Penyesalan Mantan

Penyesalan Mantan
S2. Perdebatan Di Kamar Tamu


__ADS_3

Melihat istrinya merajuk hingga memutuskan untuk pindah ke kamar tamu pun membuat Dio kelimpungan.


Pikiran dan penampilan Dio pun nampak terlihat sangat kacau karena terus memikirkan jalan terbaik yang harus di tempuh untuk putri nya tersebut.


"Jika ada orang lain yang mendengar jika putriku Zia telah ternoda pasti akan membuat putriku itu akan kembali terpukul. Arghh! Apa yang harus aku lakukan ya? Haruskah aku menikah kan putriku dengan begundal tengik itu??" ucap Dio dengan meraup wajahnya berkali-kali.


"Lebih baik aku bujuk istriku lebih dulu agar segera mengurung niat nya untuk berpindah tempat tidur di kamar tamu," gumam Dio dengan melangkah ke arah dimana seluruh kunci cadangan berada.


Setelah mendapat kan duplikat kunci kamar tamu maka dengan segera Dio pun menuruni anak tangga dan menuju ke kamar tamu yang terletak di lantai satu.


Dengan perlahan Dio pun membuka pintu yang nampak di kunci dari dalam tersebut dengan menggunakan kunci cadangan.


Ceklek!


Pintu pun segera terbuka. Dengan perlahan Dio pun menutup pintu tersebut kembali dan mendekati ranjang dimana sang istri merebahkan tubuhnya dengan menghadap ke tembok.

__ADS_1


Punggung Aninda pun terlihat bergerak naik dan turun akibat isak tangis nya yang belum kunjung reda.


Entah mengapa kali ini Aninda terlihat sangat kecewa dengan keputusan sepihak yang di buat oleh suaminya tersebut.


"Sayang ... maafkan aku. Aku pun membuat keputusan tersebut demi masa depan Zia sendiri agar mendapatkan lelaki yang benar bisa menerimanya apa adanya dan benar-benar mencintai nya. Maaf jika aku banyak salah," ucap Dio dengan ikut merebahkan tubuhnya di samping sang istri.


Aninda pun terlihat tak bergeming dengan ucapan suaminya yang masih terdengar kekeh untuk menikahkan putrinya dengan pria lain.


Hanya terdengar isak tangis Aninda yang lambat laun pun terdengar semakin keras.


"Sayang ... jangan terus menangis dan mendiamkan ku seperti ini. Ini membuat hatiku semakin sakit dan tak berdaya. Katakan apa yang ingin kamu ucapkan untukku sekalipun itu sebuah makian," ucap Dio dengan berusaha mendudukkan tubuh Aninda dengan bersandar tembok.


Aninda pun menatap sekilas wajah suaminya tersebut dan kemudian segera memalingkan muka nya menghadap arah yang berlawanan.


"Seandainya dulu aku telah berhasil di nodai oleh Akane, apa kamu masih mau menikahi ku?" tanya Aninda menatap wajah sang suami dengan raut wajah tanpa ekspresi.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan konyol istrinya tersebut pun membuat Dio bingung untuk memberikan jawaban dengan cepat.


"Nyata nya kamu pun terlihat bingung akan menjawab pertanyaan ku tersebut," ucap Aninda dengan tersenyum sinis ke arah suaminya.


"Nyata nya kan diriku lah yang telah mengambil keperawanan kamu, sayang," jawab Dio dengan raut wajah gugup.


"Aku kan bertanya seandainya. Aku pun sudah tahu dengan maksud jawaban kamu. Jika kamu tetap menikahi ku dalam keadaan ternoda oleh lelaki lain pun tidak ada jaminan jika kamu tidak akan mengungkit kisah kelamku yang telah di nodai paksa oleh lelaki lain. Pergilah, jangan ganggu aku hingga kamu menyadari kesalahan mu dalam mengambil keputusan," ucap Aninda dengan segera merebahkan tubuhnya kembali dan segera menyelimuti seluruh tubuhnya tersebut dengan selimut tebal.


"Sayang ... jangan seperti ini terhadap ku," ucap Dio dengan terus menggoyangkan tubuh istrinya tersebut agar mau berbalik menatap nya.


Namun seolah usaha nya sia-sia hingga beberapa jam berlalu istrinya tersebut pun tidak nampak mengucapkan satu katah kata pun yang terlontar dari mulut istrinya tersebut.


"Baiklah sayang jika kamu tidak ingin berbicara denganku. Aku pun akan ikut tidur disini bersama dengan mu biar hati dan pikiran ku bisa berfikir dengan jernih kembali," ucap Dio yang kemudian merebahkan tubuhnya di samping sang istri.


Sedangkan Aninda pun masih terlihat sama, hanya diam dan membisu serta berusaha untuk segera memejamkan ke dua matanya agar segera tertidur merilekskan tubuhnya untuk menghadapi kenyataan esok hari yang belum memiliki jalan keluar yang membuat seluruhnya menghembuskan nafas dengan lega.

__ADS_1


__ADS_2