Dia adalah Mama nya Malika sayang." Imbuh Mas Biyan lagi, hingga membuat mataku membulat seketika dan aku membekap mulutku yang menganga tak percaya.
Ya Allah jadi wanita itu adalah Mbak Nilam almarhum istri Mas Biyan, bagaimana bisa foto itu beredar luas di luar sana, apa jangan-jangan Mbak Nilam tak terima bi aku menikah dengan Mas Biyan, duh kenapa sekarang musuh ku malah sosok yang tak nampak, seketika tubuh ini meremang mengingat Mbak Nilam sudah tak ada di dunia ini.
Aku langsung merapatkan selimut yang aku kenakan rapat-rapat dan mataku terpejam untuk mengurai permasalahan ini.
" Mas janji sayang akan mencari tahu siapa yang menyebarkan foto itu dan kenapa dia bisa tahu koleksi pribadi milik kami dulu." Imbuh Mas Biyan kemudian.
" Jadi benar foto itu Mas? itu bukan rekayasa kan?" tanyaku untuk memastikan, aku masih berharap itu ulah seorang tangan jahil yang suka mencari masalah dengan kami, menghancurkan biduk rumah tangga kami.
Jujur aku sudah sangat cemburu melihat adegan itu, walaupun itu di lakukan sebelum Mas Biyan mengenai aku, tapi rasanya Mas Biyan akan teringat dengan masa lalunya itu, mencintai seseorang selain aku, atau mungkin, ah sudahlah aku sudah tak sanggup lagi menguraikan itu dengan kata-kata lagi.
" Ia Dek, maafkan Mas ya, itu foto kami dulu, tapi kamu tenang saja, Mas akan cari tahu siapa yang menyebarkan foto aku dan almarhum Istri aku itu." Ujarnya menjelaskan.
Aku hanya tertunduk mendengar janji Mas Biyan, entahlah apa yang ada di benakku ini.
Mas Biyan mendekati aku, dan menggeser tubuhku untuk dekat dengan dia lagi merengkuh dan membawa tubuhku ke dalam dekapannya yang begitu menghangatkan, apa lagi Mas Biyan bertelanjang dada hingga merasakan kulit tubuhnya itu.
__ADS_1
" Mas sudah punya pandangan siapa yang menyebarkan foto itu sayang, kamu nanti tinggal menunggu hasilnya, dan mas akan memperkarakan semua ini, sebab sudah membuat kamu dan aku jadi salah paham, mas tidak akan membicarakan satu orang pun memasuki kehidupan kita, mas Janji Mit." Tutur Mas Biyan sembari mengecup keningku dengan lembut.
Seketika aku merasakan kebahagiaan hadir kembali, tetapi rasa takut dan was-was masih menggerogoti hati ini.
" Percayalah sayang itu semu ulang manusia yang tak suka pada kita, buka makhluk yang tak kasar mata, besuk mas akan perlihatkan foto almarhum istri mas pada kamu, biar kamu tak tahu." Ucap Mas Biyan meyakinkan aku lagi, seperti dia tahu akan kegundahan hati ini dan ketakutan yang aku rasakan sedari tadi, pikirku aku harus berurusan dengan mahluk halus yang lagi cemburu.
Aku hanya mengangguk pasrah saja dengan uraian Mas Biyan itu.
" Sudah yo kita tidur dulu, kamu jangan banyak pikiran Dek, kita kan lagi akan program untuk membuatkan adik buat Malika, jadi mas harap Dek mitha jangan banyak stres ya?" ujarnya sembari mengecup bibirku.
Akupun jadi lega sekarang, dan kamipun akhirnya tidur sambil berpelukan saling menghangatkan satu sama lain, memasuki alam mimpi.
Keesokan harinya aku melayani semua kebutuhan suamiku seperti biasanya, menyiapkan bekal dengan masakan aku sendiri dan mengurus anak-anak juga.
Hari berlalu, Mas Biyan sudah mencari tahu siapa dalang di balik penyebar foto itu, dan Mas Biyan sudah mengurus semuanya.
Dan ternyata adalah adik iparnya sendiri yang menyebarkan foto itu, entah perjanjian dan tindakan apa yang di serukan Mas Biyan dengan Niken, sebab semenjak itu aku sudah tak mendapatkan teror apa-apa lagi dari nomor itu dan nomor tersebut sudah tak bisa di hubungi lagi.
__ADS_1
Seperti janji Mas Biyan padaku dia tak akan menyia-nyiakan aku, perlakuan manis dan lembut selalu aku peroleh dari ya hingga membuat aku melayang dan tentunya bahagia bersama dengan dia, dan sebuah anugrah terindah dari yang kuasa di titipkan kepada kami.
Aku di nyatakan hamil dan sepanjang kehamilan aku, Mas Biyan benar-benar memperhatikan semua semua kebutuhan aku, sebab yang ada di perutku ini sepasang bayi kembar yang hidup di dalam sana, sungguh bahagia Mas Biyan ketika mendengar kabar baik itu ketika kami periksa pada saat usia kandungan kami menginjakkan tiga bulan.
Apa yang di inginkan Mas Biyan tercapai, impian mempunyai anak dariku di berikan oleh yang kuasa.
Kamipun akhirnya hidup bahagia merenda hari-hari menantikan kelahiran bayi kembar kami, sembari mengasuh kedua anak kami Dimas dan Malika yang kian hari tumbuh menjadi anak yang cerdas dan energik.
Kehidupan masa laluku yang penuh dengan duka lara terbayar sudah, dengan di hadirkan nya sosok pengganti dari mantan suamiku seperti Mas Biyan, yang memberikan semua kebahagiaan untuk aku.
Mas Biyan mencintai aku dengan tulus dan memperlakukan Dimas seperti anaknya sendiri, itu yang membuat aku jatuh cinta padanya, semua perlakuan dia tak bisa aku ungkapkan dengan kata-kata.
Aku berharap pada semua wanita, jangan sampai cinta membuat kamu bodoh, bertahan bila kamu masih di hargai dan di cintai, dan pergilah dan cari kebahagiaan buat diri kamu sendiri bila pasangan kamu sudah tak dapat menghargai kamu lagi, suatu saat yakinlah dia akan menyesal telah melepaskan dirimu.
Semoga buat kaum wanita yang di tersakiti, menjadi kuatlah dan bila kamu kuat kamu akan bisa menghadapi semuanya.
the end
__ADS_1